Prancis terapkan usia anak masuk sekolah empat tahun lebih awal dari Indonesia

Anak-anak Hak atas foto Getty Images
Image caption Perubahan tersebut hanya akan berdampak bagi sebagian kecil anak-anak.

Presiden Emmanuel Macron mengumumkan kebijakan baru yang menyatakan anak-anak di Prancis harus mulai bersekolah pada usia tiga tahun atau empat tahun lebih awal dari Indonesia.

Perubahan itu akan menjadikan Prancis sebagai salah satu negara yang menerapkan usia anak masuk sekolah paling dini di Eropa. Sebelumnya, Prancis mewajibkan anak-anak harus mulai bersekolah pada usia enam tahun.

Namun aturan tersebut hanya akan memengaruhi sejumlah kecil anak-anak, karena mayoritas keluarga Prancis sudah memilih untuk menyekolahkan anak-anaknya pada usia tiga tahun.

Menurut data pemerintah, anak-anak yang belum bersekolah pada usia tiga tahun hanya sekitar 2,4%.

Macron mengatakan perubahan itu dimaksudkan untuk mengurangi ketidaksetaraan dalam pendidikan, karena para orang tua di daerah miskin Prancis dan wilayah ibu kota cenderung menyekolahkan anak-anak mereka pada usia dini.

Menurut harian Le Monde, di Paris, sebanyak 93% anak-anak mulai bersekolah pada usia tiga tahun, tetapi di beberapa wilayah di luar ibu kota jumlahnya jauh lebih rendah.

"Saya berharap bahwa dengan kewajiban ini, dari awal tahun sekolah pada tahun 2019, kita dapat ... memperbaiki perbedaan yang tidak dapat diterima ini," kata Macron dalam sebuah konferensi pada hari Selasa (27/3).

Dia memuji perubahan itu sebagai "momen awal dalam sistem pendidikan Prancis".

Hak atas foto Thinkstock
Image caption Perdebatan tentang kapan anak-anak memulai sekolah masih bergulir.

Dibandingkan dengan Indonesia, wajib bersekolah sejak usia tiga tahun yang diterapkan Prancis sangatlah dini mengingat wajib belajar 12 tahun yang diterapkan Indonesia dimulai dari Sekolah Dasar, bukan Taman Kanak-Kanak.

Pada Peraturan Bersama antara Menteri Pendidikan dan Menteri Agama Nomor 2/VII/PB/2014 dan Nomor 7 TAHUN 2014, seorang anak berusia tujuh tahun wajib diterima sebagai murid Sekolah Dasar.

Adapun anak yang telah berusia enam tahun dapat diterima; telah berusia berusia lima tahun sampai dengan kurang dari enam tahun dapat dipertimbangkan atas rekomendasi tertulis dari psikolog profesional; dan berusia kurang dari lima tahun tidak dapat diterima.


Usia anak-anak mulai sekolah di negara-negara Eropa

Empat tahun: Irlandia Utara

Lima tahun: Siprus, Inggris, Malta, Skotlandia, Wales

Enam tahun: Austria, Belgia, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Republik Irlandia, Italia, Liechtenstein, Luxemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, Rumania, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Swiss, Turki

Tujuh tahun: Bulgaria, Estonia, Finlandia, Latvia, Lithuania, Polandia, Serbia, Swedia, Indonesia

Sumber: National Foundation for Educational Research


Ada banyak perdebatan tentang kapan anak-anak harus memulai pendidikan formal.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015 menemukan bahwa anak-anak yang terlambat memulai sekolah cenderung kurang perhatian atau hiperaktif di kelas.

Anak-anak di sejumlah negara seperti Finlandia, Polandia, dan Estonia— tiga negara paling sukses di Eropa dalam bidang pendidikan—memulai sekolah pada usia tujuh tahun.

Tetapi anak-anak di negara-negara tersebut biasanya berada di kelas penitipan anak, di mana mereka sudah belajar melalui permainan. Ukuran kelas juga umumnya lebih kecil.

Topik terkait

Berita terkait