Kamp pemusnahan Nazi di Sobibor: Korban terakhir yang selamat tutup usia

Semion Rosenfeld Hak atas foto AFP/GETTY IMAGES
Image caption "Dia (Semion Rosenfeld) bergabung dengan Tentara Merah, ditangkap oleh Nazi, tetapi berhasil melarikan diri dari kamp kematian dan terus memerangi Nazi," tulis PM Israel Benyamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Facebook.

Seorang korban terakhir yang selamat dari kamp kematian Nazi di Sobibor, Polandia, telah tutup usia di Israel pada usia 96 tahun.

Semion Rosenfeld, yang lahir di Ukraina, meninggal dunia di sebuah rumah jompo di Ibu kota Israel, Tel Aviv.

Karena berlatar Yahudi, Rosenfeld ditangkap pasukan Nazi Jerman ketika bertugas di Angkatan Darat Soviet pada 1941.

Dia kemudian dikirim ke kamp konsentrasi Sobibor di Polandia yang saat itu diduduki Nazi.

Pada Oktober 1943, dia berhasil melarikan diri bersama dengan sekitar 300 tahanan lainnya.

Hak atas foto Imagno/Getty Images
Image caption Sejumlah masyarakat Yahudi Polandia sebelum dieksekusi oleh pasukan Nazi Jerman di kamp konsentrasi Sobibor sekitar 1941.

Tetapi dalam waktu tidak terlalu lama, sepertiga pelarian itu tertangkap kembali. Dari 200 orang yang berhasil kabur, hanya 47 orang yang selamat hingga Perang Dunia Kedua berakhir.

Lebih dari 250.000 orang Yahudi diyakini telah dibunuh di Sobibor antara 1942 dan 1943.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan penghormatan terakhir kepada Rosenfeld.

"Dia bergabung dengan Tentara Merah, ditangkap oleh Nazi, tetapi berhasil melarikan diri dari kamp kematian dan terus memerangi Nazi," tulis Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Facebook.

"Semoga ingatan kita atas sosoknya menjadi berkah bagi kita semua," tulisnya.

Hak atas foto US HOLOCAUST MEMORIAL MUSEUM
Image caption Kamp konsentrasi Sobibor dibangun oleh Nazi Jerman untuk memusnahkan orang-orang Yahudi di Polandia.

Isaac Herzog, pimpinan lembaga non-profit Jewish Agency for Israel, yang selama ini memberikan dukungan kepada Rosenfeld, mengatakan dia "sangat sedih" atas meninggalnya Rosenfeld.

Dia menggambarkan Rosenfeld sebagai "pahlawan sejati".

Tidak seperti sarana lainnya yang juga berfungsi sebagai kamp kerja paksa, Sobibor termasuk di antara kamp-kamp Nazi yang dibangun hanya untuk membasmi orang Yahudi.

Setelah adanya pemberontakan pada 1943, pasukan Nazi yang menjaga kamp Sobibor menembak mati semua tahanan yang tersisa dan menghancurkan kamp, ​​sebelum menguburnya dalam upaya menutupi kejahatan mereka.

Para arkeolog kemudian menemukan bekas reruntuhan fondasi kamar gas dan sarana bangunan stasiun kereta api.

Hak atas foto Alexei Vitvitsky\TASS via Getty Images
Image caption Seorang pria menunjuk papan penanda di lokasi bekas kamp pemusnahan Nazi di Sobibor, Polandia, 27 Januari 2016

Topik terkait

Berita terkait