Raksasa bisnis audit PwC izinkan karyawan bekerja sesuai jam pilihan mereka sendiri

PwC Hak atas foto Getty Images
Image caption PwC berharap jam kerja yang lebih fleksibel ini akan membantu mereka merekrut "karyawan-karyawan yang berkualitas."

Perusahaan akuntan terbesar di dunia, Price WaterhouseCoopers (PwC) meluncurkan skema yang memperbolehkan karyawan-karyawan yang baru direkrut untuk bekerja pada jam-jam yang mereka tentukan sendiri.

Program yang disebut dengan The Flexible Talent Network mengizinkan orang-orang membuat daftar keterampilan dan pola kerja yang menjadi pilihan mereka ketika mengajukan lamaran.

PwC mengungkapkan tujuan mereka meluncurkan skema ini adalah untuk menarik orang-orang terampil yang tidak ingin terikat dengan jam kerja tradisional, yang dimulai dari pukul 9 pagi sampai jam 5 sore.

Ada berbagai pola kerja yang fleksibel seperti jam kerja mingguan yang lebih pendek dan karyawan juga bisa bekerja hanya beberapa bulan dalam setahun.

Dalam proses perekrutan, pihak PwC akan lebih memusatkan pada proyek-proyek yang cocok untuk karyawan baru. Mereka berharap langkah tersebut akan memberikan kesempatan bagi beragam bakat di perusahaan itu.

PwC, salah satu dari empat besar raksasa akuntansi dunia, mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk merangkul gig economy setelah penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa hampir 46% dari 2.000 responden memprioritaskan jam kerja yang fleksibel dan keseimbangan kerja ketika memilih sebuah pekerjaan.

Sejauh ini, lebih dari 2.000 orang telah mendaftarkan diri ke jaringan baru dalam waktu dua minggu sejak skema itu diluncurkan.

Terlepas dari skema kerja yang fleksibel, PwC juga merekrut karyawan magang senior untuk dipekerjakan selama enam bulan yang disebut dengan Back to Business, yang dirancang untuk membantu para profesional senior untuk memulai kembali karir mereka setelah cuti panjang.

Keunggulan kompetitif

Seorang pimpinan PwC, Laura Hinton, mengatakan: "Orang-orang beranggapan bahwa untuk bekerja di perusahaan besar mereka harus mengikuti pola kerja tradisional - kami ingin menjelaskan bahwa bisa tidak begitu. Untuk merekrut orang-orang terbaik, kami menyadari bahwa kami perlu menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, opsi kerja yang berbeda, dan menyiapkan jalur bagi mereka yang ingin memulai lagi karirnya. "

Menawarkan kerja yang fleksibel tidak hanya baik bagi staf, tetapi juga baik untuk bisnis, ekonomi dan pada akhirnya masyarakat, ujarnya.

"Kami cenderung melihat peningkatan pada orang-orang yang mengalami peralihan, baik itu ketika masuk dan keluar dari pekerjaan sepanjang karier mereka dan organisasi-organisasi yang bertanggung jawab mendukung orang-orang mereka untuk melakukan hal ini pada akhirnya akan mendapatkan keunggulan kompetitif," tambah Hinton.

PwC mengatakan bahwa mereka mencari berbagai keterampilan, karena proyek yang dilakukan untuk klien bervariasi.

Keterampilan yang diperlukan berkisar mulai dari akuntan yang memenuhi syarat dengan pengalaman audit yang dapat melangkah untuk mendukung karyawan tetap selama periode yang sibuk, sampai ke orang-orang yang memiliki pengalaman dalam manajemen proyek, digital dan teknologi informasi.

Sebagai contoh, seorang anggota Flexible Talent Network sedang belajar di London untuk menjadi seorang analis keuangan sambil membesarkan dua anaknya yang masih kecil.

PwC telah mempekerjakannya dengan kontrak 100-hari, di mana ia bekerja selama 10 hari pada bulan November untuk membiasakan diri dengan proses PwC.

Ia kemudian kembali ke negara asalnya, Cina, untuk mengunjungi keluarganya pada bulan Desember, lalu kembali pada bulan Januari untuk menyelesaikan sisa pekerjaannya selama 90 hari di PwC selama "musim sibuk".

Kini karyawan tersebut tengah konsentrasi dengan ujiannya, dan akan kembali pada bulan Oktober untuk memulai kontrak selama 100 hari dengan PwC.

Topik terkait

Berita terkait