Ramai diprotes, Sina Wiebo akhirnya cabut larangan konten homoseksual

Pu Chunmei Hak atas foto Pu Chunmei
Image caption Pegiat Pu Chunmei (kiri) memprotes Weibo dengan menerbitkan foto bersama putranya (kana) yang gay.

Jaringan media sosial terbesar di Cina, Sina Weibo, mengubah kebijakan untuk melarang konten homoseksualitas setelah munculnya kemarahan dari banyak penggunanya.

Weibo, Jumat (13/04) pekan lalu, menyatakan pesan-pesan terkait dengan homoseksualitas akan dicabut.

Namun para penggunanya malah mengungkapkan kemarahan atas kebijakan itu dan Senin (16/04) Sina Weibo akhirnya mengumumkan mengubah kebijakannya.

Sering disebut sebagai Twitter-nya Cina, Sina Weibo merupakan jaringan media sosial yang paling populer di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa itu.

Apa yang terjadi?

Pekan lalu, Sina Weibo membuat kejutan dengan mengumumkan 'kampanye pembersihan'.

Disebutkan bahwa selama tiga bulan mendatang, mereka akan mencabut konten -baik itu video, naskah, maupun kartun- yang berkaitan dengan pornografi, kekerasan, dan homoseksual.

"Hal ini untuk menjamin lebih lanjut masyarakat dan lingkungan yang bersih serta harmonis," jelas jaringan mendia sosial tersebut dan menambahkan sudah menghapus 50.000 pesan ketika mengumumkan kebijakannya.

Aksi pembersihan, jelas raksasa media sosial Cina itu, ditempuh karena undang-undang internet yang lebih ketat diberlakukan tahun lalu walau tidak menjelaskan kenapa baru bertindak sekarang.

Pihak berwenang Cina dalam beberapa waktu belakangan memang menerapkan upaya untuk mengatasi konten-konten internet yang dianggap tidak tepat.

Pada Senin (16/04) pagi waktu Cina, perangkat lunak penelusuran sensor, FreeWeibo, menemukan bahwa kata yang paling banyak disensor di Sina Weibo adalah 'homoseksual'.

Bagaimana warga net bereaksi?

Sepanjang akhir pekan, banyak orang dari komunitas LGBT yang menggunakan Weibo untuk memprotes keputusan tersebut, dengan tagar #IAmGay (#SayaGay) dan #ScumbagSinaHelloIAmGay# (#BajinganSinaHelloSayaGay).

Sejumlah warganet lain mencoba menguji langsung dengan menerbitkan foto mereka bersama pasangan gay maupun teman atau saudara yang gay.

Hak atas foto Pu Chunmei
Image caption Salah satu foto Pu Chunmei bersama putranya yang menyebar cepat.

Salah satunya adalah pegiat LGBT, Pu Chunmei, yang menerbitkan pesan-pesan bersemangat dengan foto bersama putaranya yang gay, dan pesannya menyebar cepat.

"Putraku dan saya cinta negara kami... kami bangga menjadi Cina," katanya. "Namun hari ini saya melihat pengumuman Sina Weibo... sebagai sumber berita, itu diskriminatif, menyerang minoritas, dan merupakan kekerasan!

Pesan lain yang menyebar luas adalah video tanpa tanggal yang memperlihatkan eksperimen sosial dengan para sukarelawan gay berdiri di jalanan untuk menawarkan pelukan kepada orang yang lewat.

Pengguna yang menerbitkannya mengatakan video aslinya sudah dicabut Weibo namun mengatakan "hari ini saya tidak tahan untuk menerbitkannya lagi."

Hak atas foto Sina Weibo/Yimoshushu
Image caption Video yang memperlihatkan kaum homoseksual menawarkan pelukan kepada orang yang lewat di jalanan dicabut oleh Weibo.

Bagaimanapun masih banyak pesan terkait homoseksualitas yang tetap terbit hingga Senin pagi karena sistem sensor tidak mampu mengimbangi banjir pesan.

Dan Sina Weibo kemudian mengumumkan pernyataan baru yang mengatakan upaya pembersihan 'tidak diterapkan lagi untuk konten homoseksual'.

"Kami mengucapkan terimakasih untuk diskusi dan saran," tambah pernyataan itu.

Para warganet pun bersorak.

Salah seorang pengguna menulis: "Sama sekali tidak ada yang salah dengan menjad homoseksual... kami berharap Weibo tidak melakukan diskriminasi seperti itu di masa depan."

Bagaimana posisi Cina untuk hak-hak LGBT?

Homoseksual bukan meerupakan sebuah kejahatan lagi sejak dekade lalu namun konservatisme tetap kuat di beberapa wilayah negara itu.

Walau ditentang oleh masyarakat yang konservatif, kehadiran komunitas dan pegiat LGBT tetap kuat dan bersemangat di Cina.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Walau perkawinan gay belum diizinkan di Cina, banyak pasangan gay yang merayakannya untuk meningkatkan kesadaran atas homoseksualitas.

Bagaimanapun dalam beberapa bulan belakangan, sejumlah kaum LGBT merasakan bahwa keberadaan mereka mulai dibatasi oleh kubu konservatif.

Bahkan beberapa pihak melihat larangan Sina Weibo sebagai bagian dari kecenderungan yang lebih besar untuk menyingkirkan komunitas LGBT, termasuk di dalamnya adalah keputusan pengawas resmi media di Cina yang tahun lalu menganggap konten homoseksual sebagai 'pornografi dan vulgar'.

Tanggapan pemerintah Cina selalu bersikap 'tidak mendukung dan tidak menentang' homoseksualitas, namun juga tidak mengupayakan hak-hak LGBT, seperti dijelaskan pegiat Li Tingting kepada BBC Cina.

Terkait dengan larangan Sina Weibo atas konten homoseksual dan pencabutannya ini, masih belum ada pernyataan pemerintah Cina.

Topik terkait

Berita terkait