Bunker peninggalan Perang Dingin disulap menjadi kafe, kolam renang hingga kandang babi

Fotografer Robert Hackman membuat buku berisi foto-fotokaryanya yang mendokumentasikan banyak bunker yang dibangun di Albania antara 1975 dan 1989 di tengah kekhawatiran Perang Dingin.

Diperkirakan berjumlah 500.000, beberapa bunker teronggok dalam kondisi terlantar, tapi sebagian lainnya dikonversi menjadi kafe, rumah, restoran, kolam renang, lumbung, jembatan hingga tangki air.

A bunker on a cliff next to the sea in Albania Hak atas foto Robert Hackman
Presentational white space
Bunker in Albania next to buildings Hak atas foto Robert Hackman
Presentational white space
The ruins of bunkers in Albania on a beach Hak atas foto Robert Hackman

Selama tahun-tahun yang penuh ketidakpastian selama Perang Dingin, ketika negara-negara bersiap menghadapi kemungkinan kiamat perang nuklir yang menghancurkan, pemimpin diktator Albania, Enver Hoxha berhasil meyakinkan rakyatnya bahwa dunia luar ingin menggulingkan negara komunis mereka.

Alih-alih menciptakan penghalang super canggih, mereka memproduksi bunker secara massal. Buku Robert Hackman, berjudul Metamorphosis, memperlihatkan kondisi bunker-bunker itu sekarang.

Bunkers in Albania next to a lake Hak atas foto Robert Hackman
Presentational white space
The interior view of the roof of a bunker Hak atas foto Robert Hackman

Hackman mengisahkan: "Pabrik beton di setiap kota mulai membangun bunker 24 jam sehari, setiap hari sepanjang tahun dari 1976 hingga 1989.

"Satu pekerja yang saya wawancarai memberi tahu saya bahwa pabrik tempat dia bekerja dirotasi dalam tiga shift masing-masing delapan jam.

Setiap shift membuat bagian yang berbeda, sehingga menurutnya, tidak ada seorang pun yang tahu detail konstruksi dari bunker yang mereka bangun.

"Yang lain, seorang insinyur lapangan yang bertanggung jawab untuk pembangunan bunker, memberi tahu saya bahwa dia bekerja 10 jam sehari, setiap hari selama delapan tahun," ungkapnya.

"Ketika ditanya apakah dia pernah mempertanyakan seberapa besar ancaman perang nuklir dan keperluan pembangunan bunker, dia menjawab bahwa mereka secara teratur diberi peringatan alarm serangan udara palsu untuk mengkondisikan pikiran mereka."

Interior view of a bunker in Albania with religious paintings Hak atas foto Robert Hackman
Presentational white space
A view of a renovated bunker in Albania Hak atas foto Robert Hackman
Presentational white space
Bunkers in Albania covered in graffiti art Hak atas foto Robert Hackman

"Mayoritas orang Albania menganggap bunker sebagai rintangan dan halangan, tetapi jarang sekali merusak pemandangan.

"Ada begitu banyak (bunker), sehingga mereka menjadi terbiasa dengan kehadiran mereka, sama seperti orang London dengan kotak telepon merah atau warga New York dengan taksi kuning.

"Mereka telah menjadi bagian dari kehidupan mereka yang dijalin ke dalam lingkungan mereka," kata Hackman.

Bunkers in Albania with a religious iconography on the roofs Hak atas foto Robert Hackman
Presentational white space
Interior view of a bunker in Albania with a painted roof Hak atas foto Robert Hackman
Presentational white space
Interior view of a renovated bunker showing a kitchen Hak atas foto Robert Hackman

"Seorang petani menunjukkan kepada saya sebuah bunker infanteri yang sebagian sisinya sudah dibongkar untuk akses jalan.

"Di atasnya lagi, persisnya yang di atas bukit, itu adalah bunker lain untuk memasang antene TV dan kandang untuk menampung babi-babi miliknya," ungkap Hackman.

Interior view of a bunker in Albania that is being used to house cattle Hak atas foto Robert Hackman
Presentational white space
Bunker in Albania that is being used to house hay bales Hak atas foto Robert Hackman
Presentational white space
Bunker in Albania with a car next to it and buildings in the background Hak atas foto Robert Hackman

Buku Metamorphosis karya Robert Hackman dipublikasikan oleh Dewi Lewis.

Topik terkait

Berita terkait