Sekelompok tuna wisma nikmati layanan hotel mewah gratis saat Natal

Para tuna wisma menikmati makan malam di Hotel Doubletree, Hull. Hak atas foto Raise the Roof
Image caption Para tuna wisma menikmati layanan hotel mewah selama dua malam.

Sekumpulan tuna wisma menikmati tinggal di hotel berbintang selama dua malam selama masa perayaan Natal.

Awalnya, organisasi Raise The Roof berencana membiayai 28 orang gelandangan untuk tinggal di Hotel Royal di Hull, Inggris, tapi mereka kemudian ditolak oleh pihak hotel.

Hotel Doubletree Hilton kemudian menawarkan diri dan memberikan akomodasi gratis kepada mereka, termasuk menu spesial Natal untuk sarapan dan makan malam.

Carl Simpson, dari organisasi Raise The Roof, mengatakan "ada begitu banyak wajah-wajah gembira " di meja makan itu.

Dia berkata : "Ada satu laki-laki yang langsung tertidur sampai siang hari keesokan harinya sesaat setelah ia masuk ke kamar hotel.

"Dia bilang dia tidak mau bangun karena di kamar itu ia merasa aman. Kebaikan hati kota ini sangat fenomenal."

Sebelumnya, grup ini menyewa 14 kamar, masing-masing dengan dua ranjang, di Hotel Royal untuk 28 orang seharga £1,092 (Rp 20,1 juta). Grup ini berharap dapat mengulang sukses acara serupa yang diadakan tahun lalu di Hotel Ibis.

Hak atas foto Raise The Roof
Image caption Hotel Doubletree Hilton menawarkan layanan hotel gratis.

Hotel Royal sebelumnya menerima pesanan untuk para tuna wisma itu. Namun, pesanan itu dibatalkan setelah bekas karyawan hotel menyarankan mereka untuk menolak pesanan tersebut.

Raise the Roof menuliskan kejadian itu di Facebook. Tak disangka, kisah itu menarik perhatian publik dan dibagikan oleh 1.500 orang. Mereka mengumpulkan uang sebesar £9,000 (Rp 165,6 juta) untuk mendukung program tersebut.

Respons negatif di sosial media terhadap Hotel Royal mendorong mereka untuk mengkoreksi kebijakan mereka. Namun, Raise the Roof menolak untuk bekerja sama lagi dengan hotel itu.

Hotel Doubletree Hilton kemudian menawarkan layanan hotel mereka secara gratis.

Simpson berkata: "Suasana saat itu sangat aneh. Banyak dari mereka sulit percaya bahwa mereka bisa menginap di hotel. Mereka takut jika sesuatu yang buruk akan terjadi.

"Anda harusnya melihat wajah mereka saat memegang kunci kamar hotel. Mereka nampak sangat gembira."

Hotel itu juga memberi mereka tas berisi cokelat dan perlengkapan mandi sebagai suvenir.

Berita terkait