Mantan bintang Disney dan sutradara film porno Bella Thorne bicara tentang seks, depresi dan pornografi

Media playback tidak ada di perangkat Anda
BBC 100 Women: Bella Thorne, pornografi dan teknologi deepfake

Pekan ini, mantan bintang Disney yang kini menjadi sutradara film porno, Bella Thorne, mengumumkan ia bekerja sama dengan situs porno Pornhub untuk memberantas "pornografi balas dendam" (revenge porn). Ini adalah kisah di balik pengumuman itu.

Bella Thorne menangis ketika kami bicara soal mempermalukan perempuan, depresi, dan perundungan di media sosial—terutama soal dirinya sebagai artis yang wajahnya paling sering ditempelkan ke berbagai video porno menggunakan teknologi deepfake.

"Bicara tentang dunia yang seperti ini membuaku sedih," kata Bella, sebagaimana dilaporkan oleh wartawan BBC World Service, Megha Mohan dan Yousef Eldin.

Hak atas foto Getty Images

Namun, bukan itu yang membuatnya menangis.

Setahun sudah berlalu sejak perempuan berusia 22 tahun ini memperlihatkan dirinya ke hadapan dunia.

Bella menerbitkan bukunya, The Life Of A Wannabe Mogul: Mental Disarray, yang berisi rangkaian puisi personal seputar keputusasaan, isolasi, dan pelecehan seksual.

Bella bicara soal rasa duka ditinggal ayahnya yang meninggal dalam kecelakaan motor ketika ia berumur sembilan tahun.

Ia juga bicara kariernya sebagai model ketika ia anak-anak, kemudian tumbuh di bawah sorotan hingga kemudian menjadi bintang di serial Shake It Up di kanal Disney - yang ia bintangi bersama Zendaya.

Hak atas foto Bella Thorne

Ia juga berpikir soal kebutuhan untuk mendapat perhatian yang romantis serta gaya hidupnya sebagai panseksual yang telah banyak ditulis.

Buku antologi puisinya itu terus menjadi buku terlaris di Amazon beberapa minggu sesudah diterbitkan.


100 Women

Laporan BBC tentang 100 perempuan yang menginspirasi dan paling berpengaruh di tahun 2019 memberi kita pandangan tentang masa depan yang dipimpin perempuan.


Di tengah-tengah tur promosi bukunya bulan Juni tahun ini, Bella menerima pesan mesum di telepon genggamnya dari nomer yang tak ia kenal.

"Aku sedang wawancara, dan sedang menangis ketika bicara tentang isi bukuku. Lalu kulihat teleponku dan ada kiriman gambar-gambar telanjangku," katanya.

Foto itu pernah ia kirim ke orang yang kini jadi mantan pacarnya. Bella terkejut, lalu ia memanggil manajer dan agennya untuk meminta pendapat mereka.

Lalu pesan baru masuk ke teleponnya. Isinya foto-foto telanjang lagi.

Kini foto beberapa temannya yang terkenal.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bella Thorne saat peluncuran dan penandatanganan bukunya "The Life of a Wannabe Mogul: Mental Disarray" di Florida, Agustus 2019.

Di bukunya, Bella menggambarkan dengan rinci pelecehan seksual yang ia alami ketika ia anak-anak - dengan menyembunyikan identitas pelakunya. Ia menjelaskan bahwa ia tak pernah melaporkan kejahatan yang menimpanya itu karena ketika itu ia takut tidak dipercaya.

Melihat foto-fotonya telanjang dada, perasaan sama seperti ketika dilecehkan waktu itu muncul lagi pada dirinya.

"Ini terjadi lagi," pikirnya. "Seseorang membuat keputusan tentang diriku tanpa aku kehendaki. Ini terjadi lagi, seseorang memaksaku melakukan hal-hal seksual kepadaku dengan mengedarkan gambarku di luar kekuasaanku".

Lalu ia mengambil keputusan. Melalui akun media sosial miliknya - Bella punya tujuh juta pengikut di Twitter, 22 juta di Instagram dan sembilan juta di Facebook - ia mengunggah fotonya bertelanjang dada, diiringi tangkapan layar (screenshot) teks yang mengancam dari peretas yang mengiriminya foto itu, serta pesan darinya sendiri.

"Saya memasang foto ini karena ini KEPUTUSAN SAYA SENDIRI, DAN ANDA TAK BISA MENGAMBIL HAL INI DARI DIRI SAYA."

Keputusan ini menimbulkan perdebatan tajam.

Bintang film Whoopi Goldberg, lewat acara TV Amerika The View, menegur Bella Thorne. Teguran itu bukan soal mengunggah foto telanjangnya sendiri, tapi justru untuk membuat potret itu sejak awal.

"Ketika Anda terkenal, tak peduli berapapun usianya, jangan memotret diri sendiri dalam keadaan telanjang," kata Goldberg dalam diskusi panel di program TV itu.

"Sekali saja Anda melakukannya, foto itu akan tersimpan di jaringan internet dan akan tersedia bagi peretas yang mencarinya".

