Kastil Shuri, situs warisan dunia di Jepang berusia 500 tahun, hancur dilalap api

Kastil Shuri Hak atas foto EPA
Image caption Kastil yang terbuat dari kayu, dibangun sekitar 500 tahun silam oleh Dinasti Ryukyu, ditetapkan sebagai aset peninggalan berharga bagi Jepang pada 1933.

Kobaran api melalap Kastil Shuri, situs warisan dunia versi Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB di Okinawa, Jepang, sehingga menghancurkan bangunan utamanya.

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api sejak Kamis (31/10) dini hari. Sejauh ini tidak ada laporan yang menyebutkan ada korban manusia terluka atau meninggal.

Kastil yang terbuat dari kayu, dibangun sekitar 500 tahun silam oleh Dinasti Ryukyu, ditetapkan sebagai aset peninggalan berharga bagi Jepang pada 1933.

Sebelumnya, nyaris bangunan kuil ini hancur akibat pertempuran selama Perang Dunia Kedua. Struktur bangunan yang ada saat ini merupakan rekonstruksi.

Sampai pukul 09.00 waktu setempat, Kamis (31/10), petugas pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan api, lapor media lokal.

Struktur bangunan kastil di sisi utara dan selatan, yang semuanya berbahan kayu, terbakar habis, demikian laporan Japan Times.

"Penyebab kebakaran belum ditemukan, tetapi alarm keamanan berbunyi sekitar pukul 02:30 dini hari," kata Ryo Kochi, juru bicara kepolisian Okinawa kepada Kantor berita AFP.

Hak atas foto AFP
Image caption Sebelumnya, nyaris bangunan kuil ini hancur akibat pertempuran selama Perang Dunia Kedua. Struktur bangunan yang ada saat ini merupakan rekonstruksi.

Kastil Shuri terletak di atas bukit yang menghadap kota Naha, ibu kota Okinawa, dan dikelilingi dinding-dinding batu yang berbentuk melengkung.

Bangunan bersejarah ini berfungsi sebagai kampus universitas negeri terbesar di Okinawa hingga tahun 1970-an, dan semenjak saat itulah menjadi objek wisata yang populer.

Wali Kota Naha mengatakan dia khawatir dengan laporan yang menyebut bahwa api dapat "mengancam atau mempengaruhi" warga yang tinggal tidak jauh dari kuil itu.

Mikiko Shiroma, sang wali kota, mengatakan kepada penyiar nasional NHK, bahwa pihaknya akan "melakukan segalanya dengan kekuatan kami" untuk memadamkan api berikut akibatnya.

Hak atas foto EPA
Image caption Konstruksi ulang besar-besaran dibutuhkan untuk membangun kembali kastil ini.

Menurut situs pariwisata Okinawa, kastil itu sudah terbakar tiga kali selama Dinasti Ryukyu dan terbakar lagi selama Perang Dunia II dalam Pertempuran Okinawa.

Saat ini kastil itu merupakan bangunan kayu terbesar di Okinawa.

Kastil itu telah dijadwalkan sebagai perhentian pada rute estafet obor Olimpiade Tokyo 2020.

Berita terkait