eSports masuk Asian Games, tapi bisakah disebut sebagai olahraga?

eSports, mobile game

Menjelang kompetisi Asian Games 2018, para atlet yang akan berpartisipasi terus melatih fisik mereka—tapi tidak demikian bagi Ilham Bahrul.

Satu-satunya latihan fisik yang ia lakukan, kalaupun bisa disebut begitu, ialah meregangkan kedua ibu jarinya.

Laki-laki berusia 22 tahun itu lalu duduk di teras, mengeluarkan ponsel dari sakunya, dan membuka mobile game bernama Arena of Valor, gim strategi di mana Anda terus-menerus menambah kekuatan karakter untuk menghancurkan markas lawan.

Ilham Bahrul adalah salah satu atlet yang terpilih untuk mewakili Indonesia di cabang olahraga eSports di Asian Games 2018 mendatang.

Untuk pertama kalinya, Dewan Olimpiade Asia (Olympics Council of Asia, OCA) menyertakan permainan video gim kompetitif alias eSports dalam ajang olahraga paling bergengsi di Asia itu. Kali ini eSports tampil sebagai cabang olahraga eksibisi, yang berarti pemenangnya akan mendapatkan medali namun perhitungan medali tersebut tidak ditambahkan ke klasemen umum.

Jakarta

Stadion Utama Gelora Bung Karno

Stadion Utama Gelora Bung Karno
Attribusi gambar Getty Images

Asian Games 2018 menjadi untuk kedua kalinya Stadion Utama GBK menjadi tempat berlangsungnya ajang olahraga terbesar Asia setelah sebelumnya dilaksanakan pada 1962. Untuk persiapan, Stadion Utama direnovasi dengan anggaran Rp770 miliar.

Pertandingan Olah Raga

  • Upacara Pembukaan & Penutupan
    Upacara Pembukaan & Penutupan
  • Atletik
    Atletik

Gelora Bung Karno Aquatic Center

Gelora Bung Karno Aquatic Center
Attribusi gambar Getty Images

Stadion Akuatik Gelora Bung Karno memiliki tiga kolam utama dan satu kolam pemanasan berstandar Olimpiade dari FINA (Federasi Renang Internasional) yang siap digunakan dalam Asian Games 2018.

Pertandingan Olah Raga

  • Renang
    Renang
  • Renang Indah
    Renang Indah
  • Lompat Indah
    Lompat Indah
  • Polo Air
    Polo Air

Istora Gelora Bung Karno

Istora Gelora Bung Karno
Attribusi gambar Getty Images/AFP

Istora Senayan termasuk salah satu lokasi dalam Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno yang direnovasi untuk Asian Games 2018. Pembaruan dilakukan pada tempat duduk penonton di tribun, rangka jendela, tirai elektronik, daya lampu, dan teknologi.

Pertandingan Olah Raga

  • Bulutangkis
    Bulutangkis
  • Bola Basket
    Bola Basket

Lapangan Tennis Indoor Gelora Bung Karno

Lapangan Tennis Indoor Gelora Bung Karno
Attribusi gambar INASGOC

Direnovasi sejak September 2016 dengan anggaran Rp92,8 miliar, lapangan indoor telah dilengkapi kursi, sistem pencahayaan 1.500 lux, papan skor dan sistem AC.

Pertandingan Olah Raga

  • Bola Voli
    Bola Voli

Lapangan Panahan Gelora Bung Karno

Lapangan Panahan Gelora Bung Karno
Attribusi gambar INASGOC

Lapangan Panahan di GBK termasuk salah satu area yang direnovasi menjelang pelaksanaan Asian Games 2018, seperti dengan penambahan fasilitas layar raksasa, keran tempat minum, dan tempat latihan atlet.

Pertandingan Olah Raga

  • Panahan
    Panahan

Lapangan Bisbol Gelora Bung Karno

Lapangan Bisbol Gelora Bung Karno
Attribusi gambar Getty Images

Menjelang Asian Games 2018, pemerintah membangun stadion baru untuk bisbol di area kompleks GBK, Senayan. Asian Games 2018 akan menjadi pertama kalinya tim bisbol Indonesia, Laos dan Sri Lanka berkompetisi dalam cabang olah raga ini.

Pertandingan Olah Raga

  • Bisbol
    Bisbol

Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno

Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno
Attribusi gambar Getty Images

Menjelang persiapan Asian Games 2018, lapangan sofbol di Gelora Bung Karno diperbaiki sehingga kini menjadi berstandar internasional.

