Sebotol minuman anggur peninggalan masa Raja Louis XVI terjual Rp1,7 milyar

botol anggur Hak atas foto AFP
Image caption Minuman wine yang dibuat dari buah anggur yang dipanen pada masa pemerintahan Raja Louis XVI, sebotol vin jaune alias anggur kuning itu berasal dari wilayah Jura di bagian timur Prancis.

Sebotol minuman anggur atau wine yang berasal dari tahun 1774 telah terjual melalui proses lelang di Prancis timur dengan harga sekitar $120.800 (€103,700) atau lebih dari Rp1,7 milyar.

Minuman anggur kuning alias vin jaune yang dipanen pada masa pemerintahan Raja Louis XVI itu berasal dari wilayah Jura di bagian timur Prancis.

Pada lelang yang sama, dua botol yang berisi anggur dari periode yang sama juga laku sekitar €76,250 dan € 73.200.

Tiga botol minuman anggur kuning itu dibuat oleh pembuat anggur terkenal asal Prancis, Anatoile Vercel.

Dilaporkan, tiga botol anggur itu dimiliki oleh keturunan Vercel yang tinggal di kota Arbois, salah-satu pusat pembuatan minuman anggur di wilayah Jura.

Anggur tertua

Diyakini tiga botol wine itu merupakan beberapa dari sekian minuman anggur yang tertua di dunia.

Para pembeli tiga botol anggur itu adalah seorang Kanada dan seseorang yang biasa membeli minuman anggur untuk orang warga Amerika Serikat melalui perwakilannya di Prancis, lapor kantor berita AFP mengutip juru lelang Brigitte Fenaux, dari rumah lelang Jura Enchere.

"Saya tidak berpikir bahwa botol-botol anggur ini akan lari terjual. Rekor penjualan terakhir terjadi pada 2011 yaitu sekitar € 57.000," katanya.

"Ada pembuat anggur di ruangan yang bertepuk tangan, mereka gembira."

Kantor berita AFP melaporkan bahwa pada tahun 1994, 24 orang ahli minuman anggur telah mencicipi minuman anggur dari wilayah Jura dan mereka menganggap minuman itu bernilai 9,4 dari nilai maksimal 10.

Berita terkait