Acara tebak jenis kelamin anak dengan buaya menuai kontroversi

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Buaya air tawar digunakan untuk menebak jenis kelamin anak

Di beberapa negara dan budaya, pasangan yang menantikan kelahiran anak biasanya menggelar acara untuk menebak jenis kelaminnya dengan mengundang keluarga maupun kerabat dekat.

Dan tak sedikit pula rekaman videonya yang disebar di internet menarik perhatian jutaan pemirsa.

Namun ada juga yang sekaligus memicu kontroversi di internet, seperti video yang ditayangkan keluarga Kliebert di Australia.

Di jaman modern, acara menebak jenis kelamin anak menggunakan berbagai cara yang kreatif dengan warna merah jambu untuk perempuan sedang biru untuk laki-laki.

Dan keluarga Kliebert menggunakan cara yang jelas tidak biasa, atau mungkin cara satu-satunya, yaitu dengan buaya air tawar peliharaan mereka serta satu semangka.

Videonya di Facebook ditonton sampai tujuh juta kali namun juga memicu perdebatan tentang keamanan jiwa maupun perlindungan satwa.

Dalam video terlihat Mike Kliebert -yang mengelola peternakan buaya air tawar- menaruh satu semangka ke mulut Sally -buaya peliharaan mereka- di hadapan sekelompok orang.

Begitu Sally menerkam semangka itu dengan gigi-giginya yang tajam, terlemparlah jeli berwarna biru, yang mengindikasikan bahwa sang calon anak adalah laki-laki.

Para hadirin yang menyaksikan bersorak riang dan setelah videonya diterbitkan di internet, ribuan orang ikut mengucapkan selamat kepada keluarga itu.

Hak atas foto Melody Kliebert
Image caption Mike Kliebert menegaskan ada 'belasan pengendali buaya' di antara hadirin untuk memastikan situasinya aman.

Akan tetapi muncul pula kritik dari sejumlah orang yang merasa terganggu karena dilibatkannya buaya dengan menyebut sebagai 'mengerikan' dan 'kejam'.

Sementara ada yang mengungkapkan kekhawatiran akan keselamatan jiwa karena dalam video itu terlihat seorang anak yang berguling di rumput tak jauh di samping buaya Sally.

Mile Kliebert kemudian tampak menutup moncong Sally untuk mencegahnya mendekati kerumunan orang.

Beberapa komentar di internet menyebut acara itu melibatkan kekerasan atas satwa sampai seorang wartawan, Yashar Ali, menulis dia berharap 'buaya itu menggigit tangannya'.

Seorang yang menanggapi komentar Ali mempertanyakan kapan orang akan 'berhenti menggunakan dan menyalahgunakan satwa untuk kesenangan mereka'.

Kliebert menanggapi kritik-kritik itu dan mengatakan yang disebutnya 'pikiran buruk' orang tentang upacara menebak jenis kelamin anak dalam video berikutnya.

Dalam video penjelasan, dia mengenalkan putranya Blaze -yang berguling di rumput dalam video pertama- dan menegaskan 'sedikitnya ada belasan orang di sana yang merupakan pengendali buaya' untuk memastikan situasi aman.

Dia menyadari bahwa kecelakaan memang bisa terjadi dan mengakui buaya itu sudah menggigitnya sampai tiga kali namun meyakinkan dia adalah 'pengendali buaya kelas dunia' dan keluarganya memberi tempat perlindungan bagi satwa reptilia itu.

Ketika Blaze ditanya tentang pendapatnya atas komentar-komentar negatif orang terkait video keluarganya, dia menyimpulkan 'mereka amat jahat'.

Sejumlah orang memang setuju dan memberi komentar kepada video pertama dengan 'tebakan jenis kelamin terbaik yang pernah saya lihat'.

Topik terkait

Berita terkait