Pertandingan Olah Raga

  • Sofbol
    Sofbol

Hall Bola Basket Gelora Bung Karno

Hall Bola Basket Gelora Bung Karno
Attribusi gambar Perwitasari

Hall Bola Basket menjadi satu dari dua lokasi tempat berlangsungnya kompetisi bola basket di Asian Games. Selain di hall ini, kompetisi juga akan diadakan di Istora Senayan khusus untuk babak semifinal dan final.

Pertandingan Olah Raga

  • Bola Basket
    Bola Basket

Lapangan Hoki Gelora Bung Karno

Lapangan Hoki Gelora Bung Karno
Attribusi gambar Antara

Lapangan hoki baru berukuran 100x63 meter persegi dengan rumput sintetis dan diterangi lampu arena berkapasitas 32.000 watt. Selain itu, terdapat juga fasilitas penunjang berupa ruang ganti, kantor, toilet, dan parkir.

Pertandingan Olah Raga

  • Hoki
    Hoki

Lapangan Rugby Gelora Bung Karno

Lapangan Rugby Gelora Bung Karno
Attribusi gambar Getty Images
  • Kapasitas: 256
  • Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270.

Lapangan rugby sevens termasuk salah satu fasilitas baru yang dibuat untuk mengakomodir penyelenggaraan Asian Games 2018. Rencananya akan ada 15 negara (11 tim laki-laki, 8 tim perempuan) yang bertanding dalam cabang olahraga ini di Asian Games.

Pertandingan Olah Raga

  • Rugby Sevens
    Rugby Sevens

Lapangan Tenis Gelora Bung Karno

Lapangan Tenis Gelora Bung Karno
Attribusi gambar Getty Images

Direnovasi sejak September 2016 dengan anggaran Rp92,8 miliar, lapangan tennis outdoor mendapat penambahan kursi, kapasitas sound system, dan kamera. Selain itu, bagian penonton yang asalnya adalah bangku panjang menjadi single seat.

Pertandingan Olah Raga

  • Bola Basket 3 lawan 3
    Bola Basket 3 lawan 3

Fasilitas Latihan Gelora Bung Karno

Fasilitas Latihan Gelora Bung Karno
Attribusi gambar Getty Images

Venue untuk kompetisi squash baru diputuskan dibangun pada Desember 2017. Lokasi ini dulunya adalah bekas gedung bulu tangkis yang kemudian direnovasi besar-besaran.

Pertandingan Olah Raga

  • Squash
    Squash

Pondok Indah Golf

Pondok Indah Golf
Attribusi gambar INASGOC
  • Jl. Metro Pondok Indah No.16, RT.1/RW.16, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12310. Buka di Google Maps.

Venue ini diresmikan pada 17 Agutus 1976 dan pernah digunakan untuk kejuaraan Indonesia Open serta Kejuaraan Dunia pada 1983. Sejak 2015 tempat ini juga menjadi tempat digelarnya kejuaraan Junior Internasional.

Pertandingan Olah Raga

  • Golf
    Golf

Jakarta International Expo Kemayoran

Jakarta International Expo Kemayoran
Attribusi gambar Antara

Arena JIExpo menjadi satu dari tiga pusat 12 cabang olahraga di Asian Games 2018 nanti pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Pertandingan Olah Raga

  • Tinju
    Tinju
  • Bridge
    Bridge
  • Senam
    Senam
  • Judo
    Judo
  • Kabbadi
    Kabbadi
  • Jujitsu
    Jujitsu
  • Wushu
    Wushu
  • Taekwondo
    Taekwondo
  • Tenis Meja
    Tenis Meja
  • Angkat Besi
    Angkat Besi
  • Gulat
    Gulat

Jakarta International Velodrome

Jakarta International Velodrome
Attribusi gambar Getty Images

Untuk merenovasi Velodrome Rawamangun demi memenuhi standar yang ditetapkan Komite Olimpiade Asia, PT Jakarta Propertindo selaku mitra pemerintah harus mengeluarkan biaya Rp665 miliar untuk renovasi.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepeda (Trek)
    Sepeda (Trek)

BMX Track Pulomas

BMX Track Pulomas
Attribusi gambar Antara
  • Kapasitas: 2,500
  • RT 6 / RW 13, Kayu Putih, Pulo Gadung, East Jakarta City, Jakarta 13210, Indonesia. Buka di Google Maps.

