Dua remaja perempuan India dipukuli karena bertemu pria Muslim

Polisi, India Hak atas foto Reuters
Image caption Menteri Dalam Negeri negara bagian Karnataka mengatakan polisi mengambi tindakan yang tepat.

Dua remaja perempuan diserang secara fisik oleh sekelompok pria di Mangalore, India selatan, karena bertemu dengan dua teman mereka yang beragama Islam.

Para remaja itu sedang berada di kebun binatang dan kemudian dilaporkan ke sebuah kelompok radikal Hindu. Tak berapa lama, beberapa orang yang diduga anggota kelompok tersebut dilaporkan datang ke kebun binatang.

Polisi mengatakan kepada BBC bahwa tiga pria sudah ditangkap, sementara tersangka lain masih dicari.

Video yang direkam seorang pengunjung memperlihatkan para remaja itu dipukuli sampai beberapa kali dan juga diteriaki di depan umum.

Salah seorang pria yang ditangkap bahkan terus saja berteriak-teriak mengejek kedua remaja bersangkutan walau dia sudah ditarik polisi untuk ke luar dari kebun binatang.

Rekaman video kemudian menyebar di internet dan memicu kemarahan umum. Warganet menyebut kejadian itu sebagai 'pengawasan moral' yang agaknya sering terjadi di Mangalore.

Menteri Dalam Negeri negara bagian Karnataka, Ramalinga Reddy, mengatakan polisi mengambil tindakan yang tepat dan aksi main hakim sendiri sudah berkurang di wilayah itu.

"Saya mengarahkan polisi untuk mengambil tindakan keras atas kelompok-kelompok yang main hakim sendiri. Tindakan akan diambil atas polisi yang lalai dalam tugas," jelas Reddy kepada para wartawan seperti dikutip situs berita Hindustan Times.

Polisi mengatakan kepada Hindustan Times kedua remaja perempuan -yang beragama Hindu dan Kristen itu- berkunjung ke kebun binatang untuk merayakan ulang tahun.

Pengawasan moral dan aksi main hakim sendiri dari organisasi masyarakat terhadap tindakan yang mereka anggap sebagai 'perilaku tidak bermoral' beberapa kali terjadi di Mangalore.

Tahun 2009, misalnya, kelompok radikal kanan, Sri Rama Sene, menyerang para perempuan yang datang ke sebuah pub. Kemudian tahun 2012 beberapa pegiat dari kelompok Hindu, Jagarana Vedike, menyerang 12 orang yang sedang berpesta di sebuah tempat wisata.

Topik terkait

Berita terkait