Pasangan lesbian dikeroyok di bus kota: Empat remaja pria diadili

homofobia Hak atas foto MELANIA GEYMONAT
Image caption Serangan terhadap Melania Geymonat dan teman kencannya, Chris, terjadi di dalam bus saat mereka melakukan perjalanan ke Camden Town, London, pada 30 Mei lalu.

Empat remaja pria telah didakwa melakukan serangan homofobia terhadap dua perempuan yang menolak untuk berciuman di dalam bus kota di London.

Homofobia adalah sebutan kepada orang-orang yang mengidapkebencian terhadap pasangan sesama jenis.

Serangan terhadap Melania Geymonat dan teman kencannya, Chris, terjadi di dalam bus saat mereka melakukan perjalanan ke Camden Town pada 30 Mei lalu.

Keduanya mengalami cedera pada wajah dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Pelaku serangan, empat bocah lelaki berusia antara 15 dan 17 tahun, semuanya didakwa melakukan serangan kekerasan secara serius.

Mereka akan diadili di pengadilan untuk remaja Highbury Corner (Highbury Corner Youth Court) pada 21 Agustus nanti.

Hak atas foto MELANIA GEYMONAT
Image caption Dua pasangan perempuan itu diserang di dalam bus N31 di kawasan West Hampstead sekitar pukul 02:30 waktu setempat.

Dari empat tersangka, tiga orang akan menghadapi tuntutan lebih lanjut, kata kepolisian setempat:

  • Satu anak remaja 16 tahun, asal Wandsworth, London selatan, didakwa melakukan pencurian dan menyimpannya.
  • Satu remaja 16 tahun lainnya, asal Kensington dan Chelsea, dituduh memiliki ganja
  • Remaja termuda, 15 tahun, juga asal Kensington dan Chelsea, didakwa menyimpan barang curian.

Dua perempuan itu diserang di dalam bus N31 di kawasan West Hampstead sekitar pukul 02:30 waktu setempat.

Menanggapi serangan itu, korban yang bernama Geymonet mengatakan bahwa para penyerangnya berujar "segala hal dengan sangat agresif, tentang seksual, lesbian, dan memaksa kami berciuman, dan mengancam akan mengawasi kami".

Menurut Geymonet, empat remaja tanggung itu kemudian melempar koin dan mulai meninju wajah Chris, sehingga dia terluka saat "mencoba menarik (Chris) keluar dari bus".

Berita terkait