Track BMX jadi salah satu venue Asian Games yang mulai dibangun pada 2017. PB ISSI menyebut bahwa pembangun track BMX di Pulomas adalah Tom Ritz, yang juga membangun track BMX di Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio de Janeiro 2018.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepeda BMX (Freestyle)
    Sepeda BMX (Freestyle)
  • Sepeda BMX (balap)
    Sepeda BMX (balap)

Jakarta International Equestrian Park

Jakarta International Equestrian Park
Attribusi gambar Getty Images
  • Jalan Pulo Mas Jaya, RT.1/RW.16, Kayu Putih, RW.16, Kayu Putih, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210. Buka di Google Maps.

Menjelang Asian Games 2018, Jakarta Equestrian Park siap menampung 156 kuda serta memiliki tribun utama empat lantai dengan desain modern untuk penonton. Lahan ini dibangun dengan total anggaran Rp 417 miliar.

Pertandingan Olah Raga

  • Berkuda (Tunggang Serasi)
    Berkuda (Tunggang Serasi)
  • Berkuda (Trilomba)
    Berkuda (Trilomba)
  • Berkuda (Lompat Rintangan)
    Berkuda (Lompat Rintangan)

Jakarta Convention Center

Jakarta Convention Center
Attribusi gambar Getty Images
  • Jl. Gatot Subroto, RT.1/RW.3, Gelora, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270. Buka di Google Maps.

Bukan hanya sebagai lokasi kompetisi beberapa cabang olahraga, pemerintah akan menggunakan JCC sebagai pusat media Asian Games 2018. Kawasan dengan luas total 120.000 meter persegi itu dinilai mampu menampung ribuan media dari seluruh Asia.

Pertandingan Olah Raga

  • Anggar
    Anggar
  • Karate
    Karate
  • Kurash
    Kurash
  • Sambo
    Sambo
  • Bola Voli
    Bola Voli

Pantai Ancol

Pantai Ancol
Attribusi gambar Antara

Lokasi venue jetski di Pantai Indah Ancol pada lahan seluas 27.034 meter persegi. Total nilai kontrak pembangunan venue layar dan jetski Rp 172,57 miliar dan dimulai pembangunannya sejak Oktober 2017 lalu.

Pertandingan Olah Raga

  • Jet Ski
    Jet Ski

Marina Ancol

Marina Ancol
Attribusi gambar Getty Images

Pembangunan venue layar berada di Pantai Ancol Barat dan menempati lahan seluas 13.890 meter persegi. Total nilai kontrak pembangunan venue layar dan jetski Rp 172,57 miliar dan dimulai pembangunannya sejak Oktober 2017 lalu.

Pertandingan Olah Raga

  • Layar
    Layar

Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah

Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah
Attribusi gambar INASGOC

Untuk menjadi tempat berlangsungnya Asian Games, Padepokan Pencak Silat Indonesia yang sebelumnya tanpa sistem tata udara menjadi bangunan tertutup dengan sistem tata udara yang baik, selain juga mendapat sistem tata suara sesuai standar penyelenggaraan event.

Pertandingan Olah Raga

  • Pencak Silat
    Pencak Silat

Stadion Britama Arena

Stadion Britama Arena
Attribusi gambar Getty Images

Cabang eSports akan melibatkan enam gim, yakni League of Legends, Pro Evolution Soccer, Arena of Valor, Starcraft II, Hearthstone, dan Clash Royale.

Pertandingan Olah Raga

  • Electronic Sports
    Electronic Sports

Palembang

Jakabaring Sports City Beach Volley

Jakabaring Sports City Beach Volley
Attribusi gambar INASGOC

Venue voli pantai memiliki luas sekitar 8 hektare dan dilengkapi tribune penonton, dan lampu-lampu. Untuk membuat lokasi tersebut, sekitar 2.300 meter kubik pasir putih didatangkan dari Pulau Belitung.

Pertandingan Olah Raga

  • Bola Voli Pantai
    Bola Voli Pantai

Jakabaring Sports City Bowling Center

Jakabaring Sports City Bowling Center
Attribusi gambar Antara

Pembangunan venue bowling dilakukan tanpa biaya dari pemerintah, melainkan dari dana sosial korporat sebesar Rp 27 miliar. Ada 40 lintasan menggunakan peralatan teknologi terbaru XlII Edge dari American Machine and Foundry (AMF) yang disebut-sebut hanya ada di Dubai dan Azerbaijan, selain di Palembang.

