Mengapa perusahaan Cina Huawei dan ZTE dilarang masuk ke jaringan 5G di Australia?

huawei, 5G, australia Hak atas foto AFP

Pembuat telepon pintar asal Cina, Huawei, menyatakan pemerintah Australia telah melarang pihaknya menawarkan produk teknologi 5G ke jaringan tanpa kabel negara itu.

Perusahaan tersebut menyatakan ZTE—sesama perusahaan komunikasi asal Cina—juga dilarang. Alasannya disebut-sebut karena alasan keamanan nasional.

"Ini sangat mengecewakan para konsumen," kata Huawei di Twitter.

5G adalah generasi lanjutan konektivitas internet telepon genggam yang menjanjikan pengunduhan dan pengunggahan data jauh lebih cepat.

Cakupan sinyal yang lebih luas dan koneksi lebih stabil dibandingkan teknologi 4G juga menjadi keunggulan 5G.

Beberapa negara mempersiapkan penggunaan jaringan telepon genggam 5G, meskipun para pengamat mengatakan hanya beberapa yang akan meluncurkan layanan 5G sebelum tahun 2020.

"5G akan menjadi gelombang penting selanjutnya dari penyebaran prasarana telepon genggam," kata Mark Newman dari perusahaan konsultansi ConnectivityX.

"Jika pemasok yang ada dilarang, ini akan merupakan tamparan keras bagi mereka."

Huawei adalah penghasil peralatan telekomunikasi terbesar dunia.

Perusahan ini ada di peringkat kedua penjualan telepon pintar dunia, di belakang Samsung tetapi di depan Apple.

Pada bulan Juli, sebuah dewan keamanan Inggris memperingatkan pihaknya "hanya dapat memberikan jaminan terbatas" bahwa peralatan telekomunikasi Huawei tidak mengancam keamanan nasional.

Badan pengawas pertahanan siber Inggris, the National Cyber Security Centre, juga memperingatkan penggunaan alat dan layanan ZTE dapat menimbulkan risiko ancaman keamanan nasional.

"Sementara kita bergerak ke 5G, sebagian besar proporsi jaringan akan dikendalikan perangkat lunak," kata Newman.

"Muncul perdebatan bahwa dalam perangkat lunak ini, terdapat peningkatan kekhawatiran tentang siapa yang mengendalikan jaringan dan dari mana."

Huawei membela keamanan produknya.

"Huawei adalah pemimpin dunia terkait dengan 5G," demikian dinyatakan perusahaan tersebut.

Pihaknya telah mengeluarkan teknologi tanpa kabel "yang aman" di Australia selama hampir 15 tahun.

Berita terkait