Terkubur seribu tahun akibat letusan Gunung Vesuvius, tulang-belulang kuda ditemukan di Pompeii

Tulang kuda Hak atas foto EPA/CESARE ABBATE
Image caption Para arkeolog menyebut tulang-belulang kuda ini merupakan "penemuan langka yang penting".

Sisa-sisa tulang-belulang kuda yang masih menggunakan perlengkapannya ditemukan di sebuah vila di luar tembok kota Pompeii, yang terkubur akibat letusan Gunung Vesuvius di abad pertama Masehi.

Para arkeolog menyebut tulang-belulang kuda ini merupakan "penemuan langka yang penting".

Kuda itu dalam kondisi siap pergi dengan membawa beban, kemungkinan untuk membantu menyelamatkan warga Pompeii yang melarikan diri dari letusan Gunung Vesuvius yang mengubur kota itu.

Bersama beberapa kuda lainnya, kuda itu ditemukan di dalam reruntuhan bangunan bernama Vila Misteri.

Menurut catatan sejarah, bangunan vila milik seorang jenderal Romawi atau hakim militer berpangkat tinggi.

Pada tahun 79 Masehi, Gunung Vesuvius meletus dan mengubur Pompeii dan kota-kota terdekat lainnya di bawah jutaan ton puing vulkanik.

Dalam penelitiannya, para arkeolog menemukan barang-barang peninggalan seperti alat penekan minuman anggur, oven, dan lukisan dinding di dalam reruntuhan vila mewah tersebut.

Hak atas foto EPA
Image caption Kuda yang tampaknya terawat baik, bersama dengan pelana dan tali kekang dengan potongan kayu dan hiasan perunggu, ditemukan bersama dua kuda lainnya.

Penemuan terbaru itu terjadi selama penggalian reruntuhan kandang di vila yang terletak di sebelah utara Pompeii, menurut Massimo Osanna, direktur Taman arkeologi Pompeii.

Kuda yang tampaknya terawat baik, bersama dengan pelana dan tali kekang dengan potongan kayu dan hiasan perunggu, ditemukan bersama dua kuda lainnya.

Menurut Osana, semua kuda-kuda naas itu tewas "mengerikan", kata Osanna, akibat tercekik abu atau uap mendidih dari awan abu Vesuvius.

Kawasan perkebunan ini awalnya digali pada awal abad ke-20, tetapi sebagian besar dikuburkan kembali dan semenjak saat itulah menjadi sasaran para penjarah.

"Seluruh kawasan itu akan digali dan dikembalikan ke publik agar dapat mengetahuinya," kata Osanna.

Berita terkait