Dituduh misoginis, penyiar radio dihukum mengundang feminis selama lima bulan

microphone

Seorang penyiar radio Argentina yang dituduh melontarkan pernyataan misoginis yang tajam dihukum untuk mengundang tamu seorang feminis setiap minggu dalam acaranya selama lima bulan sebagai bagian dari kesepakatan dengan jaksa.

Angel Etchecopar tidak boleh menginterupsi tamunya selama 10 menit, dia juga tidak bisa mengkritik mereka setelah mereka selesai bicara.

Hukuman ini dijatuhkan setelah jaksa menuduhnya melakukan diskriminasi gender.

Dia menggunakan programnya di Radio 10 untuk menyerang kaum feminis sebagai 'feminazi' dan 'orang-orang yang menjijikkan', lapor harian Le Monde.

Jaksa Federico Vilalba Diaz mengatakan kepada surat kabar La Nación bahwa Etchecopar telah didakwa dengan tuduhan 'tidak sopan, menghina, merendahkan, dan diskriminatif' terhadap perempuan.

"Tapi Etchecopar datang ke penyelidikan dengan berubah sikap dan menunjukkan dirinya sangat berbeda dari kepribadian yang saya lihat di media," kata Diaz.

Etchecopar - dijuluki 'Baby' - meyakinkan pihak berwenang bahwa dia ingin berubah dan seorang hakim perempuan setuju untuk menggugurkan kasusnya namun dengan solusi berbasis masa percobaan, kata La Nación.

Menurut ketentuan perjanjian, jaksa penuntut akan memberikan daftar spesialis gender dan jaksa penuntut spesialis kekerasan gender Argentina Veronica Guagnino akan menyusun topik-topik bahasan dalam acara radio itu.

Etchecopar juga harus menghindari membuat pernyataan diskriminatif lebih lanjut selama setahun dan memberikan sumbangan untuk lembaga amal Katolik. Jika dia melanggar persyaratan, kasus terhadapnya akan dihidupkan lagi.

Awal bulan ini parlemen Argentina menyetujui undang-undang baru yang mewajibkan semua pejabat untuk melakukan pelatihan kesetaraan gender.

Undang-undang tersebut dinamai Micaela Garcia, berdasarkan seorang perempuan berusia 21 tahun yang diculik, diperkosa, dan dibunuh pada tahun 2017 dalam sebuah kasus yang mengejutkan negara itu dan memicu demonstrasi.

Mendiang Garcia adalah pendukung gerakan "ni una menos" (tidak kurang satupun) di Argentina yang berupaya melindungi perempuan dari kekerasan laki-laki, seperti dilaporkan BBC Mundo (dalam bahasa Spanyol).

Namun, pada bulan Agustus, parlemen Argentina menolak RUU yang akan melegalkan aborsi jika kehamilan sudah berusia 14 minggu. Keputusan itu berlanjut ke sebuah perdebatan sengit yang berlangsung lebih dari 16 jam.

Berita terkait