Pertandingan Olah Raga

  • Boling
    Boling

Danau Ranau Jakabaring Sports City

Danau Ranau Jakabaring Sports City
Attribusi gambar Getty Images

Venue ini terletak di dalam Jakabaring Sports City, yang berada di jantung kota Palembang. Sepuluh cabang olah raga akan dipertandingkan di sini, meliputi bola basket, panjat tebing, sepak takraw dan voli pantai.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepak Takraw
    Sepak Takraw

Jakabaring Sports City Shooting Range

Jakabaring Sports City Shooting Range
Attribusi gambar INASGOC

Venue ini terletak di dalam Jakabaring Sports City, yang berada di jantung kota Palembang. Sepuluh cabang olah raga akan dipertandingkan di sini, meliputi bola basket, panjat tebing, sepak takraw dan voli pantai.

Pertandingan Olah Raga

  • Menembak
    Menembak

Jakabaring Sports City Sport Climbing

Jakabaring Sports City Sport Climbing
Attribusi gambar Getty Images

Venue ini terletak di dalam Jakabaring Sports City, yang berada di jantung kota Palembang. Sepuluh cabang olah raga akan dipertandingkan di sini, meliputi bola basket, panjat tebing, sepak takraw dan voli pantai.

Pertandingan Olah Raga

  • Panjat Tebing
    Panjat Tebing

Jakabaring Sports City Roller Sports

Jakabaring Sports City Roller Sports
Attribusi gambar Antara

Venue ini terletak di dalam Jakabaring Sports City, yang berada di jantung kota Palembang. Sepuluh cabang olah raga akan dipertandingkan di sini, meliputi bola basket, panjat tebing, sepak takraw dan voli pantai.

Pertandingan Olah Raga

  • Roller Sport (Skateboard)
    Roller Sport (Skateboard)
  • Roller Sport (Sepatu Roda)
    Roller Sport (Sepatu Roda)

Jakabaring Sports City Tennis Court

Jakabaring Sports City Tennis Court
Attribusi gambar Getty Images

Lapangan tenis ini sudah pernah digunakan untuk SEA Games, Islamic Games, dan Piala Davis, namun menghadapi Asian Games 2018, ada penambahan delapan lapangan tenis baru, sehingga total ada 16 lapangan tenis yang bisa digunakan. Ruang ganti serta toilet pemain juga ikut dibenahi dan ada penambahan pembatas lapangan.

Pertandingan Olah Raga

  • Tenis
    Tenis
  • Soft Tennis
    Soft Tennis

Danau Jakabaring Sports City

Danau Jakabaring Sports City
Attribusi gambar Antara

Kano polo masuk pada cabang olahraga dayung, dan jenis kano. Olahraga yang dimainkan di kolam dengan kano ini populer di Eropa, tapi di Asia Tenggara baru dipertandingkan di SEA Games 2017.

Pertandingan Olah Raga

  • Kano/Kayak (Sprint)
    Kano/Kayak (Sprint)
  • Kano/Kayak (Balap Perahu Tradisional)
    Kano/Kayak (Balap Perahu Tradisional)
  • Polo Kano
    Polo Kano
  • Dayung
    Dayung
  • Trilomba
    Trilomba

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sports City

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sports City
Attribusi gambar Antara

Renovasi Stadion ini mencakup perbaikan tribun penonton dengan single seat, pergantian seluruh rumput lapangan, lintasan, dan kamar ganti sesuai standar yang ditetapkan Olympic Council of Asia.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepak Bola Putri
    Sepak Bola Putri

Stadion Bumi Sriwijaya

Stadion Bumi Sriwijaya
Attribusi gambar Getty Images
  • Jalan Pom 9 Kampus, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Lorok Pakjo, Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30137. Buka di Google Maps.

Pemerintah mulai merenovasi bangunan yang berlokasi di Palembang itu sejak Juli 2017. Fasilitas yang dibenahi antara lain rumput lapangan, kursi penonton, hingga toilet.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepak Bola Putri
    Sepak Bola Putri

Jawa Barat

Stadion Jalak Harupat

Stadion Jalak Harupat
Attribusi gambar Wikimedia
  • Kapasitas: 27.000
  • Soreang Simpang Selegong, Kopo, Kutawaringin, Bandung, Jawa Barat 40911, Indonesia. Buka di Google Maps.

