Nenek buta huruf di Spanyol mampu menggunakan telepon berkat corat-coret cucunya

Encarna Alés menggunakan ilustrasi untuk mengetahui orang-orang di buku alamatnya. Hak atas foto PEDRO ORTEGA
Image caption Encarna Alés menggunakan ilustrasi untuk mengetahui orang-orang di buku alamatnya.

Seorang pria Spanyol mengungkapkan bagaimana dalam 20 tahun terakhir dirinya membantu neneknya yang buta huruf untuk menggunakan telepon dengan bantuan coretannya.

Encarna Alés, 74 tahun, berhenti bersekolah pada umur delapan tahun sehingga dirinya tidak pernah belajar membaca dan menulis.

Dia suka menelepon teman dan keluarganya tetapi dirinya tidak bisa membaca nama-nama di samping nomor telepon di buku alamatnya.

Pedro Ortega mulai melakukannya saat berumur 11 tahun, membuat gambar di sampingnya agar neneknya dapat mengingat nomornya.

Ilustrasinya menjadi viral di media sosial.

Hak atas foto PEDRO ORTEGA
Image caption Ortega membuat gambar di samping setiap nomor telepon untuk neneknya.

"Suatu hari, ayah saya dan saya ke rumah kakek dan nenek untuk menuliskan nomor telepon teman-teman mereka," kata Ortega yang bekerja sebagai ahli komunikasi kepada BBC.

"Tetapi saya menyadari ini tidak akan membantu nenek karena dia tidak mengenal huruf.

Hak atas foto PEDRO ORTEGA
Image caption Buku catatan Encarna Alés berisi gambar untuk nomor telepon masing-masing tetangga.
Hak atas foto PEDRO ORTEGA

"Di setiap halaman dan di setiap nomor, saya membuat gambar yang ia rasakan akan mewakili orang yang ingin ia hubungi.

"Ini adalah hal yang kami pikirkan bersama. Dia mengatakan sesuatu yang unik dari setiap orang dan saya menggambar untuknya. Ini adalah sistem yang telah kami lakukan selama 20 tahun."

Hak atas foto PEDRO ORTEGA
Image caption Ortega mempunyai ikatan khusus dengan neneknya lewat coretannya.

Neneknya berasal dari Linares di daerah selatan Andalusia.

"Kehidupannya adalah seperti yang dialami kebanyakan perempuan kelas pekerja di zamannya," kata Ortega.

"Dia dipaksa berhenti bersekolah pada umur delapan tahun dan bekerja di perusahaan kue untuk menafkahi keluarganya, karena itulah dia tidak berpendidikan. Dia biasanya dibayar dalam bentuk makanan untuk keluarganya, bukannya uang.

"Perempuan dengan latar belakang seperti dirinya tidak berkesempatan mengembangkan diri dan mendapatkan pendidikan. Akibat dari kemiskinan masih bisa disaksikan saat ini."

Sekitar 700.000 warga Spanyol tidak bisa membaca dan menulis, demikian dilaporkan Institute of National Statistics pada tahun 2016. Dari kelompok buta huruf ini, 400.000 orang di antaranya berumur di atas 70 tahun.

"Setiap kali saya pulang, saya duduk dan menambahkan gambar untuknya," kata pria yang kini berumur 31 tahun ini. "Ini menjadi sesuatu yang kami lakukan berdua."

Topik terkait

Berita terkait