Ditarik perangko peringatan Perang Dunia II: Pasukan AS 'mendarat di Papua'

papua, perancis, perang dunia, royal mail Hak atas foto PA

Pos Kerajaan Inggris atau Royal Mail menarik prangko peringatan 75 tahun D-Day, atau hari pendaratan pasukan Sekutu di Normandia, Prancis, upaya sekutu membebaskan Eropa dari kekuasaan Nazi, Jerman pada Perang Dunia II.

Penarikan ini dilakukan setelah BBC News menunjukkan bahwa foto pendaratan pasukan Amerika Serikat tersebut terjadi diDutch New Guinea, kawasan yang sekarang adalah Provinsi Papua, yang jaraknya sekitar 5.281 km dari Prancis.

Prangko tersebut dijadwalkan diedarkan tahun depan sebagai bagian dari koleksi "Yang Terbaik dari Inggris", untuk peringatan 75 tahun D-Day pada Juni 2019.

Dengan keterangan foto "Tentara dan tim medis Sekutu mendarat", prangko ini disebutkan menunjukkan pendaratan Normandia tetapi sebenarnya foto tersebut merupakan pendaratan di pantai yang sekarang adalah wilayah Indonesia.

Banyak pihak memandang kesalahan yang terungkap setelah diunggah di media sosial sebagai sesuatu yang "memalukan".

Foto tersebut diterbitkan pada situs American National WWII Museum, dengan acuan sebagai angkatan laut AS, US Coast Guard, dan dinyatakan memperlihatkan pasukan membawa tandu dari kapal pendarat di Sarmi, kawasan yang dulu disebut Dutch New Guinea, Nugini Belanda pada tanggal 17 Mei 1944.

Pendaratan di Normandia baru terjadi pada tanggal 6 Juni pada 1944, sat pasukan Inggris, Prancis dan Kanada mendarat di pesisir utara Prancis.

Operasi ini adalah tahapan pertama Operation Overlord - invasi Eropa yang diduduki Nazi - dan dimaksudkan untuk mengakhiri Perang Dunia Kedua.

Royal Mail menggunggah perangko khusus ini untuk peringatan 75 tahun D-Day tahun depan guna menunjukkan "Yang Terbaik dari Inggris".

Peringatan 75 tahun pendaratan D-Day akan ditandai dengan dikeluarkannya 11 perangko lewat apa yang disebut Royal Mail sebagai "waktu yang tepat untuk memperingati orang-orang yang terlibat" dengan menggunakan "gambar-gambar pada hari yang dimaksud".

Paul Woodadge, 49 tahun, adalah seorang sejarawan dan mantan pemandu wisata penduduk Normandia, yang berasal dari Essex, Inggris mengatakan, "Ini sangat mengejutkan."

Berbicara sebelum Royal Mail mengumumkan penarikan prangko tersebut dia mengatakan, "Ini seharusnya menjadi peringatan 75 tahun D-Day - yang terakhir kali saat masih terdapat para veteran yang mengingat kejadian itu.

"Prangko-prangko ini adalah koleksi yang akan dibeli orang untuk ayah dan kakek mereka."

Akun Twitter wisata Perang Dunia Kedua, Jersey, Inggris, mengirim cuitan ke Royal Mail untuk menekankan bahwa kapal di foto tersebut, LCI-30, tidak ikut serta pendaratan Normandia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Paul Woodadge mengusulkan foto Royal Marines di "Juno Beach", Normandia lebih cocok dipakai.

Lewat Facebook, seorang pengguna, Peter Simpson menulis prangko tersebut "menghina dan tidak menghormati korban meninggal saat D-Day".

Pengguna lain lewat Twitter, Rob Scott, menulis seharusnya foto yang digunakan adalah tentara Inggris yang mendarat di Normandia dan bukan tentara Amerika.

Juru bicara Royal Mail mengatakan Kamis (27/12), "Kami bekerja sangat keras untuk memastikan program perangko khusus sepatutnya merayakan peringatan dan berbagai peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan dan asal-usul Inggris.

"Kami ingin menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya karena program Special Stamp 2019 sempat memasukkan rancangan prangko yang secara tidak tepat dikaitkan dengan pendaratan D-day.

"Kami bisa memastikan foto ini tidak akan menjadi bagian dari rangkaian final yang akan beredar pada bulan Juni 2019."

Topik terkait

Berita terkait