Beberapa perbaikan yang dilakukan di stadion Persib dan Persikab Bandung ini termasuk penanaman rumput, drainase, penggantian kursi penonton, pemasangan turnstile, penggantian furnitur di ruang ganti pemain dan ofisial.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepak Bola Putra
    Sepak Bola Putra

Stadion Pakansari

Stadion Pakansari
Attribusi gambar INSAGOC
  • Kapasitas: 30.000
  • Jl. Raya Gor Pekansari No.26, Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat 16915, Indonesia. Buka di Google Maps.

Stadion ini nantinya akan digunakan untuk laga final cabang olahraga sepakbola pria. Dibangun pada 2014, stadion ini adalah 'rumah' bagi tim Persikabo. Sebelum renovasi, fasilitas seperti rumput stadion, lahan parkir, hingga ruang ganti pemain dinilai sudah cukup layak, namun untuk menghadapi Asian Games 2018 dilakukan beberapa pekerjaan tambahan seperti penomoran kursi penonton serta area khusus media.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepak Bola Putra
    Sepak Bola Putra

Stadion Patriot Chandrabhaga

Stadion Patriot Chandrabhaga
Attribusi gambar Antara
  • Kapasitas: 30.000
  • Jl. Jend. Ahmad Yani Blok A3 No.1, Kayuringin Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17144. Buka di Google Maps.

Sebanyak delapan negara di grup A yakni Indonesia, Hong Kong, Laos, China Taipei, dan grup B yaitu Thailand, Uzbekistan, Banglades, dan Qatar menggunakan stadion ini untuk babak penyisihan. Sejak diresmikan pada Maret 2014, stadion itu sudah digunakan untuk beberapa pertandingan sepak bola nasional maupun internasional. Beberapa fasilitas tambahan yang ada di stadion ini menjelang Asian Games termasuk media center, rumput stadion, tribun penonton, tiang gawang baru, serta papan skor digital.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepak Bola Putra
    Sepak Bola Putra

Stadion Wibawa Mukti

Stadion Wibawa Mukti
Attribusi gambar Tribun
  • Kapasitas: 28.778
  • Jl. Science Boulevard, Sertajaya, Cikarang Tim., Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia. Buka di Google Maps.

Stadion ini akan digunakan untuk pertandingan Grup D yang meliputi Jepang, Vietnam, Pakistan, Nepal. Persiapan yang dilakukan menghadapi Asian Games termasuk pencopotan 3.000 bangku stadion untuk memudahkan akses jalur penonton, perbaikan toilet dan plafon sesuai standar FIFA, dan tiang gawang baru sesuai standar FIFA.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepak Bola Putra
    Sepak Bola Putra

Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Stadion Gelora Bandung Lautan Api
Attribusi gambar VIVA

Rencananya, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan digunakan untuk stadion tambahan karena penambahan tim peserta cabang olahraga sepak bola putra dari 24 menjadi 32 tim.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepak Bola Putra
    Sepak Bola Putra

Gunung Mas

Gunung Mas
Attribusi gambar INASGOC
  • Jalan Venue Paralayang, Tugu Selatan, Cisarua, Tugu Sel., Cisarua, Bogor, Jawa Barat 16750. Buka di Google Maps.

Gunung Mas menjadi salah satu area lepas landas selain Pasir Sumbul, sementara area pendaratan bagi paralayan terletak di Tugu.

Pertandingan Olah Raga

  • Paralayang
    Paralayang

Arthayasa Stables

Arthayasa Stables
Attribusi gambar INASGOC
  • Jalan Bulak Tengki No.10, Kp Grogol, Limo, Grogol, Limo, Kota Depok, Jawa Barat 16512. Buka di Google Maps.

Pemerintah mulai merenovasi bangunan yang berlokasi di Palembang itu sejak Juli 2017. Fasilitas yang dibenahi antara lain rumput lapangan, kursi penonton, hingga toilet.

Pertandingan Olah Raga

  • Pancalomba
    Pancalomba

Subang

Subang
Attribusi gambar Tribun Jawa Barat

Cabang olahraga sepeda gunung diikuti 33 negara dan dipusatkan di Desa Wisata Bunihayu, sementara rute balap jalan raya di Subang Kota ke arah Pantura melalui jalur Sadang dan kembali lagi ke Subang Kota. Menghadapi Asian Games, ada 4 kilometer jalanan Subang yang diperbaiki.

