Gua Thailand: Penyelam yang selamatkan remaja diberi tiket pesawat gratis seumur hidup

Volanthen Hak atas foto Getty Images
Image caption Foto Volanthen yang diambil pada 28 Juni atau lima hari setelah 12 remaja dinyatakan hilang di dalam gua.

Penyelam yang membantu menyelamatkan 12 remaja Thailand dan pelatih sepak bola dari gua tempat mereka terperangkap selama berhari-hari diberi tiket pesawat gratis ke Thailand seumur hidup.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh pemerintah Thailand kepada dua penyelam Inggris, John Volanthen dan Jason Mallinson, sesaat sebelum keduanya pulang ke Inggris setelah sukses membantu evakuasi para remaja berusia 11-16 tahun tersebut.

"Ini untuk menunjukkan apresiasi kami. Perdana menteri kami ingin Anda diberi ini," kata Wirasak Kowsoorad, menteri pariwisata saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Volanthen dan Mallinson.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Upaya penyelamatan remaja yang terperangkap di gua Thailand

"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan Anda berdua. Ini penyelamatan yang sungguh luar biasa dan kami sangat berterima kasih. Anda akan kami sambut dengan tangan terbuka, kapan saja. Anda punya banyak sahabat di negara ini," kata Wirasak.

Arkhom Termpittayapaisith, menteri transportasi menambahkan, "Anggap saja ini tiket gratis ke Thailand yang berlaku seumur hidup."

Saat tiba kembali di bandar udara Heathrow di London, Volanthen, tak bisa menyembunyikan kelegaan dan kegembiraan karena semua remaja yang dinyatakan hilang sejak 23 Juni itu akhirnya ditemukan selamat pada 2 Juli.

Misi evakuasi dari lokasi mereka yang jauh di dalam lorong gua yang banjir, yang digambarkan sebagai 'misi yang tidak mungkin' juga bisa dilaksanakan dengan baik.

Tiga belas orang ini diangkat dari gua dalam tiga gelombang mulai Minggu hingga Selasa, 8-10 Juli.

Hak atas foto EPA
Image caption Bagi Volanthen, Gua Tham Luang bukan gua yang asing bagianya. Ia pernah melakukan eksplorasi gua ini.

Meski banyak yang menyebut tim penyelam dan seluruh anggota tim SAR sebagai pahlawan, Volanthen dengan rendah hati menolak sebutan tersebut.

"Bukan, kami bukan pahlawan. Yang kami lakukan adalah melakukan (misi evakuasi) secara penuh perhitungan dan dilakukan dengan sangat hati-hati," kata Volanthen, yang sehari-harinya berprofesi sebagai konsultan teknologi informasi tersebut.

Bersama penyelam Inggris lain, Rick Stanton, Volanthen adalah dua penyelam pertama yang menemukan para remaja.

Suaranya yang keras dan memecah keheningan dalam video yang viral membuat banyak orang merasa terharu.

Dalam video ini, ia bertanya, "Berapa jumlah kalian?" yang dijawab, "Tiga belas."

Jawaban yang membuat mereka yang mengikuti drama ini menjadi lega, karena dengan begitu terungkap bahwa 13 orang yang hilang itu selamat setelah dikhawatirkan mereka mungkin tidak pernah ditemukan karena hilang selama sembilan hari.

Mallioson adalah salah satu anggota tim yang membantu evakuasi.

Topik terkait

Berita terkait