Sopir dipecat gara-gara cipratkan genangan air ke pejalan kaki

air Hak atas foto Youtube/Saif Khan
Image caption Salah satu korban cipratan genangan air.

Seorang pengemudi minibus di Ottawa, Kanada, dipecat setelah terekam berulang kali mencipratkan genangan air di jalan kepada pejalan kaki.

Dalam postingannya di Facebook, perusahaan kontraktor Black & McDonald mengatakan bahwa pengemudi tersebut "tidak lagi dipekerjakan" setelah video aksinya viral di dunia maya, sebagaimana dilaporkan CBC.

Video rekaman berdurasi 45 detik yang terekam dari bagian belakang mobil menunjukkan pengemudi tersebut membelokkan mobilnya ke arah trotoar jalan pada saat hujan untuk membasahi pejalan kaki setidaknya tiga kali. Di akhir video, logo perusahaan terlihat jelas di sisi kendaraan.

Video tersebut telah dilihat lebih dari 750,000 kali, dan perusahaan Black & McDonald meminta maaf atas perilaku pengemudi mereka di akun Facebook-nya.

"Kami meminta maaf kepada semua orang yang terkena dampak peristiwa baru-baru ini di Ottawa, yang melibatkan salah satu pengemudi van kami ... Ini adalah insiden tunggal dan pengemudi van tersebut tidak lagi bekerja di Black & McDonald."

Seorang juru bicara juga mengatakan perusahaan telah bekerja sama dengan polisi atas kejadian tersebut.

Hak atas foto YouTube/Saif Khan
Image caption Pengemudi yangs engaja mencipratkan air tidak akan menghadapi tuntutan pidana.

Kasus ditutup

Menurut surat kabar Ottawa Sun, pengemudi itu tidak akan menghadapi tuntutan pidana. Kepolisian merasa bahwa pemecatan sudah cukup sebagai hukuman.

"Kami menganggap kasus ini sekarang ditutup," kata Sersan Mark Gatien kepada pers. "Kami merasa hasil hukuman yang didapatkan pengemudi sudah cukup menjadi pelajaran bagi dia, pembaca dan semua pemirsa."

Tanggapan yang cepat dari perusahaan Black & McDonald dipuji di media sosial.

Salah satu pekerja konstruksi yang menganggur marah, atas kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan oleh pengemudi.

"Mereka tidak akan membayar Anda untuk dapat menggunakan kendaraan tersebut untuk merendam para pejalan kaki," katanya.

Topik terkait

Berita terkait