Pertandingan Olah Raga

  • Sepeda (Balap Jalan)
    Sepeda (Balap Jalan)
  • Sepeda (MTB)
    Sepeda (MTB)

Bendung Rentang

Bendung Rentang
Attribusi gambar INASGOC
  • Jatitujuh, Pilangsari, Panongan, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45458. Buka di Google Maps.

Kano slalom sendiri adalah cabang olahraga dayung perorangan menggunakan perahu panjang sempit dengan halang rintang beragam. Panjang lintasan mencapai 450 meter, yang nantinya terbagi menjadi lintasan pemanasan dan perlombaan. Perlombaan ini akan digelar di Saluran Induk Cipelang, sementara saluran lainnya akan tetap berfungsi sebagai saluran irigasi.

Pertandingan Olah Raga

  • Kano/Kayak (Slalom)
    Kano/Kayak (Slalom)

GOR POPKI Cibubur

GOR POPKI Cibubur
Attribusi gambar Tribun
  • Jl. Karya Bakti, RT.8/RW.7, Cibubur, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13720. Buka di Google Maps.

GOR POPKI akan menjadi tempat pertandingan cabang olahraga handball yang diikuti oleh 16 negara untuk kategori pria dan 12 negara untuk kategori wanita dalam Asian Games 2018.

Pertandingan Olah Raga

  • Bola Tangan
    Bola Tangan

Kompetisi eSports di Asian Games 2018 akan diselenggarakan oleh OCA, Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc), Federasi Olahraga Elektronik Asia (AESF). Cabang ini akan melibatkan enam gim, yakni League of Legends, Pro Evolution Soccer, Arena of Valor, Starcraft II, Hearthstone, dan Clash Royale.

Ini bentuk pengakuan yang tidak sepele bagi eSports. Danny Buldansyah, juru bicara Inasgoc, mengatakan eSports mulai diikutsertakan karena merupakan "bagian dari olahraga modern yang banyak melibatkan kaum millenial, dan sport yang merupakan entertainment yang berkembang pesat di masyarakat."

Image caption Beginilah suasana 'latihan' eSports'—sekilas tampak seperti bermain biasa, namun sangat kompetitif.

Tapi apakah eSports, yang pada dasarnya bermain video gim, berhak disebut sebagai olahraga?

Menurut Ilham Bahrul, eSports sebenarnya mirip sepak bola dalam hal membutuhkan kerja sama individu sekaligus kerja sama tim. "eSports ini layak disebut sebagai sport juga karena ini membutuhkan latihan yang tekun, pelatih, dan dukungan semacam fasilitas," kata Ilham ketika ditemui BBC News Indonesia di kantornya di bilangan Jakarta Timur. Ia pun mengaku lebih suka disebut sebagai atlet daripada gamer.

Dan meski dilakukan di depan layar komputer atau ponsel, bermain eSports juga memerlukan fisik yang prima, kata Ilham."Sangat perlu malah ... kan biasanya kalau di (kompetisi) mobile game ini tempatnya ber-AC. Kedinginan itu jadi faktor kalah kita juga, jadi fisik itu juga perlu."

Ilham mengungkap bahwa ia bersama timnya, GGWP, menjadwalkan satu hari dalam sepekan untuk berolahraga, yang biasanya ia manfaatkan untuk jogging atau bermain bulu tangkis. Sisanya, ia gunakan untuk latihan bermain secara intensif selama minimal empat jam sehari.

Image caption Ilham Bahrul mengaku sempat kesulitan meyakinkan orang tua untuk mengizinkannya menekuni eSports.

Meski mengaku baru mulai menekuni eSports pada November 2017, Ilham telah memenangkan berbagai kompetisi di Jakarta, Palembang, dan Jogja. Ia terpilih untuk mewakili Indonesia di cabang Arena of Valor (AoV) setelah melalui proses seleksi yang melibatkan kompetisi tim dan voting.

Kepada BBC News Indonesia, ia mengaku sudah memutuskan untuk berkarier sebagai pemain eSports—keputusan yang awalnya ditolak orang tuanya.

"Saya dulu bener-bener main gim itu ngumpet-ngumpet," kata Ilham. "Ketika orang tua saya melihat saya main games, biasanya saya dihukum ... Namun setelah saya menjuarai satu kompetisi di Semarang, saya dapat kesempatan untuk berangkat ke Korea. Dari situ saya bicara kepada orang tua, dan orang tua mulai mendukung."

"Menurut saya, orang tua di Indonesia itu belum tahu prospek ke depannya eSport itu. Jadi mereka masih enggak suka, masih benci anak-anaknya main gim," imbuhnya.

