Hormati pahlawan nasional, India bangun patung tertinggi di dunia

Patung Patel di India Hak atas foto AFP
Image caption Patung Patel menurut rencana diresmikan pemerintah pada 31 Oktober.

Patung setinggi 182 meter di negara bagian Gujarat, India, akan menjadi patung tertinggi di dunia, ketika diresmikan pada 31 Oktober mendatang.

Dengan ketinggian 182 meter, patung ini mengalahkan patung Buddha di Cina yang memiliki ketinggian "hanya" 128 meter.

Patung yang ditujukan untuk memberikan penghormatan bagi pahlawan nasional Sardar Vallabhbhai Patel ini merupakan salah satu proyek unggulan pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Patung yang biasa disebut "Patung Persatuan" tersebut memakan biaya US$430 juta atau sekitar Rp6,4 triliun.

Patung Patel di India Hak atas foto Reuters
Image caption Proyek unggulan PM Modi ini memakan biaya sekitar Rp6,4 triliun.

Pengerjaannya dibantu oleh lebih dari dari 2.500 orang, beberapa ratus di antaranya didatangkan dari Cina.

Pemerintah mengerahkan banyak orang untuk memastikan proyek patung tertinggi di dunia ini selesai tepat waktu.

Begitu selesai -setelah dibangun sejak 2013- patung berbahan perunggu ini setara dengan dua kali ketinggian Patung Liberty di New York.

Patung Patel di India Hak atas foto AFP
Image caption Patung ini setara dengan dua kali ketinggian Patung Liberty di New York.

Diharapkan patung ini akan menyedot wisatawan ke Gujarat.

Untuk mendorong kunjungan turis, sudah disiapkan galeri di ketinggian 153 meter. Dari sini, para wisatawan akan leluasa menikmati pemandangan sekitarnya.

Patung Patel di India Hak atas foto AFP
Image caption Akan ada galeri di ketinggian sekitar 153 meter. Dari sini, para wisatawan akan leluasa menikmati pemandangan sekitarnya.

Patel dikenal sebagai wakil perdana menteri India setelah negara ini merdeka pada 1947.

Tokoh nasionalis ini dianggap sangat berjasa dalam menyatukan berbagai negara bagian untuk berada di bawah negara India yang independen.

Patung Patel di India Hak atas foto AFP
Image caption Patung Patel dikerjakan oleh lebih dari 2.500 orang, beberapa ratus di antaranya didatangkan dari Cina.

Namun banyak pihak merasa jasa-jasa Patel terhadap India tak mendapatkan penghargaan yang semestinya dan publik, baik di dalam maupun luar negeri, lebih mengenal dinasti Nehru, yang mendominasi lanskap politik India.

Modi, saat berkampanye untuk menjadi pemimpin India pada 2013, mengatakan, "Rakyat India banyak yang menyesal karena Patel tidak menjadi perdana menteri India yang pertama."

.

Topik terkait

Berita terkait