Ilhan Omar: Siapakah anggota Kongres AS kelahiran Somalia ini?

Ilhan Omar memenangkan pemilihan House of Representatives pada bulan November 2018. Hak atas foto EPA
Image caption Ilhan Omar memenangkan pemilihan House of Representatives pada bulan November 2018.

"Saya berdiri disini di depan Anda malam ini, sebagai anggota terpilih Kongres Anda, dengan banyak hal pertama lainnya di belakang nama saya,"

Para pendukungnya menyambut pidato kemenangan Ilhan Omar yang emosional dengan gemuruh aplaus ketika anggota Partai Demokrat ini memenangkan distrik konggres ke-lima Minnesota pada bulan November 2018.

Ibu tiga anak berumur 37 tahun adalah warga Amerika keturunan Somalia yang pertama, orang Amerika kelahiran Afrika pertama dan salah satu dari dua Muslim perempuan Amerika pertama yang menjadi anggota Kongres AS.

Omar mengundang kekaguman dan kritik karena menjadi salah satu dari generasi baru politikus muda yang mengguncang status quo di Washington DC.

Dia baru saja berdebat dengan utusan AS untuk Venezuela, lewat sebuah rekaman yang sejak saat itu menjadi viral.

Tetapi sementara dia memenangkan dukungan karena pendekatannya terhadap Capitol Hill, dia juga menghadapi tuduhan anti-Yahudi, dan bahkan tuduhan pelanggaran keuangan kampanye di Minnesota.

Siapakah Ilhan Omar?

Omar dilahirkan sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara di ibu kota Somalia, Mogadishu pada tahun 1981. Ibunya meninggal ketika dia berumur dua tahun.

Dibesarkan ayah dan kakeknya, keluarga tersebut melarikan diri dari negara itu saat terjadi Perang Saudara Somalia dan tinggal di kamp pengungsi Kenya selama empat tahun sebelum pindah ke AS di tahun 1995.

Pada mulanya Omar bekerja di dunia pendidikan, dia memulai karir politiknya dengan menjalankan kampanye dewan kota dan bekerja sebagai pembantu senior masalah kebijakan bagi politikus Minnesota.

Pada tahun 2016, dia memenangkan pemilihan badan legislatif di negara bagian Minnesota - menumbangkan seseorang yang sudah menjadi wakil rakyat selama 44 tahun.

Omar mengatakan kepada BBC lewat wawancara pada tahun 2017 bahwa generasi muda yang "mempercayai platform saya, ide saya dan kebaikan yang saya junjung" mendorongnya untuk mencalonkan diri.

"Banyak generasi lebih tua dan terutama perempuan di masyarakat yang memandang akan lebih baik ... jika saya ada di belakang," katanya.

Bagaimana pandangan pendukungnya?

"Seorang perempuan pengungsi datang kesini dan meraih mimpi Amerika," kata seorang pengungsi Somalia, Awmam Mahdi mengatakan kepada BBC.

"Saya pikir ini sangat positif bagi semua imigran," kata penduduk Ohio tersebut yang menyebut Omar sebagai "panutan"-nya.

Omar mendukung kebijakan seperti perluasan jaminan kesehatan, peningkatan pemeriksaan latar belakang pembelian senjata dan penghapusan badan Immigrations and Customs Enforcement (ICE).

Pada pidato kemenangannya dia mengecam keras pandangan keimigrasian pemerintah Trump dengan mengatakan: "Di sini di Minnesota, kami bukan hanya menerima imigran - kami menugaskan mereka ke Washington".

Presiden Trump sebelumnya mengatakan imigran Somalia "menyebarkan pandangan ekstremis mereka" di Minnesota dan bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Betapapun, Omar dipuji karena memperjuangkan perubahan larangan yang telah berumur 181 tahun terkait dengan pemakaian penutup kepala di House of Representatives atau DPR, sehingga memungkinkannya mengenakan hijab saat diambil sumpah dan menjadi anggota House Foreign Affairs Committee atau Komite Masalah Luar Negeri DPR.

Politikus dan analis mengelompokkannya ke dalam sejumlah politikus muda Demokrat yang menumbangkan status quo di Capitol Hill.

Alexandria Ocasio-Cortez, 29 tahun dan Rashida Tlaib, perempuan Amerika Palestina - salah satu perempuan Muslim pertama di Kongres, bersama-sama dengan Omar - terpilih pada bulan November 2018.

Hak atas foto EPA
Image caption Alexandria Ocasio-Cortez (kiri) adalah anggota termuda House of Representatives.

Ocasio-Cortez mengirimkan dukungan bagi Omar lewat tweet setelah perdebatan dengan utusan khusus AS bagi Venezuela, Elliott Abrams, menjadi viral.