Bukan sekadar bermain

Ericko Lim, atlet yang juga terpilih untuk mewakili Indonesia di cabang League of Legends (LoL), mengatakan perbedaan mendasar eSports dengan bermain gim biasa ialah segi kompetitifnya. "Saya main gim itu enggak sekadar cuma main tapi saya ingin menang," ujarnya kepada BBC News Indonesia.

Menurut Ericko, yang telah menekuni eSports sejak 2011, perkembangan kompetisi gim di Indonesia bermula dari komunitas gim-gim tertentu, misalnya Defense of The Ancient (DoTA), Counter Strike, dan Point Blank. Kini eSports telah berkembang menjadi industri bernilai miliaran rupiah.

Kepopuleran eSports mengalami lonjakan di Asia Tenggara dalam beberapa tahun belakangan ini—dan Indonesia termasuk pasar yang terbesar, dengan jumlah penggemar mencapai dua juta orang pada 2016. Lembaga riset konsumen Newzoo memperkirakan jumlah audiens eSports di wilayah itu akan melampaui 40 juta orang pada tahun 2019.

Hak atas foto Ericko Lim
Image caption Ericko Lim (ketiga dari kiri) juga terkenal sebagai shoutcaster (komentator), selain pemain profesional.

Perusahaan yang berbasis di Amsterdam, Belanda itu juga menempatkan Indonesia di peringkat 17 dalam daftar 100 negara yang menjadi pasar teratas video gim, memperkirakan pangsa pasar gim di Indonesia bernilai Rp16 triliun pada 2018.

Tapi perlu dicatat, eSports bukan cuma soal bermain gim. Menurut Ericko Lim, ada berbagai usaha yang bisa ditempuh di bidang eSports—bagaimanapun, tidak semua orang berbakat menjadi pemain profesional.

Selain pro player, Anda bisa bergelut sebagai pelatih (coach), brand ambassador yang fungsinya mirip seperti Humas tim eSports, shoutcaster alias komentator pertandingan eSports, atau streamer yang menyiarkan permainan gim Anda untuk ditonton orang banyak. Untuk yang terakhir, kepribadian menarik seringkali lebih dibutuhkan daripada kelihaian bermain gim.

Ericko sendiri juga menyambi sebagai shoutcaster dan sempat mendapatkan penghargaan pada 2017 lalu. Ia juga membuka kanal YouTube dengan lebih dari 800 ribu pelanggan, di mana ia (sebagian besarnya) berbicara tentang gim. Secara keseluruhan, ia mengaku telah meraup miliaran rupiah dari eSports.

Belajar untuk bermain

Prospek eSports yang dianggap cerah mendorong sebuah SMA swasta di Jakarta untuk membuka program eSports—bahkan memberi beasiswa untuk itu.

Sudah dua tahun SMA 1 PSKD di Jakarta Pusat menawarkan program pembinaan untuk eSports, di mana anak-anak mendapatkan pelajaran tidak hanya tentang teknik bermain atau in-gaming tapi juga industri eSports secara keseluruhan.

Program pembinaan ini mirip dengan penjurusan, dengan kegiatan intensif selama sekitar 20 jam seminggu—di samping jurusan yang biasa ditawarkan di sekolah menengah, yakni IPA, IPS, dan Bahasa.

Menurut Kepala Sekolah Yohannes P. Siagian, program eSports di SMA 1 PSKD berawal dari ekstrakurikuler. Kemudian pihak sekolah melihat eSports sebagai bidang yang berkembang dan berpotensi untuk menjadi karier. "Lima tahun yang lalu, eSports mulai tampak menjadi pilihan karier yang valid," ungkapnya kepada BBC News Indonesia.

Tidak banyak sekolah yang menyediakan ruangan khusus bagi murid-muridnya untuk bermain Overwatch, tapi Yohannes berpendapat bahwa eSports melatih kemampuan interpersonal dan pemecahan masalah.

Image caption Apakah mendorong siswa untuk bermain gim baik untuk pendidikan mereka?

"Ada suatu miskonsepsi di masyarakat umum bahwa eSport itu membuat anak antisosial," kata Yohannes, "justru kebalikannya, di eSport itu anak mesti sangat berkomunikasi; dan untuk level kompetitif, level komunikasinya tinggi sekali. Mereka mesti bisa menyampaikan pendapat, mengatur strategi, dan mengimplementasikan dalam waktu hitungan detik."