Krisis kesehatan mental

Thorne menanggapi Goldberg di Instagram. Sambil menangis ia menyebut komentar Goldberg, "sungguh menjijikkan".

"Lebih menyakitkan lagi ini datang dari perempuan yang kukagumi," kata Thorne.

Thorne menambahkan bahwa mempermalukan orang muda di depan umum - terutama mereka yang sudah dalam keadaan malu dan rentan - bisa mendorong mereka kepada krisis kesehatan mental.

"Bayangkan ketika foto telanjang kita sudah beredar di sekolah dan kita depresi karenanya, hingga berpikir mau bunuh diri. Kemudian kita mendengar komentar bahwa itu salah kita karena membuat foto itu sejak semula. Maka kita mungkin akan berpikir, 'oh saya memang pantas diperlakukan begitu'," kata Bella.

Foto-foto telanjang dada yang diedarkan oleh Bella Thorne di akun media sosialnya itu merupakan foto-foto asli dirinya. Itu adalah pertama kalinya foto telanjang asli Bella Thorne beredar di internet.

Sebetulnya banyak foto dan video telanjang Bella Thorne di internet - dan lebih vulgar - tapi sesungguhnya semuanya palsu. Foto dan video itu adalah hasil olahan deepfake, yaitu teknik menempelkan wajah seseorang ke badan bintang porno lain.

Salah satu yang paling mengganggu adalah rekaman suara Thorne yang sedang menangis ketika bercerita betapa ia rindu pada ayahnya. Suara tangisan itu dipasangkan ke gambar hasil teknologi deepfake berisi wajah Thorne yang dipasang ke video seorang perempuan bermasturbasi.

"Video itu masih beredar dan semua orang pikir itu memang saya," katanya kepada BBC. "Lalu mereka pasang teks di video: 'Ayah, Ayah!'".

Pengembang perangkat lunak mengatakan kepada BBC bahwa dalam waktu kurang dari setahun, teknologi deepfake akan segera tersedia bagi masyarakat luas. Bella khawatir akan hal ini.

"Nantinya bukan hanya digunakan terhadap pesohor dan bintang favorit," katanya. "Ini memungkinkan tumbuhnya pornografi anak-anak".

Kata Bella lagi, video sepert ini bisa dipakai sebagai balas dendam dan pemerasan kepada para perempuan muda. Tak seperti dirinya, kata Bella, kebanyakan perempuan ini tak punya akun media sosial yang luas untuk mengklarifikasi bahwa foto-foto dan video itu palsu.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bella Thorne menerima penghargaan untuk debut penyutradaraan film porno di Pornhub awards tahun 2019.

Thorne juga membicarakan posisinya sebagai sutradara film porno berjudul Him and Her - yang mendapat penghargaan. Ia bekerja sama dengan situs Pornhub.

Bella mengatakan bahwa keputusannya membuat film porno karena industri itu membutuhkan lebih banyak sutradara perempuan untuk mengubah tipe cerita tentang seksualitas perempuan.

Dalam percakapan dengan Bella Thorne, wartawan BBC World Service, Megha Mohan dan Yousef Eldin menanyakan kepadanya tentang hasil investigasi BBC bahwa Pornhub mengambil untung dari 'pornografi balas dendam'. Itu adalah pertama kalinya Bella mendengar fakta itu dan terlihat ia sangat terguncang.

"Saya tak tahu itu," katanya. Lalu air matanya jatuh. "Kita mengaitkan diri dengan sebuah lembaga dan kita pikir sedang memperbaiki keadaan. Saya mencoba dan membantu, lalu di tengah jalan..."

Bella tak menyelesaikan kata-katanya

Ketika ditanya apakah ia ingin meriset dulu tentang Pornhub lalu kemudian menambahkan komentarnya, Bella menjawab, "Saya tidak ingin menjadi orang yang palsu. Pakai saja jawaban saya tadi."

Lalu wawancara dengan Bella Thorne pun berakhir.

Mindgeek, perusahaan pemilik Pornhub, mengatakan kepada BBC: "Kami berupaya menyediakan tempat yang aman bagi para pengguna untuk berbagi dan mengkonsumsi konten kami. Hal terakhir yang ingin kami lakukan adalah mengorbankan keamanan itu dengan membiarkan pornografi balas dendam di situs kami."

Beberapa hari berikutnya, Bella Thorne menerima penghargaan pada Pornhub Awards untuk penyutradaraan film porno pertamanya, Him and Her.

Ia menyatakan terima kasih kepada industri film porno untuk menyambut visinya memperbanyak sutradara perempuan dalam industri film porno. Ia kemudian menambahkan pesan dengan mengutuk video pembalasan dendam.

"Saya bekerja sama dengan Pornhub untuk menerapkan perubahan dalam algoritme sistem peringatan situs ini untuk menjamin keamanan bagi semua orang dalam komunitas ini".

Tulisan ini adalah bagian dari seri khusus BBC 100 Women, laporan BBC tentang 100 perempuan yang dianggap menginspirasi dan paling berpengaruh di tahun 2019.

Berita terkait