Lima lagu pop yang Anda mungkin tidak tahu tentang Tuhan

Justin Bieber Hak atas foto Getty Images
Image caption Justin Bieber dilaporkan tengah menyusun lagu-lagu bertema Kristen.

Menurut laporan tabloid The Sun, Justin Bieber sedang merekam sebuah album dengan konsep agama.

Bintang pop itu dikabarkan tengah mencari lagu-lagu yang pas berisi pesan kekristenan setelah menjadi jemaat gereja pentakosta, Hillsong Church.

"Ada tema-tema penting mengenai cinta dan penebusan dosa dalam lagu-lagu yang dia ciptakan. Ini jelas akan mengejutkan sejumlah fans," ujar sebuah sumber kepada tabloid itu.

Anggapan selama ini adalah lagu pop dengan tema agama pasti tidak enak didengar atau tidak masuk tangga lagu terpopuler.

Bagaimanapun, ada banyak contoh musisi arus utama yang memasukkan pesan keagamaan ke dalam lagu pop, termasuk tembang One Love yang dibawakan Bob Marley. ("Give thanks and praise to the Lord and I will feel all right").

Berikut lima lagu pop lainnya yang mungkin punya tema keagamaan tanpa Anda sadari:

1) Lenny Kravitz - Are You Gonna Go My Way

Salah satu lirik dalam lagu ini merujuk soal sosok mesias yang tengah merekrut murid-muridnya.

"I am the chosen, I am the one," cetus Kravitz. "But what I really want to know is/Are you going to go my way?"

Atau dalam bahasa Indonesianya, "Sayalah yang terpilih, sayalah Dia. Namun yang saya benar-benar ingin tahu adalah, apakah kamu hendak mengikuti jalanku?"

Kravitz mengaku lagu tersebut muncul sekelebat di benaknya. Dia ingat ketika menulis liriknya pada sehelai kantong belanjaan yang terbuat dari kertas cokelat. Meski demikian, kalimat-kalimat dalam lagu itu memang mencerminkan iman yang diyakininya.

Pada punggung Kravitz terdapat tato bertuliskan "My heart belongs to Jesus" atau "Hati saya milik Yesus" dan pernah dia berkata bahwa Yesus Kristus adalah "bintang rock sejati".

2) Candi Staton - You Got The Love

Penyanyi disko pada era 1980-an, Candi Staton, merekam lagu You Got The Love setelah meninggalkan musik sekuler dan mengabdikan hidupnya untuk gereja.

Anehnya, musik ini aslinya pernah muncul dalam video mengenai perjuangan pria tergemuk seluruh dunia dalam menurunkan berat badan.

Lagu ini menjadi populer ketika The Source menampilkannya pada 1991 sehingga lirik "My saviour's love is real" atau "Cinta juru selamat saya adalah nyata" terdengar ke berbagai penjuru negeri.

Kesuksesan lagu ini membuat Staton berpikir ulang mengenai kariernya.

"Lagu tersebut sangat inspiratif sehingga membuat saya berpikir ulang. Orang-orang di gereja biasa mengatakan kepada saya bahwa musik sekuler adalah musiknya iblis. Tapi saya menyadari bukan begitu," paparnya kepada harian The Guardian.

3) U2 - Until The End Of The World

Tema spiritual tidak pernah jauh dari para personel U2 sepanjang karier mereka. Bahkan, sekali waktu, mereka pernah mempertimbangkan untuk bubar dan mengabdikan diri kepada gereja.

Sejumlah lagu mereka didasari ajaran Kristen dalam Injil. Karena itu, beberapa gereja Katolik pernah mengganti lagu konvensional saat komuni dengan lagu-lagu U2.

Lagu U2 terkuat dalam konteks narasi adalah Until The End Of The World—yang bertolak dari perspektif Yudas Iskariot di Taman Getsemani.

Lirik pada lagu tersebut dimulai ketika Yudas mengkhianati Yesus—yang kemudian berujung pada penyaliban Yesus.

"I kissed your lips and broke your heart," nyanyi Bono. "You, you were acting like it was the end of the world."

"Saya mencium bibirmu dan menghancurkan hatimu. Kamu, kamu berakting seperti layaknya ini akhir dari dunia."

4) The Byrds - Turn! Turn! Turn!

"A time to be born, a time to die/A time to plant, a time to reap/A time to kill, a time to heal/A time to laugh, a time to weep."

"Ada saatnya dilahirkan, ada saatnya untuk meninggal/Ada saatnya untuk menanam, ada saatnya untuk memanen/Ada saatnya untuk membunuh, ada saatnya menyembuhkan/Ada saatnya tertawa, ada saatnya menangis."

Lagu hit kelompok The The Byrds yang dirilis pada 1965 lalu sangat mirip dengan salah satu ayat di dalam Alkitab, ketika Raja Salomo memikirkan makna kehidupan, Tuhan, dan kekekalan.

Lagu itu "mungkin satu-satunya lagu yang mengambil ayat di Alkitab dan berada di peringkat satu tangga lagu," kata gitaris Chris Hillman kepada Perpustakaan Kongres AS.

"Saya tahu Pete (Seeger, penulis lagu) mendapat setengah dari royalti. Saya tidak tahu apakah keturunan Raja Salomo mendapat bagian."

Hillman bukanlah orang yang taat pada agama saat menulis lagu tersebut. Dia baru belakangan memeluk agama Kristen.

5) Prince - Let's Go Crazy

Lagu ini dimulai dengan Prince yang menyampaikan khotbah diiringi organ gereja. Namun, lepas dari lirik mengenai seks dan "pisang ungu", banyak orang luput dari pesan keagamaan lagu ini.

Let's Go Crazy berisi permohonan untuk menjalani hidup tanpa takluk pada godaan iblis—yang diibaratkan sebagai lift turun yang mencoba "membawa kita turun".

Lagu ini berpesan bahwa orang-orang yang taat, hadiahnya ada di akhirat.

"A world of never ending happiness [where] you can always see the sun, day or night."

"Sebuah dunia yang tidak pernah kehilangan kebahagiaan, tempat Anda selalu melihat matahari, siang ataupun mala."

Prince merekam lagu-lagu lain yang secara gamblang bertema keagamaan (termasuk album jazz-funk berjudul The Rainbow Children).

Lagu-lagu lain:

Topik terkait