Fakta di balik kemewahan mahasiswa yang belajar di luar negeri

Makan mewah Hak atas foto Twitter/eliesaaab
Image caption Foto di atas adalah olok-olok terhadap para mahasiswa kaya, saking mewahnya mereka diibaratkan menyantap perhiasan bermerek seperti Gucci dan Yves Saint Laurent.

Siapa diantara Anda yang bisa melupakan masa-masa sulit, ketika Anda harus berhemat dengan hanya makan mi instan, karena dompet cekak atau utang mencekik? Atau minta kuah yang banyak agar nasi putih Anda yang berlauk tempe rasanya sedikit lezat?

Tapi bagaimana dengan para mahasiswa internasional? Apakah Anda tahu, diantara mereka ada yang mengendarai mobil mewah Lamborghini dan nongkrong di klub-klub mewah?

Ini mungkin foto-foto yang terlihat berlebihan, diambil dari cuitan-cuitan di Twitter yang menjadi viral, foto tersebut merupakan lelucon yang memperolok para mahasiswa internasional yang menyantap perhiasan emas untuk makan siang - di saat yang lainnya meradang dan hanya makan semangkuk sup.

Hak atas foto Twitter
Image caption Uh: sarapan dengan telur dari desainer super?

Lantas muncul foto-foto lain yang mengolok-olok gaya hidup mewah para mahasiswa ini membanjiri Twitter.

Banyak orang ingin menyorotinya dengan cerita yang berbeda, meskipun, mereka menunjukkan bahwa bagi banyak mahasiswa internasional ,gambar-gambar ini sangat jauh dari kenyataan

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ada sebagian kecil mahasiswa internasional yang mengendarai Lamborghini.

Biaya kuliah yang dihabiskan oleh mahasiswa internasional cenderung jauh lebih mahal dibanding mahasiswa dalam negeri dan Uni Eropa, dengan biaya sekolah, biaya hidup dan biaya visa rata-rata senilai £22.000 atau Rp427 juta setahun.

Selain itu, para calon mahasiswa ini harus menunjukkan bahwa mereka mampu membiayai kuliah - ditambah setidaknya uang saku sebesar £12.000 atau Rp233 juta untuk biaya hidup tahun pertama - biasanya mereka sudah punya tabungan di bank ketika mengajukan beasiswa.

Akibatnya, kebanyakan universitas di Inggris berada di luar jangkauan sebagian besar mahasiswa asing - di luar mahasiswa yang datang dari kalangan kaya.

Hak atas foto Twitter / Mariam
Image caption Mengolok mahasiswa internasional: pisang pun bermerk mewah.

Tetapi beberapa siswa internasional berhasil mendapat biaya kuliah di universitas melalui beasiswa - baik sebagian atau seluruhnya. Sebagian lagi memiliki keluarga yang memang menabung secara khusus untuk biaya pendidikan anak-anak mereka.

"Kami tidak dapat menyembunyikan fakta bahwa dibutuhkan banyak uang untuk datang dan belajar di Inggris," Dominic Scott, CEO UK Council untuk Urusan Pelajar Internasional (UKCISA), mengatakan kepada BBC Three.

"Memang selalu ada sebagian kecil mahasiswa yang mengendarai Lamborghini melintas di Mayfair atau kawasan London Tengah, dan mereka terlihat mencolok."

Hak atas foto Twitter
Image caption Bahkan kertas toiletpun kertas kencana?

"Tetapi kenyataannya sebagian besar mahasiswa internasional di Inggris yang jumlahnya 400.000 orang, berjuang mati-matian untuk memperoleh dana cukup agar bisa datang ke Inggris dan memenuhi impian mereka. Biasanya, orang tua mereka yang membiayai - dan terkadang mereka menguras seluruh tabungan keluarganya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Banyak mahasiswa internasional yang hanya bisa datang karena mendapat beasiswa.

Dia menambahkan: "Jika Anda masuk ke kampus mana pun Anda akan menemukan satu orang mahasiswa yang mengendarai Lamborghini, 50 orang yang sehari-hari naik bus, dan 20 lainnya memasak makanan sendiri -yang murah."

Topik terkait

Berita terkait