Pusat Kajian Islam Belfast di Irlandia Utara dilempari babi

Islamic center Hak atas foto Press Eye
Image caption Insiden itu dilaporkan kepada Polisi Irlandia Utara pada Sabtu lalu

Pusat Kajian Islam Belfast di Irlandia Utara dilempari daging babi, dan polisi yang menerima laporan tersebut pada Sabtu (23/12) lalu menyebut peristiwa itu merupakan sebuah 'tindakan berdasarkan kebencian.'

Kejadian sejenis pernah terjadi Agustus lalu, ketika kepala babi diletakkan di pintu masuk Pusat Kajian Islam di Newtownards.

Raied Al Wazzan, bendahara pusat kajian itu mengatakan kepada BBC bahwa potongan daging itu dilemparkan ke dalam kotak surat.

"Seorang dungu berpikir bahwa aksi tersebut akan membuat kami tidak dapat beribadah atau tidak dapat menggunakan gedung tersebut," kata Al Wazzan.

"Ini omong kosong. Kami kita tidak diizinkan memakan daging babi, tetapi (untuk menggunakan gedng) kami hanya tinggal menyingkirkan dan membersihkannya," kata dia.

"Mereka tidak akan berhasil, kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan semua komunitas di Irlandia Utara dan kami bekerja keras untuk bekerja sama dengan semua kalangan," kata dia.

'Pesan kebencian yang jelas'

Juru bicara pusat kajian itu, Anwar Mady, mengatakan bahwa mereka pernah diserang sebelumnya, tetapi ini pertama kalinya penyerang masuk dan membuka pintu depan.

"Saat itu keadaannya ramai. Orang sibuk untuk melaksanakan salat Isya".

"Bagi saya, ini merupakan sebuah pesan jelas tentang kebencian. Ini bukan semata sekedar sepotong daging. Ini tentang kebencian," kata dia.

Ady mengatakan sulit untuk memahami serangan itu, yang terjadi hanya beberapa jam sebelum Malam Natal.

"Mereka seharusnya merayakan belas kasih dan pengampunan. Jelas orang ini hanya mewakili dirinya sendiri, dan segelintir pendukungnya.

"Kami tahu orang ini tidak mewakili masyarakat luas di Irlandia Utara dan kami sangat berterimakasih kepada orang yang mengirimkan pesan dukungan kepada kami," kata dia.

Terekam CCTV

Insiden itu terekam oleh CCTV pusat kajian dan videonya telah diserahkan kepada polisi.

Anggota parlemen dari Partai Uni Demokratik DUP Emma Little-Pengelly mengecam serangan tersebut melalui media sosial.

"Menyerang Komunitas Muslim kita yang kecil di Belfast Selatan sepenuhnya salah, tak akan mencapai apa pun dan benar-benar keliru," katanya melalui Facebook.

Topik terkait

Berita terkait