Bisnis seks di Inggris turun sepertiga, antara lain akibat internet

seks, bisnis, inggris Hak atas foto Getty Images
Image caption Izin bisnis seks meliputi klub penari, toko dan bioskop seks.

Jumlah klub penari perempuan, toko alat dan majalah maupun buku seks serta bioskop seks di Inggris turun sepertiganya dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan Freedom of Information -yang mengharuskan pihak tertentu memberi informasi kepada umum- ditemukan bahwa izin bisnis seks yang dikeluarkan dewan pemerintah lokal (council) turun dari 386 di tahun 2013 menjadi 256 di tahun 2018.

Peningkatan pornografi di internet dan perubahan sikap masyarakat dipandang sebagai penyebabnya.

Salah seorang pemilik toko seks mengatakan internet 'membunuh' usahanya, sementara Women's Equality Party -yang memperjuangan kesetaraan gender- menyatakan upaya yang lebih seius perlu dilakukan untuk mengubah sikap atas bisnis seks.

'Permintaan produk'

Unit Data BBC England meminta informasi -berdasarkan Freedom of Information- kepada semua council yang bertanggung jawab atas pemberian izin bisnis seks, dan 281 council dari 327 memberikan jawaban tentang jumlah izin yang diterbitkan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Maraknya pornografi di internet dan perubahan sikap masyarakat diduga penyebab anjloknya bisnis seks.

Seorang pria yang telah memiliki toko majalah dan DVD porno selama 16 tahun mengalami penurunan bisnis karena pada hari baik, tokonya hanya melayani tiga sampai empat orang pelanggan.

"Internet membunuh bisnis saya. Beberapa tahun lalu bisnis masih bagus," tutur Michael Bray, 70 tahun, yang tinggal di Huddersfield, Inggris tengah.

"Banyak laki-laki memasuki toko dengan menyembunyikan identitasnya karena mereka tidak ingin diketahui jati dirinya."

Bray mengatakan sikap masyarakat kemungkinan memang berubah tetapi dia yakin masih ada yang menginginkan produknya.

"Para pria masuk karena mereka tidak ingin istri mereka mengetahui kelakuannya, atau mereka tidak ingin menonton di komputer mereka di rumah karena mereka punya anak."

"Tetapi orang tetap akan selalu menonton porno," tegasnya.

Data dari council tersebut merupakan jumlah izin yang masih aktif yang dikeluarkan setiap tanggal 1 Januari dari tahun 2011.

Dan data mengungkapkan bahwa jumlah izin bisnis seks meningkat dari tahun 2011 dan 2013 karena klub penari harus mendaftarkan izin baru setelah diterapkannya Undnag-undang Kepolisian dan Kriminalitas tahun 2009 padahal sebelumnya, klub sejenis ini diatur berdasarkan hukum bagi pub dan klub malam.

Namun sejak tahun 2013 jumlah izin aktif terus menurun setiap tahunnya.

Survei YouGov pada tahun 2015 menemukan 64% penduduk Inggris memandang klub telanjang adalah sisi negatif budaya Inggris.

Skandal seks baru-baru ini terkait dengan produser film Hollywood Harvey Weinstein dan sebuah acara bisnis untuk menggalang dana sosial di London -yang diadakan President's Club yang kini sudah ditutup- memicu perdebatan terkait sikap seks yang lebih luas.

Catherine Mayer, salah satu pendiri Women's Equality Party, mengatakan: "Bisnis hiburan seks didasarkan atas penyalahgunaan perempuan muda yang lemah."

"Bisnis besar enggan membawa klien ke klub telanjang karena mereka menyadari kemungkinan negatif terhadap nama baik mereka."

"Tetapi kita masih perlu meningkatkan usaha untuk mengubah sikap umum yang memandang wanita sebagai komoditi. Dan council seharusnya mempertimbangkan kepatutan pemberian izin agar pria dapat berkuasa atas perempuan."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Klub The Windmill di Soho, dibuka pada tahun 1930-an dan tetap dibuka selama perang dunia.

Data dari pemerintah setempat memperlihatkan tidak satupun kota besar Inggris yang mengalami peningkatan jumlah izin bisnis hiburan sejak tahun 2103.

Statistik juga mengisyaratkan jumlah izin aktif turun sepertiganya di ibu kota London.

Pemerintah wilayah Westminster -tempat daerah industri seks Soho di pusat kota- mengalami penurunan tajam berdasarkan jumlah izin aktif, dari 31 di tahun 2013 menjadi empat di awal tahun 2018.

Berita terkait