Tujuh fakta mengejutkan tanaman tangguh, dari yang suka api sampai bisa hidup di Mars

Tanaman di tanah rekah Hak atas foto Getty Images
Image caption Hidup selalu menemukan jalan, dan beberapa tanaman seakan dirancang untuk bertahan di manapun.

Beberapa tanaman sangat tangguh bahkan bisa tetap hidup walau tanpa oksigen atau dalam suhu ekstrem.

Tanaman-tanaman tangguh ini telah menarik minat para ilmuwan untuk mengeksplorasi kemungkinan penyediaan makanan dari kemampuan tanaman-tanaman itu beradaptasi dengan berbagai perubahan kondisi seiring krisis iklim.

Apa yang membuat satu tanaman lebih tangguh daripada yang lain?

Ahli botani dan presenter BBC James Wong mencoba mencari tahu, dan ia menemukan fakta-fakta aneh dan mengejutkan tentang beberapa tanaman paling tangguh di planet Bumi.

1. Tanaman purba yang bisa tumbuh di planet Mars

Hak atas foto Getty Images
Image caption Apakah lumut ini bisa berjaya di planet Mars?

Ilmuwan di Jerman berhasil mengidentifikasi dua jenis tanaman yang cukup tangguh untuk bertahan hidup di planet Mars.

Pilihan mereka adalah lichens (sejenis lumut) dan cyanobacteria (bakteri yang bisa melakukan fotosintetis) yang diambil dari Swiss dan Antartika. Keduanya dianggap cukup tangguh untuk menjadi spesies yang mampu mengolonisasi Bumi.

Para ilmuwan membuat tiruan Mars, termasuk radiasi matahari yang membakar, temperatur yang naik turun, kekeringan ekstrem dan tekanan udara rendah, untuk menguji apakah tanaman-tanaman purba ini bisa hidup.

Hasilnya? Spesies tanaman ini tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga sukses menjalankan fotosintesisnya dan kegiatan rutin sebagai tanaman.

2. Kloning merupakan kunci kehidupan yang panjang

Hak atas foto Getty Images
Image caption Berapa usia pohon-pohon di pegunungan Alpen ini?

Pohon yang diduga paling lama hidup adalah pohon pinus bristlecone dari California timur, yang pada tahun 2012 usianya diperkirakan 5.062 tahun.

Namun untuk mencapai usia lanjut, beberapa pohon memiliki taktik yang cukup cerdik: melakukan kloning.

Pohon mengkloning diri sendiri dan hidup di sebuah koloni klona, yang merupakan kumpulan pohon identik yang terhubung oleh sistem akar yang sama.

Koloni klona ini bisa bertahan hidup ribuan tahun. Misalnya koloni Pando di Negara Bagian Utah di Amerika Serikat diduga berusia 80.000 tahun, sementara pohon Jurupa Oak di California diduga telah hidup selama 13.000 tahun.

3. 'Batu hidup' untuk cocok tanam yang lebih efisien

Hak atas foto Getty Images
Image caption Hewan, tumbuhan atau mineral? Ini adalah lithops alias 'batu hidup'.

Lithops dikenal sebagai 'batu hidup' karena sangat mirip dengan kerikil.

Namun organisme yang berasal dari Afrika bagian selatan ini sesungguhnya adalah tanaman yang menyamar dan bisa menjadi kunci bagi proses cocok tanam yang efisien.

Tanaman ini bisa bertahan hidup di kondisi gurun yang ekstrem dan tanah berbatu karang dengan cara menggunakan penyamaran agar tidak dimakan.

Sekalipun mereka kebanyakan hidup di dalam tanah, lithops memiliki bagian atas yang tembus cahaya agar cahaya matahari bisa masuk, untuk kemudian diubah menjadi energi.

Para ilmuwan berharap bisa memahami kemampuan lihtops untuk memanen cahaya terang dari atas, maupun cahaya redup dari bawah tanah yang mungkin bisa membantu manusia mengembangkan model cocok tanam yang lebih efisien di masa depan.