Pada sidang House Foreign Affairs Committee, Omar mengungkapkan peran Abrams pada skandal Iran-Contra, dimana AS secara diam-diam menjual senjata ke Iran dan menyalurkan hasilnya ke kelompok anti-Komunis Nikaragua.

Dia juga mempertanyakan komentar Abrams terkait kebijakan AS di El Salvador, termasuk ketika dia seperti mengecilkan pembantaian di kota El Mozote pada tahun 1981.

"Melihatnya mempertanyakan utusan Trump ... mirip menonton penegakan keadilan," tulis Ocasio-Cortez.

Abrams memandang perdebatan tersebut "konyol" dan mengatakan dirinya tidak akan menjawab sebuah "serangan pribadi".

"Saya tidak berpikir keseluruhan rangkaian pertanyaan ini sebagai pertanyaan nyata, jadi saya tidak akan menjawabnya," kata Abrams selama sidang.

Apa yang dikatakan pengecamnya?

Tetapi meskipun memiliki pendukung, tidak mudah bagi Omar untuk mulai bekerja di Washington DC.

Dia terlibat dalam kontroversi terkait tweet yang sebagian pihak pandang anti-Yahudi.

Cuitannya pada tahun 2012 yang menyatakan Israel telah "menghipnotis dunia", memicu kemarahan di antara pihak-pihak yang memandang cuitan itu sebagai sebuah serangan terhadap orang Yahudi.

Kontroversi semakin serius ketika dia menyerang American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), dengan mengatakan kelompok lobby tersebut membayar politikus untuk memberikan suara bagi kebijakan pro-Israel.

Pihak Republik dan Demokrat mengecam berbagai pernyataannya. Pimpinan Kongres Nancy Pelosi menyerang "tuduhan berprasangka" Omar dan menuntutnya untuk segera menyampaikan permintaan maaf.

Dia kemudian melakukannya dengan mengirimkan tweet bahwa dirinya memiliki kolega yang "mendidik saya terkait dengan sejarah menyakitkan kiasan anti-Yahudi".

Presiden Trump kemudian mendesaknya untuk mundur dari Kongres dan "pastinya" dari House Foreign Affairs Committee. Dia menyatakan Omar sebagai orang yang "mengerikan".

Omar membalas lewat tweet dengan tulisan: "Anda telah memperdagangkan kebencian sepanjang kehidupan Anda".

"Saya belajar dari orang-orang yang terimbas kata-kata saya. Kapan Anda akan melakukannya?"

Omar, seperti rekannya Tlaib, sebelumnya juga menyatakan dukungan terhadap gerakan pro-Palestina Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) yang mendorong pemboikotan sama sekali terhadap Israel karena kebijakan Palestinanya.

Israel mengatakan BDS sama sekali menentang keberadaan Israel dan didorong pandangan anti-Yahudi.

Tetapi wartawan investigatif, Alex Kotch, yang menulis kolom opini di koran The Guardian setelah pernyataan Omar mengatakan, kritiknya terhadap AIPAC dan dukungannya pada BDS berdasar.

"Yang dia lakukan menyebut AIPAC adalah hal yang penting," katanya kepada BBC, adalah "nyaris terlarang" untuk mengatakan apapun yang mengecam Israel di politik AS dan Omar menggunakan haknya untuk mengkritik kelompok lobby yang kuat.

Hak atas foto Reuters
Image caption Omar meminta maaf atas tweet-nya.

"Kita sudah dapat membedakan antara anti-Yahudi yang sebenarnya dengan kritik terhadap Israel," katanya. "Pengecamnya membesar-besarkan hal ini."

Bagaimana dengan pendanaan kampanye?

Karir Omar di pemerintahan negara bagian juga bukannya tidak kontroversial.

Wakil rakyat Minnesota Steve Drazkowski menuduh Omar menggunakan dana kampanye pemilihan setempat untuk membayar pengacara pribadi, disamping melakukan sejumlah perjalanan di AS dan satu lawatan ke Estonia yang tidak ada hubungannya dengan kampanye pemilu.

"Dia tidak mematuhi hukum," kata Drazkowski kepada BBC.

Anggota partai Republik tersebut mengatakan kedua kecaman tersebut sedang diselidiki Campaign Finance Board Minnesota, meskipun seorang juru bicara badan tersebut mengatakan kepada BBC bahwa dirinya tidak bisa memastikan ataupun menyangkal adanya kecaman ataupun penyelidikan.

Tetapi Omar mengatakan kepada koran setempat StarTribune bahwa Drazkowski "terobsesi tehadap apa yang ada di dokumen saya".

Tuduhan Drazkowski menurut Omar adalah suatu langkah politik, dan dia mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa "ini seharusnya diperhatikan pemilihnya bahwa dia menggunakan dana pembayar pajak untuk melecehkan calon Muslim".

Berita terkait