Gajah liar Afrika kini dilarang dikirim ke kebun binatang di seluruh dunia

African elephant stands in front of a baby elephant on the open grassy plain Hak atas foto Getty Images

Sidang Konvensi Perdagangan Internasional jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang terancam punah (Cites) melarang ekspor gajah liar Afrika ke kebun binatang.

Pihak-pihak yang berkepentingan dalam perjanjian itu sepakat mengakhiri praktik penangkapan dan pengiriman gajah dari Zimbabwe, Afrika Selatan, Botswana dan Namibia.

Saat ini Zimbabwe tercatat sebagai pengekspor utama gajah Afrika yang telah mengirim lebih dari 100 anak gajah ke berbagai kebun binatang di dunia sejak 2012, menurut Humane Society International.

Keputusan pelarangan yang dibuat Selasa (27/08) di Genewa, Swiss, ini semakin memperketat pembatasan perdagangan gajah.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bayi gajah sedang mandi lumpur di Nairobi, Kenya, pada Januari silam.

Kini, gajah hanya bisa diambil dari alam liar dan ditempatkan di "fasilitas penangkaran" di dunia dalam kondisi tertentu - dan harus disetujui oleh komite anggota Cites.

Namun, Zimbabwe berkampanye keras menentang langkah tersebut, dan Uni Eropa pada awalnya menentangnya karena kekhawatiran akan variasi genetik di kebun binatang di seluruh dunia.

Namun kemudian Uni Eropa mengubah sikapnya setelah beberapa amandemen dibuat untuk memungkinkan perdagangan dalam keadaan tertentu, dan begitu jelas bahwa gajah yang sudah ada di kebun binatang dapat dipindahkan di antara mereka.

"Itu tidak berarti bahwa tidak ada gajah yang akan diambil dari alam liar dan dimasukkan ke dalam fasilitas penangkaran di luar negeri," kata Will Travers, presiden Born Free Foundation.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Taman Nasional Hwange di Zimbabwe adalah salah satu habitat gajah di Afrika.

"Tapi itu akan memperketatnya sehingga pengiriman massal gajah ke kebun binatang di Timur Jauh, misalnya, tidak akan terjadi."

Humane Society International menyebut pihaknya "merayakan kemenangan penting".

"Meskipun Uni Eropa berkompromi dengan keputusan itu, kami merasa lega bahwa larangan ini dijalankan," kata Audrey Delsink, direktur margasatwa Afrika kelompok itu.

Dia mengatakan hewan-hewan yang sangat ramah merasa "sangat traumatis" ketika dipisah dari kelompoknya.

"Berbicara secara pribadi sebagai ahli biologi gajah, saya sangat gembira bahwa kita telah mendapatkan kemenangan ini untuk semua gajah yang sekarang akan dari penelantaran dan pemisahan dari keluarga mereka."

Dalam konvensi itu, beberapa negara Afrika mendorong pembukaan kembali perdagangan gading, dengan alasan bahwa stok yang ada - yang disita dari pemburu liar atau yang tersisa dari hewan yang sudah mati - bernilai setara dengan uang untuk konservasi.

Berita terkait