Michael Jackson 'melecehkan kami ratusan kali'

Michael Jackson and Wade Robson Hak atas foto Channel 4
Image caption Dalam film dokumenter berjudul Leaving Neverland, Wade Robson (dalam foto) mengklaim Michael Jackson melecehkannya secara seksual pada 1990an

Dua pria mengaku kepada BBC bahwa mereka pernah dilecehkan sebanyak ratusan kali oleh penyanyi Michael Jackson, sewaktu mereka berusia tujuh dan 10 tahun.

Wade Robson, yang kini berusia 36 tahun, mengatakan kepada BBC, mendiang penyanyi itu telah melecehkan dirinya secara seksual sejak dia berusia tujuh tahun dan mencoba memperkosanya saat dia berumur 14 tahun.

Pria lain bernama James Safechuck, 40, mengklaim Jackson telah melecehkan dirinya secara seksual "dari usia 10 tahun sampai sekitar 14".

Keluarga sang penyanyi menekankan "tidak ada secuil pun bukti" yang membuktikan klaim kedua pria tersebut.

Selain kepada BBC, kedua pria itu telah menceritakan kisah mereka dalam film dokumenter berjudul Leaving Neverland.

Peringatan: Deskripsi pada artikel ini mungkin membuat Anda merasa tersinggung atau tidak nyaman.

Ditanya apakah dugaan pelecehan itu berlangsung "ratusan kali", baik Robson maupun Safechuck mengiyakan.

"Setiap kali saya bersamanya, setiap kali saya bermalam dengannya, dia melecehkan saya," kata Robson.

Dia mengklaim Jackson telah membelai, "menyentuh sekujur tubuh saya". Jackson, lanjut Robson, juga membuatnya menyaksikan sang penyanyi melakukan tindakan seksual.

Lalu, saat dirinya berusia 14 tahun, Robson mengaku Jackson mencoba memperkosanya.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Penuturan Wade Robson dan James Safechuck soal Michael Jackson.

'Tunjukkan cinta kami'

"Itulah salah satu dari pengalaman pelecehan seksual terakhir yang kami alami," kata Robson.

Robson mengklaim Michael Jackson memupuk keyakinannya bahwa mereka "saling mencintai dan inilah cara menunjukkan cinta kami".

"Dia buru-buru menambahkan kalimat itu dengan, 'Tapi jika orang lain tahu apa yang kita lakukan, kamu dan saya akan dipenjara seumur hidup dan hidup kita akan berantakan', dia dan saya akan berantakan," tutur Robson.

"Semuanya ini menakutkan saya.

"Dihadapkan pada pemikiran dijauhkan dari Michael—pria ini, figur dari dunia lain ini, dewa saya yang kini menjadi sahabat terbaik saya—tidak mungkin saya melakukan sesuatu yang akan menjauhkan diri saya darinya."

Robson mengaku Jackson mengatakan kepadanya bahwa "Saya adalah sahabat terbaiknya dan satu-satunya orang yang pernah melakukan perbuatan seks ini dengannya".

"Karenanya, saat itu saya berpikir sayalah anak terpilih dari semua anak laki-laki di dunia," kata Robson.

Safechuck mengatakan kepada BBC bahwa pengalaman dirinya dilecehkan bermula ketika Jackson mengajarinya cara melakukan perbuatan seks pada usia 10 tahun.

"Lalu mulai berciuman bibir—dia berkata saya mengajari dia cara melakukannya," kata Safechuck.

Perbuatan ini kemudian diikuti dengan pelecehan dan perbuatan seks lainnya.

Safechuck menjelaskan bahwa Jackson dapat melecehkannya dalam kurun waktu yang panjang karena sang penyanyi juga berhasil meyakinkan orang tuanya.

"Ada waktu menumbuhkan kepercayaan yang panjang di mana Michael masuk ke keluarga dan menjadi bagian dari keluarga," kata Safechuck.

"Perlu waktu baginya untuk membangun kepercayaan—itu tidak terjadi dalam tempo semalam."

Dia kemudian "membuat pemisah antara saya dan orang tua saya—kemudian dia mengisolasi saya dari semua orang".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pagar rumah mendiang Michael Jackson yang disebut Neverland dipenuhi karangan bunda setelah penyanyi itu meninggal dunia.

'Master manipulator'

"Saat saya dilecehkan, pada saat bersamaan ada bagian dari diri saya yang sekarat," ujar Safechuck.

Robson menggambarkan Jackson sebagai sosok "master manipulator".

Menurut Robson, Jackson menciptakan "pemisah anara saya dan ayah saya, (dan antara) ibu saya dan ayah saya" untuk memudahkan pelecehan terjadi.

Dia berpendapat bagian dari penanggung jawab pelecehan ini seharusnya juga terletak pada "orang-orang lain, semua karyawan yang berada di sekitar Michael, saya, dan James (Safechuck) setiap saat tapi tidak ikut campur".

'Sangat lugu'

Tiga saudara kandung Michael, Tito, Marlon and Jackie, serta keponakan Michael, Taj Jackson, menolak klaim yang dituturkan sejumlah narasumber dalam film dokumenter Leaving Neverland—bahwa Michael telah melecehkan anak-anak semasa hidupnya.

Taj mengatakan perilaku pamannya tampak ganjil bagi sebagian orang, tapi Michael "sangat lugu".

"Keluguannya adalah kejatuhannya".

Marlon menambahkan, "tidak ada secuil pun bukti" yang mendukung tuduhan kepada Michael Jackson.

Secara terpisah, pihak Michael Jackson menyatakan Robson dan Safechuck sebelumnya telah "bersaksi di bawah sumpah bahwa kejadian-kejadian ini tidak pernah terjadi".

"Mereka tidak menyediakan bukti independen dan sama sekali tidak ada bukti yang mendukung tuduhan-tuduhan mereka, yang artinya seluruh film itu bergantung sepenuhnya pada kata-kata dua orang yang bersumpah palsu".

Berita terkait