Dianggap buruk, logo kampanye pariwisata Malaysia ramai dikecam warganet

Logo kampanye pariwisata Malaysia Hak atas foto Malaysia Tourism
Image caption Logo kampanye pariwisata Malaysia yang banyak dikecam karena dinilai 'ketinggalan zaman'.

Hampir 8.000 orang menandatangani petisi mendesak pihak berwenang mengganti logo kampanye pariwisata Malaysia, dengan alasan logo tersebut 'sangat buruk'.

Logo Visit Malaysia 2020 menjadi perbincangan hangat warga -seperti terlihat di media sosial- dan tanda pagar #VisitMalaysia2020 menjadi salah satu topik paling populer hari Selasa (30/01).

Bahkan Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri angkat bicara dan melalui Twitter ia menulis, "Banyak anak muda yang berbakat. Design yang jauh lebih baik. Dengar keluhan mereka, jangan abaikan."

Sementara pengguna Facebook bernama Napee Nasir mengatakan dirinya memang bukan perancang profesional namun melihat banyak yang salah dengan logo kampanye yang dipakai pemerintah.

Ia dan banyak warga lain di Malaysia mengatakan corak logo ini ketinggalan zaman.

"Ukuran huruf tidak seragam, paduan warna secara keseluruhan tidak serasi dan fotonya seperti gaya 1980-an," kata Nasir.

Logo kampanye kunjungan wisata ke Malaysia yang dipakai pemerintah menampilkan orang utan dan kura-kura yang berkacamata dan tersenyum.

Warga Malaysia lainnya, Hadi Salleh, mengatakan, "Harus ada yang dimintai pertanggungjawaban. Ini sangat memalukan."

'Tidak akan diubah'

Hak atas foto Getty Images
Image caption Malaysia berharap bisa mendatangkan 36 juta wisatawan pada 2020.

Selain mengecam, banyak juga yang mengajukan logo alternatif.

Meski ramai dikecam pemerintah sejauh ini tidak berencana mengganti logo tahun kunjungan ke Malaysia yang diumumkan di pameran pariwisata di Thailand pada Jumat (26/01) pekan lalu tersebut.

Menteri Pariwisata Malaysia, Nazri Aziz, mengatakan logo ini dirancang oleh satu tim di kementeriannya dan ia percaya dengan tim ini.

Ia juga menyebut bahwa kritik dan masukan dari masyarakat 'adalah hal yang biasa'.

"Saya tak bisa memilih logo yang serius. Ini pariwisata dan pariwisata ini harus terkesan menyenangkan," kata Aziz seperti dikutip The New Straits Times.

Ia menjelaskan bahwa logo ini sangat mencerminkan Malaysia.

Menara Kembar Petronas dimasukkan ke dalam logo karena gedung ini adalah yang paling banyak di foto oleh para wisatawan, kata Aziz kepada media Malaysia, The Star.

Orang utan dan kura-kura adalah simbol Malaysia. "Jika kita tidak memasukkan binatang ini ke logo, negara lain akan mengklaim mereka," katanya.

Soal orang utan dan kura-kura yang memakai kacamata, Aziz menjelaskan bahwa ini untuk mengirim pesan bahwa banyak sinar matahari di Malaysia.

Pemerintah Malaysia berharap program khusus yang diluncurkan ini bisa mendorong masuknya 36 juta wisatawan pada 2020.

Di antara negara-negara di Asia Tenggara, Thailand menduduki tempat teratas dengan kunjungan turis ekitar 37 juta orang per tahun, diikuti oleh Malaysia dengan sekitar 26 juta orang per tahun.

Singapura di posisi tiga dan Indonesia di posisi empat yang mematok target mendatangkan wisatawan mancanegara 15 juta orang pada 2017.

Berita terkait