Pertama di dunia, pasien HIV jadi pendonor ginjal

ginjal, cina Hak atas foto Thinkstock

Untuk pertama kalinya, seorang pasien dengan HIV positif mendonorkan ginjalnya kepada sesama pasien HIV positif di Amerika Serikat.

Operasi pencangkokan ginjal tersebut berlangsung di Rumah Sakit Johns Hopkins, Baltiore, Negara Bagian Maryland. Kedua pasien dilaporkan dalam kondisi baik.

"Ini kali pertama di dunia, seseorang dengan HIV diizinkan mendonorkan ginjalnya," kata Dr Dorry Segev.

Sebelumnya, penyandang HIV tidak dapat menyumbangkan ginjalnya karena dinilai sangat berisiko mengidap penyakit ginjal.

Namun obat anti-retroviral jenis terbaru yang dipakai untuk menangani penyakit tersebut dipandang aman sehingga penyandang HIV dapat menyumbangkan ginjalnya.

Dr Christine Durand, lector kepala kedokteran dan onkologi di Rumah Sakit Johns Hopkins, mengatakan operasi tersebut "menantang…publik untuk memandang HIV secara berbeda" sekaligus memajukan dunia medis.

Pasien penerima donor "amat berterima kasih atas hadiah ini dan kami tinggal memonitor hasil jangka panjang," kata Dr Durand.

Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Nina Martinez, tengah, mendonorkan ginjalnya berkat penanganan Dr Dorry Segev (kiri) dan Dr Christine Durand (kanan).

Adapun Nina Martinez selaku pendonor mengaku "merasa baik".

Perempuan berusia 35 tahun dari Atlanta itu mengatakan dirinya terinspirasi mendonorkan ginjal setelah menyaksikan sebuah episode serial televisi Grey's Anatomy.

"Saya tahu sayalah yang mereka nanti-nantikan. Bagi siapapun yang mempertimbangkan untuk menempuh perjalanan ini, hal ini sangat memungkinkan.

"Saya baru saja menunjukkan Anda caranya dan saya sangat ingin melihat siapa yang mengikuti jejak saya."

Penerima donor ginjal memilih agar identitasnya tidak dipublikasikan. Namun, menurut Dr Durand, dia luar biasa baik.

Terobosan ini terjadi menyusul perkembangan signifikan pada bidang penanganan HIV. Bulan lalu, HIV seorang pasien di Inggris "tidak terdeteksi" setelah menjalani operasi pencangkokan sel punca.

Ada sekitar 37 juta orang dengan HIV/AIDS pada 2017 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menempatkan HIV sebagai "salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling serius di dunia".

Berita terkait