Apakah Trump penyebab anjloknya kunjungan wisatawan asing ke AS?

penumpang pesawat Hak atas foto Getty Images
Image caption Amerika Serikat "kehilangan" sekitar 1,7 juta turis asing untuk pertama kalinya selama tujuh bulan pada 2017.

Amerika Serikat kehilangan sekitar 1,7 juta orang turis pada tujuh bulan pertama 2017 dan para ahli mengkhawatirkan lebih 40,000 jenis lapangan kerja pada industri perjalanan akan terkena dampaknya, kata otoritas pariwisata negara itu.

Menurut Kementerian Pariwisata, AS mengalami penurunan sekitar 1,7 juta wisatawan asing pada tujuh bulan pertama tahun 2017, turun sekitar 4% dibandingkan periode yang sama pada 2016.

Asosiasi turis dan perjalanan AS, yang memiliki 1,200 anggota dari dunia industri wisata, mencemaskan bahwa lebih dari 40,000 jenis lapangan kerja di sektor wisata berisiko terdampak.

Faktor 'Trump slump'

Faktor 'the Trump slump' juga menyebabkan posisi AS diambil-alih oleh Spanyol sebagai negara nomor dua di dunia yang paling banyak dikunjungi wisatawan, sebagaimana diumumkan UNWTO, badan PBB untuk turis pada Senin (15/1).

Pada 2016, baik AS maupun Spanyol kedatangan sekitar 76 juta turis asing, tapi awal pekan ini Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy mengumumkan bahwa negaranya kedatangan lebih dari 82 juta wisatawan luar negeri pada 2017 - naik sekitar 9% dibanding tahun sebelumnya.

Dalam catatan UNWTO, Prancis tetap menjadi negara paling populer di dunia sebagai daerah kunjungan wisata.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Apakah sikap Presiden Trump ihwal imigrasi membuat wisatawan enggan datang ke Amerika?

Para pemerhati bisnis memperkirakan bahwa ada sejumlah faktor yang menjelaskan mengapa jumlah turis asing berkurang ke AS, utamanya kenyataan bahwa nilai dolar berada pada posisi tertinggi pada 2017, sehingga membuat biaya perjalanan menjadi jauh lebih mahal bagi wisatawan dari negara lain.

Mereka juga menyalahkan pernyataan-pernyataan keras anti imigran Presiden Trump, termasuk larangannya bagi warga dari negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim untuk berkunjung ke AS.

'Omong kotor'

Pada Kamis lalu, dalam pertemuan dengan anggota senat dan kongres untuk membahas masalah imigrasi, Presiden Trump melontarkan ucapan yang dianggap kotor.

"Mengapa orang-orang dari negara 'lobang kotoran' itu berdatangan ke sini," kata Presiden Trump.

Awalnya tak ada yang membantah ia mengeluarkan kalimat itu. Tetapi selang sehari kemudian Trump mengeluarkan cuitan: "Bahasa yang saya gunakan dalam pertemuan itu memang keras, tapi saya tidak menggunakan istilah (shithole) itu."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Even established destinations like New York City are bracing themselves for a fall in numbers

'Anjlok' di semua lini

Pada kuartal pertama 2017, kunjungan turis asing ke AS turun 4,2% -jika dibandingkan pada tiga bulan pertama 2013, yang naik 6,4%, ketika Barack Obama memulai periode keduanya sebagai presiden.

"Ini bukan pencapaian untuk mengatakan bahwa retorika dan kebijakan pemerintahan ini mempengaruhi sentimen di seluruh dunia, mengakibatkan antipati terhadap AS dan mempengaruhi perilaku perjalanan wisata," kata Adam Sacks, pimpinan Tourism Economics.

Perusahaan riset ini mengeluarkan laporan pada September yang memperkirakan bahwa arus masuk wisatawan akan menurun dari Januari sampai Maret sehingga akan membebani ekonomi AS sekitar US$4,2milyar.

Angka tertinggi setiap wilayah menunjukkan bahwa kunjungan turis dari negara-negara Timur Tengah turun 32,2%. Lalu disusul dari turis dari Afrika yang turun 28,2% dan turis dari Amerika latin, terutama Meksiko, turun 14,4%.

Sementara perhitungan terpisah yang dilakukan otoritas AS menyebutkan bahwa wisatawan asing berkurang sekitar 8%. Adapun turis dari Eropa berkurang 2,7%.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Spanyol saat ini berada di posisi kedua negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing.

Pada 2016, kedatangan wisatawan asing berkontribusi sekitar $212 milyar bagi pertumbuhan ekonomi AS -setara dengan hampir 10% dari ekspor negara tersebut.

Dan pada tahun yang sama, perjalanan dan pariwisata ikut mendongkrak sekitar 8,1% pendapatan GDP (produk domestik bruto) negara tersebut.

Tetapi data dari Departemen Perdagangan menunjukkan bahwa pendapatan dari kunjungan wisatawan asing telah berkurang. Jumlah pemasukan yang diterima AS dari kunjungan wisatawan asing dari Januari hingga November sekitar $187milyar, anjlok 3,3% jika dibanding tahun 2016.

"Kenaikan perjalanan internasional sangat penting bagi tujuan ekonomi Presiden Trump agar pertumbuhan PDB sebesar tiga persen tetap berlanjut," kata Presiden dan CEO asosiasi perjalanan AS, Roger Dow dalam sebuah pernyataan.

Bagaimanapun, turunnya kunjungan turis asing ini pun sudah dirasakan oleh tempat-tempat di kawasan pedesaan AS yang selama ini menjadi kunjungan tetap para turis.

Dalam pernyataan baru-baru ini, biro pariwisata kota New York telah merevisi secara mendasar perihal prediksi kunjungan wisatawan asing: dari yang semula diperkirakan berjumlah 400.000 sebelum pemilihan Presiden Trump, tapi saat ini diperkirakan anjlok hingga 300.000 turis asing.

Hasil penelitian lainnya memperkirakan Los Angeles dapat kehilangan sekitar 800.000 kunjungan wisatawan asing pada 2019 nanti.

Berita terkait