Akhirnya aktor Kevin Spacey dipidana di AS karena serangan seksual

A still from a video in which Mr Spacey appears to deny any wrongdoing Hak atas foto YouTube / @KevinSpacey
Image caption Kevin Spacey mengunggah video bergaya House of Cards.

Aktor Holywood Kevin Spacey dikenakan tuduhan pidana pelecehan seksual terhadap seorang remaja dalam sebuah peristiwa di sebuah bar di Massachusetts, Juli 2016.

Dan hari Senin jelang Natal, aktor yang jatuh dalam gelombang anti pelecehan seksual yang menghantam para tokoh besar Holywood itu memposting sebuah video yang menyiratkan bantahannya. Dia akan dihadapkan ke pengadilan pada 7 Januari.

Korbannya, diduga adalah putra mantan presenter berita televisi Heather Unruh, berbicara secara terbuka tentang insiden itu tahun lalu.

Presenter itu menuduh Spacey mentraktir putranya yang saat itu berusia 18 tahun untuk minum alkohol—usia minimum bagi konsumsi alkohol di Massachusetts adalah 21 tahun— lalu kemudian menggerayanginya.

Di video bantahan itu Spacey tampil dalam sosok Frank Underwood, tokoh utama House of Cards yang diperankannya hingga tahun lalu, sebelum gelombang #MeToo membuat Netflix memecatnya dari dan mematikan tokoh itu dari seri sukses tersebut.

"Saya tentu tidak akan membayar untuk hal-hal yang tidak saya lakukan," katanya dalam klip yang dibuat dramatik itu.

"Anda tidak akan percaya pada hal begitu buruk jika tak ada bukti, kan?" Katanya. "Anda tidak akan terburu-buru menghakimi tanpa fakta-fakta."

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Heather Unruh berbicara tentang serangan seksual terhadap anaknya.

Dalam video tanggapan terhadap perkara itu, Spacey berbicara dengan gaya Frank Underwood kepada pemirsa, seperti yang dia lakukan selama lima musim di House of Cards.

"Tentu saja akan ada orang yang percaya segalanya," katanya. "Mereka hanya menunggu dengan napas tertahan untuk mendengar saya mengakui semua tuduhan."

"Mereka akan mengatakan saya tidak punya penghormatan, tidak tahu aturan," tambahnya.

Frank Underwood adalah protagonis yang licik dan haus kekuasaan dalam seri Netflix. Tokoh itu membunuh seorang jurnalis dan politisi untuk kemudian menjadi presiden AS, sebelum ia dimatikan perannya menjelang musim enam, setelah kasus Spacey mengemuka.

Klip tiga menit berjudul Let Me Be Frank: "Biarkan saya berterus terang," juga merupakan permainan kata terkait perannya sebagai Frank Underwood. Ini merupakan penampilan publik pertama Spacey sejak tuduhan pertama pelecehan seksual dilancarkan terhadapnya November tahun lalu.

Tuduhan dilontarkan oleh aktor Anthony Rapp yang menyebutnya melakukan pendekatan seksual kepadanya pada tahun 1986 saat ia masih di bawah umur.

Sesudah itu berbagai tuduhan lainnya bermunculan, seiring gelombang #MeToo yang dipicu terbongkarnya berbagai skandal dan tuduhan serangan seksual menyangkut produser Holywood yang sangat berkuasa, Harvey Weinstein.

Hak atas foto Netflix
Image caption Pasangan politikus ambisius di House of Cards, Kevin Spacey memerankan Frank Underwood dan Robin Wight memerankan Claire, isterinya.

Dalam kasus lain, September lalu kantor Kejaksaan Los Angeles mengatakan mereka tak akan mempidanakan Spacey atas dugaan kekerasan seksual tahun 1992, karena kejadiannya sudah melewati masa kadaluwarsa dalam ketentuan perundangan California.

Polisi Inggris juga masih menyelidiki beberapa dugaan pelecehan saat Spacey menjadi direktur artistik di teater Old Vic London.

Kasus-kasus itu membuat Spacey dipecat dari berbagai peran di film-film besar dan sukses, termasuk dari seri House of Cards dan film All the Money in the World, yang bahkan membuat produser melakukan pengambilan gambar ulang untuk peran Jean-Paul Getty yang sebelumnya ia mainkan.

Sebuah film yang menampilkan sosoknya, Billionaire Boys Club, juga mengalami nasib sial: di malam pertama pemutarannya di bioskop-bioskop AS, Agustus lalu, film ini mencatat rekor pendapatan terendah: hanya $126 (Rp1,8 juta rupiah) saja.

Berita terkait