Nastya Rybka: Model yang terjebak dalam pertikaian Trump-Rusia

Nastya Rybka attends hearing on her arrest in Moscow, Russia, 19 January 2019 Hak atas foto EPA

Nastya Rybka menghabiskan waktu berhari-hari "hanya berpesta" dengan seorang miliarder Rusia di kapalnya dan menyombongkan diri terkait dengan keberuntungannya tersebut.

Tetapi miliarder Oleg Deripaska adalah teman Presiden Rusia Vladimir Putin. Rybka kemudian mengatakan dirinya mempunyai bukti campur tangan Rusia pada kampanye pemilihan umum Amerika Serikat.

Rybka sendiri, seorang model Belarusia yang harus mendekam selama setahun di penjara Thailand, memandang dirinya korban yang dipakai sejumlah orang.

"Saya jatuh cinta. Dia sangat ganteng dan matanya indah. Mengapa tidak?" katanya tentang Deripaska saat diwawancara BBC Rusia di Moskow.

Yang diinginkannya adalah berada di kapal Deripaksa, katanya. Dia telah mendapatkan yang diinginkannya pada tahun 2016, tetapi membicarakan hal tersebut ternyata hanya membuat Deripaksa menghadapi masalah.

Hak atas foto EPA
Image caption Model Belarusia muncul di pengadilan Moskow.

Sangsi Amerika Serikat dikenakan kepada tokoh aluminum dan taipan Rusia lainnya tahun lalu karena "kegiatan jahat" terkait dengan Rusia.

Kemudian juga diketahui bahwa dia berhubungan bisnis dengan Paul Manafort, mantan pimpinan kampanye saat Trump berusaha memenangkan pemilu.

"Dia memiliki banyak masalah," kata Rybka, yang nama aslinya adalah Anastasia Vashukevich. "Saya pikir saya yang memulai banyak masalah itu, saya ada di bagian awalnya."

Miliarder itu menyangkal tuduhannya dan berhasil menuntut atas dasar pelanggaran privasi yang dilakukan model Alex Lesley yang juga dikenal sebagai Alexander Kirillov.

Bagaimana seorang model dibui di Thailand

Nastya Rybka menjadi terkenal setahun lalu ketika buku dan posting Instagram-nya berisi foto dan penjelasan orang-orang yang ditemuinya pada tahun 2016, diperiksa dengan seksama oleh politikus oposisi Rusia, Alexei Navalny.

Dia mengidentifikasi seorang pejabat tinggi pemerintahan Presiden Putin, Sergei Prikhodko, sebagai salah seorang.

Prikhodko adalah pejabat masalah kebijakan luar negeri dan setelah akun itu menjadi publik, dia berusaha mengaburkan apakah dia memang menjadi tamu Deripaska seperti yang diduga.

Hak atas foto AFP
Image caption Nastya Rybka dan "pelatih" Alexander Kirillov dideportasi dari Thailand.

Tidak lama setelah Alexei Navalny menerbitkan temuannya lewat sebuah video di internet, Deripaska menuntut atas dasar pelanggaran ruang pribadi dan video tersebut disensor pengawas media Rusia. Media Rusia yang mengutip temuan Navalny harus mencabut laporannya.

Sementara itu, Rybka dan Alexander Kirillov berkunjung ke Thailand.

Pada tanggal 25 Februari 2018, mereka ditangkap atas dugaan bekerja tanpa izin, yang kemudian diubah menjadi pelanggaran karena menyediakan layanan seksual.

Pasangan ini meyakini kasus ini terkait dengan skandal di Rusia.

Mengapa Rybka menghubungi FBI

Tidak lama setelah penangkapan Rybka merasa Amerika dapat membantunya.

Meminta pertolongan ke media AS lewat video Instagram yang kabur di sebuah mobil polisi, dia mengatakan dirinya memiliki informasi penting, disamping "bagian teka-teki yang hilang" terkait dengan hubungan kelompok elit Rusia, Paul Manafort dan kampanye Trump.

Sekarang, anehnya, dia mengatakan pihak Amerika yang justru menyebabkan ia dipenjara.

"Kemungkinan Amerika takut saya memiliki sesuatu yang negatif terkait presiden barunya," katanya. "Ini bukan permainan kami, ini lebih besar dari kami."

Dia tak memberi rincian jelas ketika ditanyakan jenis informasi yang dijanjikannya dan menegaskan dirinya tidak memberikan apapun kepada penyelidik AS.

"FBI bertanya apakah saya mempunyai sesuatu tentang Trump, Manafort, kehidupan Deripaska. Banyak orang datang dan menanyakan hal yang sama. Setelah itu saya memutuskan apa yang saya miliki membahayakan saya. Saya mengirimkannya ke Oleg Deripaska," katanya.

Tidak diketahui apa yang dimilikinya, jika memang ada. Juga tidak jelas apakah Deripaksa menerima sesuatu.

Pada tanggal 17 Januari lalu, dia dan Lesley menerima hukuman sela dan dideportasi dari Thailand.

'Saya harus hidup disini'

Saat tiba di Rusia mereka kembali ditangkap atas dugaan memaksa orang menjadi pekerja seks komersial. Pengacara Rybka menaruh video di Instagram yang memperlihatkan penahanannya.

Saat itu dia menyatakan sangat menyesal dan memohon maaf dari Deripaska.

Dua hari kemudian keduanya dibebaskan dari penjara Rusia, meskipun kasusnya belum ditutup.

Rybka mengatakan dia tidak memiliki bahan bukti nyata terkait masalah itu. "Saya tidak lagi memiliki telepon genggam atau komputer."

Nastya Rybka menegaskan dia tidak bersekongkol dengan siapapun agar dibebaskan. Tetapi dia tidak menyangkal bahwa begitu dia kembali di Rusia, dia diberitahu dengan tegas tentang cara bertingkah laku.

"Saya dijelaskan tentang bagaimana saya dapat membicarakannya. Dan saya harus tinggal di sini. Versi resminya adalah saya tidak memilki catatan dan catatan apapun yang ada sebelumnya telah tidak ada lagi."

Sekarang dirinya dan pelatihnya menyalahkan Alexei Navalny terkait dengan berbagai masalah mereka. Dan pandangan ini sejalan dengan versi resmi pejabat Rusia dan Oleg Deripaska: suatu liburan biasa yang menjadi besar, menjadi dongeng korupsi dan persekongkolan internasional.

Jadi apa yang dimaksud Nastya Rybka setahun lalu saat mengatakan Oleg Deripaska terlibat dalam campur tangan pemerintah Rusia pada pemilihan presiden AS?

"Saya tidak menjawab pertanyaan itu," katanya.

Berita terkait