'Obat kuat' Viagra sudah bisa dibeli tanpa resep dokter di Inggris

Viagra Hak atas foto Getty Images
Image caption Terhitung mulai Maret 2018 Viagra bisa dibeli di berbagai apotek di Inggris tanpa resep dokter.

Kaum laki-laki di Inggris yang memerlukan obat untuk mengatasi masalah impotensi mulai sekarang bisa membeli Viagra di apotek tanpa resep dokter.

Langkah ini diputuskan oleh Badan Regulasi Obat dan Layanan Kesehatan, MHRA, setelah melakukan konsultasi publik.

Keputusan ini mendapat dukungan para pakar kesehatan, yang mengatakan kebijakan seperti ini penting terutama bagi mereka yang malu atau tidak merasa nyaman berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi impotensi.

MHRA berharap dengan menyediakan Viagra secara bebas di apotek maka orang tak lagi terjebak membeli Viagra palsu yang banyak dijual di internet.

Di apotek, empat pil Viagra dijual seharga £19.99 atau sekitar Rp388.000.

Mick Foy, pejabat di MHRA, mengatakan impotensi bisa berdampak sangat buruk dan penting bagi kaum laki-laki untuk bisa mendapatkan akses cepat ke obat guna mengatasi masalah tersebut.

"Harus dipastikan ada akses yang cepat terhadap obat yang asli... jangan sampai mereka yang punya masalah impotensi menjadi korban obat palsu," kata Foy.

Dalam praktiknya Viagra dengan ukuran 50 mg per butir tak bisa langsung dibeli begitu saja.

Bisa tidaknya pil biru ini didapatkan akan ditentukan oleh apoteker yang akan bertanya tentang kondisi kesehatan secara umum dan obat-obat lain yang tengah dikonsumsi oleh calon pembeli Viagra.

Tidak mencakup pemeriksaan fisik

Konsultasi ini tidak mencakup pemeriksaan fisik dan jika apoteker menyimpulkan bahwa calon pembeli memang membutuhkan Viagra maka obat ini bisa didapatkan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Para ahli kesehatan mengatakan kondisi ini terjadi pada satu dari lima laki-laki dewasa di Inggris atau sekitar 4,3 juta orang.

Badan layanan kesehatan Inggris, NHS, mengatakan bahwa kaum laki-laki yang kadang sulit untuk ereksi antara lain disebabkan oleh stres, kelelahan, rasa cemas, maupun terlalu banyak meminum alkohol.

Para ahli kesehatan mengatakan kondisi ini terjadi pada satu dari lima laki-laki dewasa di Inggris atau sekitar 4,3 juta orang.

Viagra membantu mengendurkan pembuluh-pembuluh darah ke penis untuk membantu melancarkan aliran darah sehingga ereksi bisa terjadi saat dilakukan stimulasi seksual.

Para ahli mengatakan hampir sebagian besar dari yang mengonsumsi obat ini berhasil mendapatkan ereksi yang diinginkan.

Tapi para ahli kesehatan juga memperingatkan efek samping yang bisa didapatkan, yang mencakup antara lain sakit kepala, pusing-pusing, hidung yang tersumbat, mual, dan nyeri di bagian dada.

Topik terkait

Berita terkait