Karena video seks dan kekerasan di telepon, turis Malaysia diusir dari Australia

Australia, Malaysia Hak atas foto Australian Border Force
Image caption Pria yang tidak disebut namanya itu berusia 43 tahun dan tiba di Perth dari Kuala Lumpur.

Seorang turis Malaysia diusir dari Australia karena 'video seks bejat dan kekerasan sadis' ditemukan di telepon genggamnya saat pemeriksaan bagasi.

Pria berusia 43 tahun -yang tidak disebutkan namanya- tiba di bandara Perth, Rabu (11/07) dari Kuala Lumpur dan ketika bagasinya sedang diperiksa, petugas malah menemukan 'konten yang tak bisa diterima' itu di teleponnya.

Dia kemudian mendekam di ruang tahanan imigrasi di bandara sebelum dipulangkan Jumat (13/07), setelah visanya dibatalkan dan teleponnya disita.

Pimpinan wilayah Barat Satuan Perbatasan Australia ABF, Mark Wilson mengatakan gambar-gambar yang ditemukan itu 'menjijikkan dan bertentangan' dengan peraturan di Australia tanpa merinci lebih lanjut.

"Video yang mencerminkan kebejatan seksual yang ekstrim dan kekerasan yang mengerikan tidak ditemukan di komunitas kami dan setiap orang yang terlibat dalam perilaku seperti itu terancam kehilangan hak untuk berada di sini."

Hak atas foto Australian Border Force
Image caption Setelah mendekam di ruang tahanan imigrasi, pria Malaysia dipulangkan dengan visanya yang dibatalkan dan teleponnya disita.

Lewat pernyataan di situs ABF, Mark menambahkan para pengunjung harus menyadari bahwa mereka secara konsisten memeriksa materi-materi terlarang, selain gambar-gambar yang melibatkan eksploitasi anak.

Bulan Maret, seorang pria Malaysia lainnya ditangkap di Bandara Internasional Melbourne karena ditemukan 900 foto maupun video pornografi di komputer jinjing dan telepon genggamnya.

Satuan Perbatasan Australia menyebutkan pria berusia 27 tahun tiba di Melbourne pada 25 Maret dari Kuala Lumpur.

Topik terkait

Berita terkait