4. Penggantian kopi dengan kakao akibat krisis iklim

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sudah saatnya kopi diganti oleh kakao?

Peningkatan temperatur mengancam kehidupan tanaman kopi, tetapi ada tanaman yang lebih tangguh yang siap menggantikannya yaitu kakao.

Ilmuwan telah menemukan bagaimana varietas kopi Arabika kepayahan di cuaca panas dan menjadi lebih mudah kena serangan penyakit karat daun, sebuah penyakit yang menghancurkan perkebunan kopi di Amerika Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan peningkatan suhu, perkebunan di daerah rendah mengalami kesulitan untuk menghasilkan kopi berkualitas, dan ini mengancam rejeki ribuan orang.

Maka petani di Nikaragua, Honduras dan El Salvador mulai beralih ke kakao,, tanaman yang lebih mampu bertumbuhkembang di iklim panas.

Jangan kaget apabila satu saat menu kopi pagi hari Anda harus diganti dengan cokelat panas.

5. Beberapa jenis pohon menyebar seiring kebakaran hutan

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kayu putih merupakan pohon pecinta api

Pohon kayu putih bukan cuma tangguh, tetapi juga bisa berbahaya.

Mereka termasuk dalam jenis tanaman yang disebut pyrophytes- kata yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya tanaman api. Tanaman jenis ini beradaptasi terhadap api dan terkadang bahkan membutuhkan api untuk berkembang dan bertahan hidup.

Pohon ini menghasilkan minyak yang mudah terbakar dan resin. Mereka juga merontokkan daun dan ranting kering yang jika terpicu api mudah menyebabkan kebakaran hutan.

Ketika terjadi kebakaran hutan, pohon seperti kayu putih dan beberapa jenis pinus malahan berkembang biak.

Panasnya kobaran api mengaktifkan biji-bijian, dan sementara tanaman lain mengalami kesulitan untuk hidup kembali, anakan pohon kayu putih berkembang di tanah bekas bakaran.

Dengan terbakarnya pohon-pohon di sekitar, maka anakan kayu putih ini bisa memonopoli cahaya matahari yang turun hingga menyentuh permukaan tanah.

6. Tanaman yang beradaptasi dalam bencana nuklir

Hak atas foto Getty Images
Image caption Tanaman bisa beradaptasi menghadapi bencana nuklir.

Radiasi nuklir bisa mengganggu sel-sel yang hidup dan merusak DNA, maka yang terpikirkan adalah mustahil bagi tanaman untuk bertahan hidup sesudah bencana nuklir.

Namun ilmuwan yang menyelidiki dampak bencana nuklir Chernobyl tahun 1986 menemukan kasus yang berbeda.

Dari percobaan menggunakan biji rami dan kedelai, mereka menemukan tanaman yang mampu beradaptasi untuk tetap berkembang dalam lingkungan yang tercemar radiasi.

Para ilmuwan percaya kemampuan untuk mengakomodasi bencana nuklir ini telah berkembang jutaan tahun lalu ketika Bumi memiliki tingkat radiasi yang jauh lebih tinggi.

7. Biji-bijian yang mampu bertahan selama 32.000 tahun

Hak atas foto Getty Images
Image caption Untuk melanggengkan tanaman, simpan saja di temperatur dingin abadi di Artik.

Peneliti Rusia berhasil menghidupkan tanaman yang telah lama punah dengan menggunakan biji yang ditanam oleh tupai 32.000 tahun yang lalu.

Jejak tanaman silene stenophylla (tanaman bunga yang suka pada iklim dingin) yang berasal dari Jaman Es ditemukan di sempadan sungai di Siberia.

Ilmuwan mengambil jaringan dari biji tanaman itu dan menggunakannya untuk menumbuhkan kecambah, yang lalu tumbuh menjadi tanaman tersebut.

Para ahli berharap ini merupakan awal dari upaya menghidupkan kembali berbagai spesies yang sudah punah yang berasal dari sisa-sisa yang tersimpan di suhu beku benua Artik.

Topik terkait

Berita terkait