Adakah membenci lelaki dan orang berumur tergolong pidana kebencian?

Hate crime Hak atas foto PA

Kejahatan kebencian atau hate crime adalah tindak pidana yang bermotif prasangka terhadap kekurangan seseorang, ras, agama, orientasi seksual atau identitas gender.

Tetapi, haruskah sesuatu yang disebut 'karakteristik yang dilindungi' juga dimasukkan ke dalamnya?

Bulan lalu, Komisi Hukum Inggris diumumkan akan mengkaji apakah misogini -kebencian, prasangka buruk terhadap perempuan- akan digolongkan sebagai kejahatan kebencian.

Dan kini muncul kajian serupa yang juga akan mempertimbangkan kebalikan dari misogini yaitu misandri, kebencian terhadap laki-laki.

Lalu ageisme atau diskriminasi usia dan kebencian terhadap budaya-budaya alternatif tertentu, seperti Goth atau punk, juga akan dikategorikan sebagai kejahatan kebencian di masa yang akan datang.

Ada apa di balik semua ini?

Komisi Hukum, sebuah badan independen yang memantau undang-undang secara berkala dan apakah aturan-aturan tersebut perlu diperbaharui, mulai mengkaji kejahatan kebencian ini setelah kampanye yang dilakukan anggota parlemen dari Partai Buruh, Stella Creasy.

Ia ingin misogini sama-sama digolongkan seperti halnya kebencian rasial atau agama, karena tingkat pelecehan yang dialami kaum perempuan dan gadis-gadis remaja semakin meningkat.

Adapun mengapa kebencian terhadap laki-laki juga perlu dimasukkan, Menteri Dalam Negeri Baroness Williams mengatakan, pemerintah selalu menanggapi apa yang "masyarakan dan organisasi lain sampaikan kepada mereka".

Dan tampaknya ada bebarapa kalangan yang menganggap misandry atau kebencian terhadap laki-laki merupakan suatu masalah.

Ia mengatakan pemerintah tidak memberi tahu Komisi Hukum untuk merekomendasikan bahwa misandry ini termasuk kejahatan kebencian, mereka hanya meminta pandangannya tentang masalah ini.

"Mungkin itu tidak perlu dilakukan, tetapi kami meminta mereka untuk mengkajinya," tambahnya.

Apa implikasi dari semua ini?

Kejahatan kebencian mencakup pelecehan secara verbal, kekerasan fisik dan kejahatan yang merusak properti, seperti grafiti atau membakar rumah/gedung secara sengaja.

Tindakan-tindakan tersebut dianggap sebagai kejahatan luar biasa, artinya seseorang yang melakukannya bisa diganjar dengan hukuman penjara yang lebih lama dibanding tindak pidana yang tidak bermotif kebencian.

Hukuman yang lebih berat tersebut mencerminkan fakta bahwa kejahatan kebencian tidak hanya mempengaruhi korban individu, tetapi juga menyebarkan ketakutan di antara kelompok yang menjadi korbannya.

Namun, koresponden BBC untuk urusan dalam negeri, Danny Shaw mengatakan, definisi kejahatan kebencian yang diperluas bisa menyebabkan sebuah perasaan bahwa, dampak dari pelanggaran tersebut diremehkan atau diminimalkan karena ada begitu banyak kategori yang berbeda.

Ia juga menggarisbawahi bahwa hal itu mengundang risiko,bertambahnya hukuman karena banyak tindak pidana yang dianggap sebagai kejahatan publik akan diklasifikasikan kembali sebagai kejahatan yang lebih serius dan akan mebuat hukuman lebih lama.

Seberapa besar masalah yang menjadi kejahatan kebencian?

Tahun lalu, jumlah kejahatan kebencian di Inggris dan Wales mencapai rekor tertinggi, lebih dari 83.000 kasus.

Semua indikasi menunjukkan peningkatan signifikan lebih lanjut tahun ini - angka-angka tersebut akan dirilis pada Selasa pagi (16/10) - meskipun peningkatan jumlah kasus ini dikarenakan para korban lebih bersedia untuk melaporkan apa yang terjadi.

Badan amal Action on Elder Abuse mengatakan dimasukannya ageism atau diskriminasi usia ke dalam pengelompokan kejahatan kebencian sudah lama tertunda mengingat skala masalah.

"Jumlah hukuman untuk kejahatan ini sangat kecil dan, bahkan ketika seseorang dinyatakan bersalah, mereka kerap lolos dengan hukuman yang ringan dan denda yang kecil, sehingga calon-calon pelaku tidak akan kapok" kata kepala eksekutif Gary FitzGerald.

Apalagi yang baru?

Pemerintah ingin lebih banyak orang yang menyaksikan kejahatan kebencian untuk mengenali mereka dan kemudian melaporkannya.

Jadi, ini menunjukkan dengan tepat beberapa kelompok yang dianggap bisa menjadi saksi.

Para sopir taksi adalah salah satunya dan petugas keamanan.

Yang terakhir, pemerintah juga akan memberikan petunjuk tentang bagaimana memastikan kaum transgender merasa aman saat mengunjungi berbagai pub, klub, acara dan festival.

Menteri Dalam Negeri Sajid Javid mengatakan, "Kejahatan kebencian secara langsung bertentangan dengan nilai-nilai yang sudah lama diterapkan di Inggris, persatuan, toleransi dan saling menghormati - dan saya berkomitmen untuk membasmi perilaku yang memuakkan ini."

Topik terkait

Berita terkait