Mengapa kita merasa benda-benda tertentu mirip wajah manusia

Foto mirip manusia Hak atas foto Tony Belpaeme
Image caption Bagian kapal yang terlihat seperti mimik orang terkejut dan sebuah parutan yang menyerupai wajah ceria.

Kita seringkali melihat benda-benda di sekitar yang menyerupai wajah orang-orang atau tokoh-tokoh terkenal. Seperti misalnya ada sebuah rumah yang mirip Hitler. Melihat Donald Trump di telinga anjing. Kacang manis mirip Kate Middleton.

Kasus-kasus ganjil ketika kita melihat kemiripan benda-benda dengan wajah sejumlah pesohor di tempat tak terduga ini, adalah contoh yang disebut "pareidolia". Istilah "pareidolia" ini adalah fenomena seseorang yang merasa melihat wajah dalam setiap benda yang dilihatnya.

Manusia secara genetis 'tercipta' untuk bisa mengenali berbagai rupa. Ini masuk akal dari perspektif evolusi, kata psikolog Rob Jenkins dari University of York. "Jika ada wajah di sekitar, maka ada pikiran di sekitar. Itu berpotensi menguntungkan atau merugikan Anda," katanya.

Dan manusia sudah bisa mengenali wajah sesamanya sejak lahir.

"Bayi yang berusia sembilan menit nampaknya menunjukkan preferensi pada pola seperti wajah," kata Rob. Dalam berbagai uji coba, bayi yang baru lahir menghabiskan waktu lebih lama melihat pola titik dan garis yang menyerupai dua mata dan mulut dibanding pola yang tidak menyerupai wajah.

Tak perlu banyak petunjuk visual untuk mengenali wajah seseorang. Kita hanya butuh beberapa potongan kecil berwarna gelap di posisi mata dan mulut.

Hak atas foto Ceri Edwards
Image caption Tas ransel ini dijuluki "Happy Backpack" karena seperti wajah orang yang tengah bergembira.

Tapi apakah kita sebagai manusia benar-benar istimewa?

Sebuah penelitian tahun 2017 menemukan bahwa seekor domba memiliki kemampuan untuk mengenali wajah orang-orang terkenal. Para ilmuwan dari Cambridge University mampu melatih domba untuk mengidentifikasi wajah-wajah seperti selebriti seperti Jake Gyllenhaal dan Emma Watson, mantan Presiden AS Barack Obama dan pembaca berita BBC, Fiona Bruce.

Dan sementara kita bisa sangat baik mengidentifikasi wajah-wajah yang kita kenal, ternyata kita sangat buruk ketika mengidentifikasi wajah-wajah yang tidak kita ketahui.

Hak atas foto Simon Belcher
Image caption Buih minuman ini terlihat seperti wajah yang menyeramkan.
Hak atas foto Alan Brookland
Image caption Kotak dus ini seperti orang yang sedang khawatir.

Para ilmuwan menyajikan dua foto di depan orang-orang dan bertanya apakah keduanya menunjukkan orang yang sama. Mereka menemukan tingkat kesalahan sekitar 20%.

Dengan wajah yang tidak kita kenal, perbedaan halus seperti pencahayaan, ekspresi, riasan atau gaya rambut benar-benar dapat menghambat kemampuan kita dalam mengenali orang.

Dan seberapa bagus kita mengenali wajah dibandingkan dengan mesin?

Wartawan teknologi BBC Rory Cellan-Jones mengatakan, perangkat lunak untuk mengenali wajah sudah lama ada, namun belum sesuai dengan harapan. Ia menuturkan semakin banyak gambar yang Anda minta untuk diproses komputer, maka kinerjanya semakin tidak akurat. "Ada beragam foto yang harus dikenali komputer ," katanya.

Jadi siapa yang akan menang jika berlomba mengenali wajah - manusia atau komputer?

Hak atas foto Adam Rutherford
Image caption Potongan buah ini diklaim seperti wajah Donald Trump.

"Tergantung pada tugasnya," kata Rob Jenkins. "Jika seorang manusia mengetahui wajah yang akan mereka cari, maka gunakan kemampuan manusia. Namun jika wajahnya tidak diketahui, maka hampir dipastikan komputer akan lebih baik."

Dan Rob berpikir bahwa dengan teknologi yang berubah begitu cepat, tak lama lagi komputer akan mengunggulinya.

Berita terkait