Wahana New Horizons capai Ultima Thule, objek antariksa terjauh berjarak 6,5 miliar kilometer

Artwork: Ultima Thule Hak atas foto NASA
Image caption Ultima Thule dalam gambar rekaan seniman.

Setelah menempuh perjalanan selama 13 tahun, wahana luar angkasa New Horizons milik NASA dipastikan berhasil melintasi Ultima Thule —objek angkasa terjauh yang pernah dieksplorasi sepanjang sejarah.

Tepuk tangan dan sorak sorai menggema di ruang pengendali misi di Laboratorium Fisika Terapan, Universitas Johns Hopkins, Negara Bagian Maryland, AS, setelah diumumkan bahwa wahana itu berfungsi dengan baik, dan berhasil mengumpulkan foto-foto dan data dari objek yang dikenal dengan nama Ultima Thule.

"Wahana luar angkasa kita berada dalam kondisi sehat. Kita telah mencapai penerbangan terjauh," kata Manajer Operasional Misi, Alice Bowman.

Posisi Ultima Thule sendiri berada sejauh 6,5 miliar kilometer dari Bumi.

Karena jarak yang sedemikian jauh, pesan kiriman New Horizons baru bisa diterima sejumlah antena besar milik badan antariksa AS (NASA) di Madrid, Spanyol, dalam waktu enam jam dan delapan menit.

NASA mengatakan data yang akan dikirim ke Bumi dalam bulan-bulan mendatang, akan meningkatkan pemahaman tentang asal-usul tata surya kita.

Ultima Thule berada di kawasan yang dikenal dengan sebutan Sabuk Kuiper —kumpulan materi beku yang mengelilingi Matahari lebih jauh 2miliar kilometer ketimbang Neptunus dan 1,5 miliar kilometer lebih jauh dari Pluto yang dikunjungi New Horizons pada 2015.

Hak atas foto NASA HQ
Image caption Ilmuwan Alan Stern dan Alice Bowman bersukacita setelah menerima sinyal dari New Horizons.

Diperkirakan ada ratusan ribu benda anggota Sabuk Kuiper seperti Ultima. Kondisi beku objek luar angkasa ini hampir dipastikan menyimpan petunjuk mengenai kondisi pembentukan tata surya 4,6 miliar tahun lalu.

Foto beresolusi tinggi pertama dari Ultima Thule diperkirakan paling cepat tiba di Bumi pada Februari mendatang.

Hak atas foto NASA/JHU-APL/SWRI
Image caption Ultima Thule dalam resolusi rendah: Gambar yang diambil New Horison 31 Desember lalu. Gambar dalam resolusi tinggi akan diterima bukan Februari mendatang.

Meski demikian, menurut ilmuwan Alan Stern, hal ini tidak menunda penyelidikan.

"Foto-foto (beresolusi rendah) yang akan tiba pekan ini akan mengungkap geologi dasar dan struktur Ultima dan kami akan mulai menulis makalah ilmiah pertama pekan depan," pungkasnya.

Berita terkait