Perempuan bisa, tapi lelaki jadi tak bisa berkomentar nakal tanpa jadi seksis

Mariella Frostrup
Image caption "Kita hidup dalam masa-masa yang membingungkan dan saya adalah yang pertama yang mengakui standar ganda," tutur presenter Mariella Frostrup.

Penyiar Inggris Mariella Frostrup mengeluhkan munculnya 'standar ganda' yang baru ihwal seksime, yang memungkinkan perempuan untuk berbicara dengan nada seksual tentang pria, namun ketika terjadi sebaliknya, pria yang berbicara dengan nada seksual tentang perempuan, bisa muncul tudingan seksisme.

Pembawa acara program Open Book di BBC Radio 4 ini mengungkapkan hal ini ketika menulis tentang serial televisi yang baru berjudul Poldark di Radio Times.

Ia mengatakan bahwa ia sendiri bisa mengomentari "tampilan aktor Aidan Turner yang basah-basahan tanpa mengenakan baju atasan".

Namun kini, kaum laki-laki tidak akan bisa lagi berkomentar sejenis itu tentang aktor perempuan.

"Sebagai perempuan, saya bisa dengan bebas melontarkan komentar seperti itu tanpa terlalu banyak berpikir panjang," kata Frostrup.

"Memang, ada suasana perayaan yang tak terbantahkan di kalangan perempuan karena tidak lagi (jadi objek yang lelaki bisa seenaknya bicara tentangnya)."

"Tapi kita hidup di masa-masa yang membingungkan dan saya harus mengakui adanya standar ganda. Jika ada seorang teman pria menulis betapa menariknya aktris yang jadi lawan main Turner di film itu, maka ia akan jadi bulan-bulanan di Twitter."

Image caption Banyak yang mengomentari penampilan Turner di film yang berjudul Poldark.

Sang presenter itu mengatakan ia khawatir bahwa "kita kehilangan, tidak hanya kepekaan humor kita, tetapi juga kepekaan proporsional kita, karena kita melemparkan semua hal yang dianggap tergolong seksime ke dalam keranjang kampanye #MeToo".

Tagar #MeToo menyebar ke seluruh dunia menyusul tuduhan serangan seksual oleh Harvey Weinstein terhadap banyak perempuan dan mendorong banyak orang untuk berbagi cerita tentang pelecehan yang mereka alami.

Frostrup menambahkan, "Ada perbedaan besar sekali antara menilai martabat seseorang hanya atas dasar aset fisik mereka dan mengekspresikan kekaguman terhadap sesama manusia yang memiliki karunia Tuhan berupa (diduga) rupa yang indah.

"Mengagumi Aidan Turner seharusnya bisa menjadi semacam hiburan nasional yang dapat diterima, sebagai ungkapan acungan jempol kekaguman atas kemanusiaan di satu sisi dan penampilannya yang menarik di lain sisi," katanya.

Topik terkait

Berita terkait