Perempuan AS dinyatakan sah menikahi pasangan lesbiannya yang meninggal tiga bulan sebelumnya

  • By Holly Honderich
  • BBC News
Dua lansia

Sumber gambar, Bonne Foerster

Keterangan gambar,

Sepanjang hubungan mereka, keduanya menghadapi serangkaian masalah kesehatan serius.

Hakim di negara bagian Utah, AS akhirnya mengesahkan pernikahan seorang perempuan berusia 74 tahun, tiga bulan setelah perempuan pasangannya meninggal dunia.

Hakim Patrick Corum menyatakan, Bonnie Foerster menikah secara sah setelah 50 tahun hidup bersama Beverly Grossaint, yang meninggal pada bulan Mei lalu di Salt Lake City pada usia 82 tahun.

Negara bagian Utah telah mengesahkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2013 dan dua tahun kemudian hampir seluruh negara bagian di AS melegalkan perkawinan sejenis.

Utah sendiri tidak memiliki undang-undang khusus tentang perkawinan sejenis, tetapi warga dapat mengajukan petisi ke pengadilan untuk mengakui sebuah pernikahan.

"Hati saya penuh diliputi cinta," kata Foerster tentang keputusan tanggal 21 Agustus lalu.

Hakim Corum, katanya, saat itu "turun dari mimbar untuk memeluk saya sambil mengatakan, 'ya kalian (resmi) menikah,'" kata Foerster kepada BBC.

Sumber gambar, Bonnie Foerster

Keterangan gambar,

Hakim akhirnya mengesahkan pernikahan Bonnie Foerster dengan pasangan lesbiannya, Beverly Grossaint, beberapa bulan setelah Grossaint meninggal dunia.

Robert Hoole, pengacara Foerster sekaligus sahabat pasangan itu selama lebih dari 20 tahun mengatakan, putusan ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Hoole mengatakan kepada BBC bahwa putusan itu merupakan yang kedua dalam jenisnya di Utah.

"Ini jadi lebih langka lagi karena menyangkut pasangan sesama jenis," katanya.

Selama bertahun-tahun mengenal pasangan itu, Hoole mengatakan dirinya melihat "sebuah ikatan cinta sejati" di antara kedua sejoli tersebut.

Sumber gambar, Bonnie Foerster

Keterangan gambar,

"Ia tercipta untuk saya dan saya tercipta untuknya,"kata Foerster tentang Grossaint, yang sudah menjadi pasangannya selama 50 tahun.

Foerster pertama kali bertemu dengan Grossaint lebih dari 50 tahun yang lalu di New York City pada bulan Januari 1968.

Pertemuan awal mereka terjadi dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Foerster yang baru kabur dari suaminya yang kasar mengatakan saat itu ia menderita patah tulang rusuk, dan mengenakan kacamata hitam gelap untuk menyembunyikan kedua matanya yang lebam. "Saya dipukuli mulai dari kepala sampai ujung kaki," katanya.

"Ia (Groissant) menemui saya mengatakan, 'lepaskan kacamatamu, ini Januari,'" kata Foerster.

Lalu hubungan pun terjalin dengan cepat.

"Saya jatuh cinta. Saya menatap mata birunya, dan saya jatuh cinta," katanya.

Seminggu kemudian, pasangan itu pun memutuskan tinggal bersama. Mereka tidak dapat dipisahkan sejak saat itu, kata Foerster.

Sumber gambar, Bonnie Foerster

Keterangan gambar,

Bonnie Foerster dan pasangannya Beverly Grossaint sudah menjalin hubungan selama lebih dari 50 tahun sebelum kematian Grossaint.

Foerster mengatakan kepada BBC bahwa persahabatan adalah kunci hubungan jangka panjang mereka, bahkan di tengah berbagai masalah dan kesulitan.

"Kami melewatkan waktu dengan banyak tertawa. Kami tidak pernah tidur dalam keadaan marah. Kami selalu mengucapkan 'Saya mencintaimu' meskipun kadang-kadang kami saling mengomel."

Mereka pindah ke Utah pada tahun 1979 untuk merawat ibu Grossaint yang sedang sakit.

Hubungan pasangan yang sudah bersama selama 50 tahun itu diwarnai serangkaian masalah kesehatan yang diderita Foerster.

Sepanjang hubungan mereka, Foerster menderita kanker payudara dan kanker serviks, ia menjalani 29 kali operasi di punggungnya, kebutaan yang disebabkan oleh degenerasi makula dan infeksi langka pada tulang yang menyebabkan kedua kakinya diamputasi pada tahun 2016.

"Ia selalu berada di samping saya," kata Foerster. "Ia perempuan yang luar biasa, dengan moral yang luar biasa."

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Pada tahun 2016, giliran Grossaint yang diterpa masalah kesehatan, ia kehilangan penglihatan dan menderita gagal jantung kronis.

Meskipun pasangan itu dirawat di tempat terpisah selama sebulan sebelum kematian Grossrey, Foerster mendampingi pasangannya saat ia meninggal dunia.

"Saya tidak pernah melepaskan tangannya dan merasakan semua cinta yang ia miliki untuk saya."

Setelah 50 tahun bersama, Foerster mengatakan merasa hancur setelah kehilangan pasangannya.

"Saya merasa tersesat. Saya tidak tahu siapa saya," kata Foerster. "Ia adalah hidup saya."

Foerster menambahkan bahwa mereka telah mengikat "janji suci" - yang tidak terikat hukum - di New York City pada tahun 1975.

Dan ketika aturan perkawinan sesama jenis ditetapkan di seluruh AS pada tahun 2015, masalah kesehatan yang terus berlanjut menghambat mereka untuk menikah.

Meskipun ia mengalami diskriminasi "sepanjang hidupnya" karena orientasi seksualnya, Foerster mengungkapkan dirinya mengalami perubahan positif sepanjang hubungannya dengan Grossaint.

"Saya pikir orang-orang lebih bisa menerima sekarang ini."

Sumber gambar, Bonnie Foerster

Keterangan gambar,

"Kami selalu menghabiskan waktu dengan tertawa," kata Foerster tentang pasangan yang sudah lama bersamanya.

Utah tidak memiliki aturan perkawinan sejenis, tetapi negara bagian itu mengizinkan pasangan-pasangan untuk mengajukan petisi ke pengadilan agar perkawinan mereka diakui kendati tidak menjalani upacara resmi.

Usia pasangan yang menikah harus sesuai dengan yang diterapkan undang-undang, secara hukum mampu memasuki pernikahan, telah hidup bersama, memperlakukan pasangannya seperti sudah menikah dan tampil terbuka sehingga orang lain percaya bahwa mereka sudah menikah.

"Ia tercipta untuk saya dan saya tercipta untuknya," kata Foerster kepada BBC. "Kami saling menemukan. Saya percaya itu."