Setelah ditemukan selamat, kini tantangannya membawa 13 orang keluar dari gua di Thailand

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Momen penemuan 12 remaja dan pelatih mereka di gua di Thailand setelah mereka dinyatakan hilang sembilan hari lalu.

Dua belas remaja dan pelatih sepak bola mereka yang hilang di sebuah gua di Thailand selama sembilan hari telah ditemukan dalam keadaan selamat.

Tantangannya kini adalah mengeluarkan mereka dengan selamat sementara permukaan air di dalam gua meningkat dan lumpur menghambat jalan masuk dan ke luar.

Keluarga mereka menyambut dengan amat gembira berita ditemukannya mereka dalam keadaan hidup.

Dalam video dramatis yang diunggah pasukan khusus Angkatan Laut Thailand, tampak para remaja tersebut duduk berlindung di salah satu pojok gua yang kering.

Hak atas foto EPA
Image caption Terowongan menuju gua tempat 13 orang terperangkap itu dilaporkan masih penuh dengan air.

Dua penyelam Inggris yang pertama kali menemukan mereka, Rick Stanton dan John Volanthen, memerlukan waktu beberapa jam pada Senin (02/07), untuk mencapai tempat para anak dan remaja yang terperangkap tersebut.

Image caption Berita tentang terperangkapnya 12 remaja dan pelatihnya mendapat perhatian meluas di Thailand.

Dalam video yang diterbitkan di Facebook oleh satuan khusus Angkatan Laut Thailand, Navy Seals, salah seorang penyelam berbicara dengan bahasa Inggris kepada kelompok yang duduk di gundukan di atas permukaan air.

"Berapa orang kalian?" tanya penyelam.

"Tiga belas!" terdengar jawaban.

"Tiga belas? Hebat!"

Hak atas foto AFP
Image caption Keluarga yang menanti mengungkapkan kegembiraan mendengar berita 12 anak dan pelatihnya yang ditemukan dalam keadaan selamat.

Mereka terdengar bertanya kapan bisa dibawa ke luar dan salah seorang dari penyelam yang tidak terlihat di video menjawab: "Tidak hari ini. Kami hanya dua. Kami harus menyelam. Kami akan datang. OK? Banyak yang akan datang. Kami yang pertama."

Salah seorang dari mereka terdengar mengatakan: "Makan, makan, makan, katakan kepada mereka kami lapar."

Pasokan pangan dan obat-obatan kini sedang dibawa ke tempat mereka terperangkap.

Tim penyelamat masih harus memutuskan apakah membawa mereka ke luar melewati terowongan yang dipenuhi air dengan menggunakan peralatan selam atau menunggu sampai kekuatan mereka pulih kembali dan air di terowongan dipompa hingga kering.

Hak atas foto Facebook/ekatol
Image caption Foto di Facebook yang memperlihatkan anak-anak yang sudah dinyatakan selamat.

Kepastian ditemukannya mereka dalam keadaan selamat diumumkan oleh gubernur Provinsi Chiang Rai, Narongsak Osottanakorn.

"Seluruhnya selamat, tetapi misi ini belum selesai," kata gubernur.

"Misi kita adalah mencari, menyelamatkan dan membawa mereka kembali pulang. Tapi sejauh ini kami baru menemukan mereka. Misi selanjutnya adalah mengeluarkan mereka dari gua dan membawa mereka pulang."

Gubernur mengungkapkan tim SAR akan terus mengeluarkan air yang membanjiri gua, sembari mengirim dokter dan perawat menyelam ke dalam gua untuk memeriksa kesehatan para anak sekolah dan pelatih bola mereka.

Image caption Regu penyelamat berjuang menghadapi hujan lebat.

"Jika dokter mengatakan kondisi fisik mereka cukup kuat untuk bergerak, mereka akan dibawa keluar dari goa.

"Kami akan memberikan apapun yang kami bisa sampai mereka bisa kembali sehat dan bersekolah."

Siapa yang terkerangkap di gua itu?

Para remaja berusia 11 hingga 16 tahun itu, beserta pelatih sepak bola mereka melakukan penjelajahan ke gua-gua Tham Luang, Sabtu (30/06) pekan lalu.

Namun, penjelajahan berujung kabar yang menyita perhatian dunia, ketika hujan deras yang mengguyur, membanjiri gua yang dipenuhi berbagai terowongan sempit itu. Mereka terperangkap dan dinyatakan hilang.

Image caption Panjang gua di Provinsi Chiang Rai mencapai berkilometer ke bawah tanah.

Pencarian pun digencarkan.

Selain mengerahkan satuan elite Navy Seals Thailand, satu tim penyelam internasional juga membantu upaya penyelamatan. Namun mereka semua menghadapi kondisi yang sulit di bawah tanah.

Hak atas foto EPA
Image caption Para penyelam semakin mendekati yang diperkirakan menjadi tempat terperangkapnya 12 anak sekolah Thailand.

Dua belas anak yang terperangkap di gua itu adalah anggota klub bola Moo Pa atau Celeng Liar.

  • Asisten pelatih, Ekkapol Janthawong, yang berusia 25 tahun sesekali membawa mereka melakukan perjalanan, termasuk menjelajah gua seperti ini dua tahun lalu.
  • Anggota termuda adalah 'Titan' Wibrunrungrueang yang berusia 11 tahun dan sudah mulai main bola sejak berusia tujuh tahun.
  • Duangpet 'Dom' Promtep, 13 tahun, adalah kapten klub dan disebut sebagai motivator kelompok.
  • Pelatih kepala, Nopparat Kantawong, tidak bergabung dengan penjelajahan gua kali ini dan mengatakan anak-anak itu -yang bermimpi bisa menjadi pemain sepak bola profesional- akan tetap bersatu.
  • "Saya yakin mereka tidak akan mengabaikan satu sama lain," katanya kepada media. "Mereka akan saling memperhatikan."

Apa saja yang dilakukan?

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan para korban adalah menurunkan permukaan air di dalam gua. Meskipun begitu kemajuannya amat pelan.

Pompa air menghisap 10.000 liter air dari dalam gua setiap jam, tetapi beberapa bagian tetap banjir.

Sementara itu, daya pandang nyaris nihil di area itu sehingga membuat para penyelam tidak bisa bergerak banyak.

Gubernur provinsi setempat, Narongsak Osottanakorn, mengatakan kepada para wartawan bahwa dibutuhkan waktu delapan jam bagi tim penyelamat hanya untuk bergerak maju sejauh 600 meter.

Para ahli kesehatan mengatakan keselamatan para korban yang terperangkap tergantung pada ketersediaan air bersih dan bisa bertahan selama delapan hari walau tanpa makanan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Nasib 12 kaum muda yang terperangkap di gua bawah tanah mendapat perhatian meluas di Thailand.

Meski begitu, Dr Somsak Akkasilp, Direktur Departemen Layanan Medis, mengatakan para korban menghadapi risiko infeksi dari air kotor maupun kontak fisik dengan sejumlah binatang di dalam gua.

Suhu di dalam gua sendiri diperkirakan berkisar antara 20 hingga 25 derajat celcius dan batu kapur yang berpori-pori membuat oksigen cukup mengalir di dalam gua yang dikenal mengandung kantung-kantung air dengan CO2.

Topik terkait

Berita terkait