Ia menambahkan, dalam pertandingan eSport – seperti halnya pertandingan lainnya – anak belajar menghadapi kegagalan.

Sedangkan dari segi pelajaran, eSport membutuhkan pemahaman matematika, fisika, teknologi, dan terutama ekonomi. "Konsep dasar ekonomi bukan berkaitan dengan uang, sebenarnya. Tapi pengelolaan sumber daya. Game-game dalam eSport itu semuanya tentang sumber daya: bagaimana mendapatkan sumber daya dalam game, bagaimana mengalokasikan sumber daya, bagaimana melihat semua aspek di dalam game - experience (XP), item, goal, komposisi tim, sebagai sumber daya," Yohannes menjelaskan.

Menurutnya, dalam pertandingan eSports anak bisa mempelajari konsep ini dan mengaplikasikannya secara riil, dengan lebih baik daripada di dalam kelas; dan pengetahuan yang mereka dapatkan dari bermain gim bisa mereka terapkan di luar gim.

Image caption Yohannes P. Siagian yakin bahwa eSports membantu murid memahami pelajaran yang diterimanya di kelas.

Mengatasi risiko

Namun mendorong anak untuk bermain gim bukan tanpa risiko. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2018 ini memasukkan gaming disorder atau 'ketagihan gim' ke dalam International Classification of Diseases (ICD). Sementara satu studi mendapati bahwa keseringan menatap layar bisa membahayakan kesehatan jiwa anak.

Yohannes menyoroti bahwa para ilmuwan sebenarnya belum sepakat bahwa video gim buruk bagi anak-anak. Ia – juga atlet eSports Ilham Bahrul dan Ericko Lim – bersikeras bahwa dampak negatif yang disebutkan adalah akibat bermain video gim berlebihan, hal yang menurutnya sama sekali tidak dianjurkan dalam program eSports. "Di dalam dunia psikologi, kita juga mengenal konsep di mana anak terlalu di-push untuk belajar, untuk les, untuk privat; tapi karena landasannya di akademik, orang suka menyepelekan," ujarnya.

Demi mencegah ketagihan, kata Yohanes, pihak sekolah melakukan pemantauan ketat akan waktu murid-muridnya bermain gim. "Staf selalu memantau jam mereka in-game, banyak anak kita mendapatkan account dari sekolah di mana kita punya akses untuk parental control. Kalau dia terlalu banyak in-game, saya akan panggil," ungkapnya.

Image caption Staf di SMA 1 PSKD memantau waktu bermain siswa secara ketat.

Yohanes menambahkan, pihak sekolah juga secara aktif menghindarkan siswa dari pelecehan di dunia maya—ia mengungkap bahwa program pembinaan eSports tidak lagi mendukung gim tembak-tembakan Point Blank karena lingkungan permainannya dinilai toksik.

Lalu bagaimana cara meyakinkan orang tua untuk mendukung anak mereka bermain gim di sekolah?

"Dengan data," kata Yohanes. "Saya tunjukan hasil-hasil penelitian kepada orang tua, kita tunjukan efek positifnya." Dan di samping semua itu, sekolah menetapkan persyaratan prestasi yang bagus untuk mengikuti program pembinaan.

"Dan orang tua, selama nilai (anak) oke biasanya confident kalau anaknya aman," kata Yohanes.

Pilihan karier?

Bagaimanapun, atlet eSports Ilham Bahrul mengaku bahwa ia belum bisa menyarankan anak-anak muda Indonesia untuk menjadikan eSports sebagai cita-cita. Alasannya, tidak seperti di negara lain, di Indonesia belum cukup banyak akademi yang mendukung olahraga ini.

Kecuali, kata Ilham, kalau Anda memang berbakat dan didukung orang tua. "Kalau orang tua dari awal sudah mendukung, bisa men-support anaknya biar menjadi atlet eSports Indonesia," kata Ilham.

Lain halnya dengan Ericko Lim. Baginya, menekuni bidang yang disukai adalah keharusan—meski ia mewanti-wanti agar jangan memaksakan diri.

"Ketika tujuan lo enggak tercapai, dan lo berpikir ini limit lo, berhenti. Berarti lo enggak cocok. Lo pindah. Misalnya lo enggak cocok jadi pro-player, lo bisa jadi streamer, lo bisa jadi shoutcaster; pilihannya banyak," pungkasnya.

Topik terkait

Berita terkait