Apakah usulan aturan adegan seks merupakan sensor dan pemberangusan?

Andy Serkis Hak atas foto Getty Images
Image caption Andy Serkis mengatakan, para aktor seharusnya tak perlu 'dikekang.'

Menyusul terungkapnya skandal pelecehan seks oleh produser Harvey Weinstein, serikat aktor-aktris Inggris, Equity, mempertimbangkan untuk menyusun panduan tentang adegan intim di atas panggung dan pembuatan film.

Namun bintang Hollywood Andy Serkis mengatakan peraturan baru seputar syuting adegan seks bisa tergolong pada 'penyensoran' dan memberangus kreativitas.

Usulan itu akan dibahas minggu ini, yang bisa menetapkan antara lain tidak dibolehkannya telanjang dan berciuman dengan lidah saat audisi.

Tahun lalu, bintang Holywood Jennifer Lawrence mengatakan bahwa saat audisi di awal kariernya ia pernah disuruh berbaris telanjang bersama para aktris muda lain.

Equity sedang menyusun usulan tentang bagaimana perlakuan terhadap simulasi seks dalam pemeranan, sebagai bagian dari laporan mereka tentang pelecehan seksual yang akan dirilis dalam dua pekan ke depan.

Usulan-usulan mereka akan mencakup penetapan 'praktik terbaik' untuk adegan semacam itu, yang juga membahas kemungkinan para aktor dan aktris 'disarankan' menutupi bagian kelamin mereka saat berperan dalam adegan seks.

Hak atas foto MIRROR STAGE FILMS
Image caption Sebuah adegan dalam film The Receptionist.

'Bukan tentang seks atau bukan seks'

Tapi aktor Holywood, Andy Serkis, menyatakan keberatannya. "Saya pikir penyensoran semacam itu adalah penyensoran kreativitas," katanya saat berbicara di atas karpet merah penganugerahan 'Oscar Inggris,' Bafta, Minggu malam lalu.

"Hal itu harus merupakan pertimbangan sutradara dan aktor yang terlibat. Mereka harus menemukan cara yang nyaman untuk melakukannya agar adegan itu mengalir. Karena memang itulah tugas kita (para aktor).

"Kita bertugas untuk menggunakan imajinasi kita, untuk mewujudkan suatu peran. Saya kira kita tidak perlu dikekang untuk mewujudkan suatu penceritaan (adegan)."

Dalam kesempatan lain, Ita O'Brien, seorang pengarah adegan intim dan gerakan untuk film, televisi dan teater, mengatakan kepada BBC: "Masalahnya bukan tentang hubungan seks, bukan tentang ciuman, ini bukan tentang ketelanjangan."

"Sebenarnya semua itu tentang bagaimana memungkinkan segalanya terjadi, tapi dengan cara yang aman, yang memunculkan adegan seks yang otentik, terpercaya, indah, segar, penuh gairah.

Menurutnya, saat ini tidak ada pedoman untuk hal ini di industri panggung dan film - walaupun seringkali ada klausul dalam kontrak.

"Banyak sekali sutradara yang berhasil menciptakan adegan seks yang indah dengan cara yang sangat aman," katanya. "Tidak ada patokan yang pasti tentang hal ini."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bintang Holywood Jennifer Lawrence mengatakan bahwa saat audisi di awal kariernya ia pernah disuruh berbaris telanjang bersama para aktris muda lain.

'Para sutradara terlalu takut'

Adapun di dunia panggung, menurut seorang aktris teater, Maeve O'Sullivan belum ada diskusi mengenai isu-isu tersebut.

"Apa yang saya lihat adalah bahwa para sutradara terlalu takut untuk berbicara terang-terangan seperti: 'Jangan berciuman dengan lidah'."

"Mereka hanya mengatakan: 'Baik, kita tidak akan melakukannya dalam latihan, kita akan melakukannya dalam pementasan dan kalian bayangkanlah saja sendiri.'

Menurut Maeve O'Sullivan, hal ini cukup mengganjal. "Kita jadi tidak sepenuhnya tahu apa yang bisa diterima oleh satu dan aktor lain. Mungkin jika kita sudah benar-benar nyaman satu sama lain, kita bisa membicarakannya. Tapi terkadang kita tidak seberuntung itu."

November lalu Equity meluncurkan penyelidikan mereka tentang pelecehan seksual, dan laporan sementara mereka sudah disusun bulan lalu.

Berita terkait