Khawatir dijadikan santapan, Mo Salah menentang rencana ekspor anjing dan kucing dari Mesir

Mo Salah Hak atas foto Mo Salah
Image caption Bintang Liverpool Mo Salah berfoto bersama kucing-kucing Siam peliharaannya.

Bintang sepakbola Mo Salah turut angkat bicara terkait rencana Mesir untuk mengekspor kucing dan anjing liar ke luar negeri karena khawatir hewan-hewan tersebut akan dijadikan santapan.

"Kucing-kucing dan anjing-anjing itu tidak boleh diekspor ke mana pun. Hal itu tidak akan terjadi dan tidak bisa terjadi," cuit Salah dalam sebuah unggahan dilengkapi foto bersama kucing-kucing Siam peliharaannya.

Para pegiat hak-hak binatang bereaksi, mereka marah atas keputusan itu dan banyak diantaranya yang menyerukan agar praktik itu diakhiri.

Kucing-kucing dan anjing-anjing liar memang banyak berkeliaran di jalan-jalan di Mesir.

Perdebatan ini berawal dari keputusan Kementerian Pertanian Mesir yang pada pekan lalu menyetujui ekspor sekitar 4.000 ekor kucing dan anjing ke luar negeri.

Pada Rabu lalu, surat kabar Mesir al-Masry al-Youm menyebutkan kementerian mulai mengeluarkan sertifikat kesehatan untuk memulai proses ekspor untuk sekitar 2.400 ekor kucing dan 1.600 ekor anjing.

Sehari kemudian, juru bicara kementerian mengatakan kepada saluran televisi Mesir TenTV, bahwa hewan-hewan itu telah divaksinasi dan akan diterbangkan sesuai dengan prosedur hukum.

Namun pihak berwenang tidak menjelaskan ke negara mana saja hewan-hewan itu dikirim, atau untuk tujuan apa.

Ujung tombak klub Liverpool asal Mesir Mo Salah, yang populer di negara asalnya dan seluruh wilayah Timur Tengah, pada hari Selasa (27/11) terjun dalam perdebatan soal ekspor anjing dan kucing, dengan mencuitkan tagar "hak-hak binatang tidak boleh dilanggar."

Dan banyak orang yang memuji keterlibatannya.

Beberapa orang menanggapinya dengan foto bersama hewan peliharaan mereka sendiri, menggunakan tagar yang sama:

Namun ada juga yang menyatakan bahwa masih banyak hal-hal penting lain yang harus dipikirkan oleh orang Mesir.

Salah seorang pengguna media sosial mengatakan, "Mari kita lihat hak asasi manusia terlebih dahulu, baru kita lanjutkan memperhatikan hak-hak binatang.

Sementara itu, beberapa orang mempertanyakan sudut pandang mereka yang makan daging tetapi juga ikut kampanye menentang ekspor hewan:

Bulan lalu, politisi Margaret Azir menuai keributan, dengan menyarankan pihak berwenang untuk menggemukkan anjing-anjing liar dan mengekspornya ke luar negeri sebagai cara untuk mengatasi meningkatnya jumlah hewan-hewan liar di jalan-jalan di Mesir.

Ia mengatakan kepada situs surat kabar Youm7 bahwa di beberapa tempat, anjing 'sama berharganya dengan domba'.

Otoritas Mesir menyangkal bahwa pemerintah akan mengekspor berbagai jenis hewan - dan mengatakan bahwa mereka hanya memberikan surat izin untuk langkah kontroversial tersebut.

Juru bicara pemerintah, Hamed Abdel Dayem mengatakan kepada al-Hadath al-Youm, laporan bahwa hewan-hewan itu diangkut ke negara-negara yang akan menyantapnya, merupakan "hal yang tidak berdasar".

Namun, anggota parlemen lain, Nadia Henry, telah mengajukan permintaan ke parlemen untuk membuat rancangan undang-undang yang akan mengkriminalisasi ekspor anjing dan kucing.

Topik terkait

Berita terkait