Suntik dana ke Go-Jek, Google 'dapat tingkatkan nama baik di mata pemerintah Indonesia'

Tukang ojek Go-Jek Hak atas foto Reuters
Image caption Google menjadi salah satu perusahaan yang turut mendanai pengembangan Go-Jek.

Kesepakatan Google untuk menanamkan modal di perusahaan transportasi online Indonesia Go-Jek bisa meningkatkan nama baik raksasa internet itu di mata konsumen dan pemerintah Indonesia, kata pengamat.

Mengingat beberapa waktu Google sebelumnya terlibat dalam tarik ulur dan sengketa soal pajak dengan banyak negara, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, wakil presiden direktur Google, Caesar Sengupta mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi mengembangkan ekonomi berbasis digital.

"Investasi ini memungkinkan kami bermitra dengan sang juara besar setempat dalam ekosistem perintis yang sedang berkembang di Indonesia, dan sekaligus juga memperdalam komitmen kami dalam perekonomian berbasis internet di Indonesia," kata Caesar Gupta dalam blog perusahaan itu.

Dengan menanamkan modal di perusahaan setempat seperti Go-Jek, lanjutnya, Google berharap akan menjamur perusahaan-perusahaan yang berhasil seperti Go-Jek.

Pendanaan terbaru

Menanggapi investasi Google, manajemen Go-Jek, melalui pernyataannya pada Senin (29/01) menyatakan bahwa kehadiran salah satu perusahaan teknologi terdepan di dunia itu ditargetkan untuk membantu Go-Jek mempercepat inovasi, "apalagi Google memiliki komitmen untuk membantu mengembangkan ekonomi digital Indonesia."

Hak atas foto Reuters
Image caption Google berharap akan bermunculan usaha mikro kecil menengah di Indonesia.

Ditambahkan oleh manajemen Go-Jek bahwa Google adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang berpartisipasi dalam seri pendanaan terbaru di perusahaan layanan ojek berbasis aplikasi itu.

"Mereka tertarik karena model bisnis kami yang unik."

"Google berinvestasi di Go-Jek juga karena ingin belajar dari kesuksesan Go-Jek dalam mengembangkan UMKM di Indonesia."

Di sisi lain, menurut manajemen Go-Jek, perusahaannya mempunyai kesempatan untuk belajar dari jajaran sumber daya manusia kelas dunia tentang praktik-praktik bisnis terbaik dan sekaligus mendapat kesempatan untuk alih pengetahuan.

Baik Google maupun Go-Jek tidak merinci jumlah dana yang ditanamkan.

Sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, sumber-rumber mengatakan bulan ini bahwa Alphabet, perusahaan induk Google, dan perusahaan penanam modal negara Singapura, Temasek dan sejumlah perusahaan lain menanamkan modal di Go-Jek sebagai bagian dari skema suntikan dana US$1,2 miliar atau sekitar Rp16 triliun.

"Sama-sama untung"

Ini adalah investasi pertama dari perusahaan Silicon Valley yang berprofil tinggi.

Menurut pengamat perusahaan perintis Aulia Masna, investasi ini penting untuk membawa perhatian dunia ke perusahaan-perusahaan perintis Indonesia.

"Saya tidak akan kaget jika perusahaan Amerika lain akan mulai melihat ke perusahaan perintis Indonesia akibat investasi ini namun mereka akan berkompetisi dengan perusahaan internet Cina yang besar yang sudah menjalin jaringan dan investasi mereka dengan kokoh di negara ini, seperti Tencent dan Alibaba", kata Aulia.

Namun bukan hanya Gojek dan perusahaan perintis Indonesia yang menuai reputasi global lewat investasi ini.

Aulia Masna yang juga merupakan Content Director Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini berpendapat bahwa langkah ini menguntungkan kedua belah pihak.

"Go-Jek mendapat pengakuan internasional yang lebih besar sedangkan Google dapat meningkatkan nama baik mereka di mata konsumen dan yang mungkin lebih penting, pemerintah Indonesia," katanya.

Google dan raksasa teknologi informasi lain, Facebook, banyak mendapat kecaman untuk berbagai alasan. Belum lama ini filantropi terkenal George Soros menyebut bahwa Google dan Facebook merupakan 'ancaman bagi demokrasi.'

Di sisi lain, Google dan Facebook juga terlibat dalam sengketa hukum panjang dengan berbagai negara, termasuk Indonesia, terkait pembayaran pajak yang dianggap terlalu kecil.

Topik terkait

Berita terkait