Ular piton dengan lebih dari 500 kutu diselamatkan di Australia

Carpet python from Coolangatta Hak atas foto Gold coast and brisbane snake catcher/facebook

Para penangkap ular di Australia menyelamatkan ular piton yang sekujur tubuhnya dikerubungi kutu.

Hewan reptil yang diyakini sakit dan terjangkit parasit itu tergeletak di dekat kolam renang, di kota Gold Coast, Queensland.

Penangkap satwa profesional berhasil menjerat ular itu dan membawanya ke klinik untuk mendapat perawatan medis.

Setelahnya, tim dokter hewan setempat memindahkan lebih dari 500 kutu dari tubuh piton tersebut.

Sang penangkap ular, Tony Harrison, berkata kepada BBC bahwa piton itu akan segera pulih.

'Seperti memegang sekantong marmer'

Harrison, yang bekerja di lembaga Penangkap Ular Gold Coast dan Brisbane, menyebut piton yang kini dinamai Nike itu, berusaha menghilangkan ratusan kutu itu di kolam renang.

"Jelas sekali, ular itu merasa sangat tidak nyaman," ujarnya.

Hak atas foto Gold coast and brisbane snake catcher/facebook
Image caption Ular malang itu berhasil diselamatkan dan diberi nama Nike.

"Seluruh wajahnya bengkak dan dia sangat kewalahan dengan kutu-kutu yang berkembang biak di atas tubuhnya."

Harrison berkata, mencabut ratusan kutu itu seperti memegang sekantong marmer yang bergerak di sekujur tangan.

Menurut pakar satwa di Universitas Queensland, Profesor Bryan Fry, ular kerap memakan kutu atau parasit lain di alam liar.

Bagaimanapun, jumlah kutu yang besar dapat menandakan seekor ular tengah mengalami masalah kesehatan yang buruk. Penyebabnya bisa suhu yang teramat panas maupun lingkungan yang sangat kering.

"Jelas ini masalah serius, bahwa binatang kehilangan daya tahan alamiahnya. Saya ragu ular itu dapat bertahan jika tidak diselamatkan dan dirawat," kata Harrison.

Harrison menyebut piton itu mengalami infeksi, namun kini kondisinya menuju pulih.

"Nike sangat lincah saat ini. Tapi dia butuh waktu pemulihan yang panjang di (Suaka Alam Liar Currumbin) sampai dia benar-benar bisa dilepasliarkan kembali," ujarnya.

Berita terkait