Facebook akan dorong lebih banyak 'interaksi antara keluarga, kerabat atau teman'

Mark Zuckerberg Hak atas foto Getty Images
Image caption Perubahan tersebut digambarkan sebagai sesuatu yang "signifikan" di kalangan pemerhati media sosial.

Jejaring sosial Facebook akan mengubah kebijakan dalam mengelola linimasa dengan mengurangi unggahan-unggahan dari berbagai perusahaan, pemegang merk dan media.

Sebaliknya, kepala eksekutif Facebook Mark Zuckerberg dalam lamannya menjelaskan, pihaknya akan mendorong lebih banyak interaksi antara keluarga, teman-teman dan kerabat dalam kontennya.

Perusahaan tersebut mengakui berbagai organisasi ataupun lembaga kemungkinan akan melihat popularitas unggahan mereka menurun di Facebook nantinya.

Perubahan itu akan diberlakukan selama beberapa minggu mendatang.

"Kami mendapat masukan dari komunitas kami bahwa konten publik, seperti unggahan-unggahan dari berbagai perusahaan, merk dan media - memenuhi kolom yang berisi momen-momen pribadi yang membuat kami saling terhubung satu sama lain," tulis Zuckerberg.

Hak atas foto Justin Sullivan/Getty
Image caption Mark Zuckenberg mengatakan dia dan timnya merasa bertanggung jawab untuk memastikan Facebook dapat memberikan kebaikan demi kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan dirinya beserta tim merasa bertanggung jawab untuk memastikan Facebook dapat memberikan kebaikan demi kesejahteraan masyarakat.

Sekarang ini, jika konten publik harus dipromosikan, harus dilihat dari sisi yang dapat mendorong adanya interaksi masyarakat - seperti yang terjadi dalam kelompok yang membahas program TV dan olahraga, katanya.

Dalam unggahan terpisahnya, Facebook memberikan contoh lain, misalnya, live video, yang cenderung membuat orang banyak berdiskusi.

"Dengan melakukan perubahan ini, saya mengharapkan waktu yang dihabiskan orang-orang di Facebook akan berkurang," tambah Zuckerberg.

"Namun saya juga berharap waktu yang Anda habiskan di Facebook akan lebih berharga."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Para perwakilan dari Facebook, Twitter dan Google menghadiri sebuah dengar pendapat Senat AS pada bulan Oktober lalu.

Dalam unggahan sebelumnya, Zuckerberg telah berjanji untuk "memperbaiki" Facebook pada tahun 2018 ini, dengan mengatakan dirinya ingin memastikan setiap pengguna dilindungi dari penyalahgunaan.

Dia mengharapkan perbaikan itu akan membuat waktu yang dihabiskan masyarakat di situs tersebut akan banyak berguna.

Ia juga berjanji untuk melindungi Facebook dari serangan beberapa negara yang dianggapnya berupaya mengusiknya.

Seperti analisis baru-baru ini menyebutkan bahwa sejumlah negara, diantaranya adalah Rusia, mencoba memanipulasi konten di jejaring sosialnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Facebook akan mendorong lebih banyak interaksi antara keluarga, teman dalam kontennya.

"Ini jelas merupakan sebuah perubahan yang penting," kata Laura Hazard Owen dari Laboratorium Jurnalistik Nieman Harvard University.

"Kita akan melihat tidak begitu banyak berita muncul di linimasa kami."

Bagaimanapun, Owen menambahkan, belum begitu jelas tentang istilah dan batasan diskusi yang akan diprioritaskan dalam perubahan kebijakan Facebook.

Ini mungkin saja akan berujung kepada "sesuatu yang paling kontroversial" yang menghasilkan perdebatan sengit, katanya, atau hanya konten sederhana yang ditarik dari laman grup tempat pengguna berinteraksi dengan orang lain tentang topik-topik tertentu.

Hak atas foto Getty Images
Image caption "Facebook berada di tengah-tengah bara yang mencoba dipadamkan, mereka berupaya untuk menegaskan kembali citranya yang ramah dan berharga," kata seorang pengamat.

Pengakuan kuat

Dalam sorotan publik belakangan ini, Facebook seperti "berada di kursi panas", kata Gabriel dari University of Southern California Annenberg School for Communication and Journalism.

"Facebook berada di tengah-tengah bara yang mencoba dipadamkan, mereka berupaya untuk menegaskan kembali citranya yang ramah dan berharga," katanya kepada BBC.

Kahn menambahkan penjelasan terbaru Zuckerberg merupakan sebuah "pengakuan yang jelas" bahwa Facebook memiliki kekuatan signifikan terhadap kesehatan masyarakat.

Namun, ia berargumen bahwa prioritas baru bisa mendistorsi pandangan dan sifat percakapan.

"Seharusnya ada debat publik tentang nilai-nilai yang mereka gunakan pada algoritma tersebut," katanya.

Topik terkait

Berita terkait