Dutee Chand: atlet lesbian pertama India hadapi kecaman keluarga

Dutee Chand Hak atas foto Getty Images
Image caption Dutee Chand adalah atlet India pertama yang menjalani hubungan sesama jenis

Dutee Chand, atlet lesbian pertama di India, menghadapi serangkaian kritikan dari keluarganya setelah mengumumkan bahwa dia memiliki hubungan sesama jenis.

Pelari cepat berusia 23 tahun ini secara terang-terangan mengakui hubungan sesama jenis bulan lalu, mengungkap bahwa "belahan jiwanya" adalah seorang perempuan berusia 19 tahun di desanya.

Namun, setelah secara terbuka mengumumkan hubungan sesama jenisnya itu, keluarganya langsung bereaksi keras.

Ibu dan ayahnya, Akhuji dan Chakradhar Chand, belum menerima keinginan putri mereka untuk "menetap" dengan pasangannya.

Ayah Chand menyebut hubungan mereka "tidak bermoral dan tidak etis", mengatakan kepada Times of India: "Dia telah menghancurkan reputasi desa kami."

Berbicara kepada Indian Express bulan lalu, Ibu Chand mengatakan dia tidak akan mengizinkan putrinya menikahi pasangan yang sudah menjalani hubungan selama lima tahun, yang berasal dari desa mereka, Chaka Gopalpur, yang terletak di distrik Jajpur Odisha.

"Kami termasuk dalam komunitas penenun Odia tradisional yang tidak mengizinkan hal-hal seperti itu. Bagaimana kita bisa menghadapi kerabat dan masyarakat kita? Saya mendukungnya dalam hal olahraga, tidak lebih dari itu," katanya.

Pada hari Rabu, Chand muncul di Twitter untuk menyampaikan tanggapannya atas reaksi keluarganya.

Dia mencuit komentar dari sebuah wawancara, di mana dia mengatakan dia tidak "memedulikan" anggota keluarga yang "negatif".

Hubungan sesama jenis masih terbilang tabu di India. Namun, dekriminalisasi negara atas seks sesama jenis pada 2018 dianggap sebagai tanda perubahan sikap.

Chand dipuji karena secara terang-terangan mengaku hubungan sesama jenisnya, dengan aktivis hak LGBT India terkemuka Harish Iyer mengatakan dia telah "membuka jalan" bagi atlet gay lainnya.

Namun, mengingat nilai-nilai tradisional keluarganya, Chand mengatakan dia tidak yakin apakah mereka akan menerimanya.

Ada kekhawatiran untuk keselamatannya juga. Bulan lalu, seorang perempuan lesbian berusia 19 tahun dari Odisha dilaporkan diserang oleh penduduk setempat setelah mereka mendapati dirinya di tempat tidur dengan pacarnya.

Namun, dalam wawancara dengan media India, Chand tampaknya tidak terganggu.

"Kebebasan memilih dan kebebasan untuk mencintai adalah hak saya yang tidak dapat dicabut dan saya akan menggunakannya," katanya kepada Times of India.

Hak atas foto EPA
Image caption Dutee Chand finis kedua di final 100m putri di Asian Games 2018.

Chand adalah pelari cepat India pertama yang mencapai final di ajang perlombaan atletik global, World Youth Championships pada 2013.

Pada tahun 2014, ia dilarang bermain oleh Federasi Atletik India setelah gagal dalam tes hormon yang mendapati ia memiliki kadar testosteron yang sangat tinggi, suatu kondisi yang dikenal sebagai "hiperandrogenisme".

Atlet Olimpiade Afrika Selatan Caster Semenya memiliki kondisi yang sama.

Tim hukum Chand berhasil menyatakan putusan itu diskriminatif dan cacat pada sidang pada Maret 2015.

Tahun berikutnya ia lolos ke Olimpiade Rio 2016 dan pada 2018 ia memenangkan dua medali perak di Asian Games.

Dia saat ini memegang rekor lari sprint 100 meter putri di India.

Berita terkait