Mitos pria pendek kesulitan mencari jodoh: 'Ya, Tuhan, sependek itu?'

Robert dan mantan pacarnya
Presentational white space

Baru-baru ini Alllan Mott menulis tentang susahnya menjadi pria berbadan pendek.

"Sebagai pria pendek, Anda bisa mengharapkan delapan dari sepuluh perempuan menolak Anda sebagai calon pasangan pada pandangan pertama," ujarnya.

Beberapa pembaca - termasuk seorang perempuan berbadan tinggi - kemudian membalas dengan menceritakan pengalaman mereka, baik dan buruk.

'Cowok-cowok pendek sering mengeluh bahwa mereka susah menemukan wanita - saya tak pernah merasa begitu'

Robert 155cm (berpose bersama mantan pacarnya dalam foto di atas)

Swedia terkenal sebagai negaranya pada pria tinggi berambut pirang. Tapi saya tidak pernah merasa terlalu menonjol.

Saya berteman dengan orang-orang yang berbadan sangat tinggi – kebanyakan teman-teman pria saya antara 180cm dan 190cm – dan itu membuat saya merasa nyaman berada di antara orang-orang tinggi.

Tentu saja orang pernah beberapa kali mengomentari tinggi saya, tapi saya tidak pernah dirisak karena itu. Saya hanya si orang pendek di kelas.

Oke, beberapa hal menyebalkan pernah terjadi — seperti ketika orang-orang ingin mengangkat saya karena saya mudah diangkat.

Mungkin hal paling menyebalkan ialah ketika seseorang bertanya berapa tinggi saya, dan ketika saya memberi tahu mereka, mereka berkata, "Ya Tuhan! Sependek itu?"

Saya menjawab, "Kawan, aku dari tadi di sini, apa aku tiba-tiba jadi lebih pendek ketika kuberi tahu kau berapa tinggi badanku?"

Kadang-kadang saya merasa bahwa hidup akan berbeda seandainya saya lebih tinggi, tapi di saat yang sama jika saya lebih tinggi apakah saya akan masih menjadi pribadi yang sama?

Pernah ada pembicaraan tentang memberi saya suntikan hormon untuk merangsang pertumbuhan ketika saya masih kecil.

Mereka melakukan X-ray pada lengan saya untuk melihat apakah tulang saya sudah mengeras ataukah saya masih bisa tumbuh.

Saya sadar bahwa cowok-cowok pendek sering mengeluh tentang susahnya mencari cewek, tapi saya tidak pernah merasa begitu sama sekali.

Saya selalu mudah berteman dengan wanita. Itu terjadi secara alami dan mungkin itu kuncinya, jangan berusaha terlalu keras dan merasa tinggi badan Anda sebagai kekurangan.

Saat saya berkencan, saya tidak pernah memikirkan tinggi badan saya. Perempuan yang saya kencani berkisar dari 155cm (tinggi badan saya) hingga 175cm.

'Banyak perempuan tidak mau berkencan dengan laki-laki di bawah 182cm'

Chris, 170cm

Saya melakukan eksperimen di aplikasi kencan, OkCupid. Saya awalnya mencantumkan tinggi saya 170cm dan saya tidak mendapatkan banyak pasangan — rata-rata satu pasangan per minggu.

Saya mengirim pesan ke semua pasangan tapi hanya 20% yang membalas. Kemudian saya mengganti tinggi badan saya menjadi 185cm dan pasangan saya bertambah tiga kali lipat — dan saya mendapat balasan 50%.

Sayangnya, banyak perempuan di London tidak mau berkencan dengan siapapun yang tingginya di bawah 182cm.

'Mantan saya suka cowok pendek'

Adrian,163cm

Ketika saya kuliah di Reading University, saya diberi tahu bahwa ukuran badan saya sangat pas untuk mendayung - tinggi 165cm dan berat di bawah 51kg - dan saya akan sangat disambut di klub dayung. Akhirnya, saya kehabisan alasan, dan saya terkejut ketika saya menyukai olahraga ini setelah mencobanya hanya selama 10 menit.

Saya sangat beruntung. Kepala pelatih klub dayung juga ketua Asosiasi Dayung Amatir Inggris, dan ia membantu saya berpartisipasi dalam latihan rutin Tim Nasional di sungai Thames di Hammersmith.

Beberapa tahun kemudian, saya mulai ikut kompetisi, dan kami meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 1981.

Kemudian, tiga tahun kemudian, saya bergabung dengan tim dayung coxed four, yang mencetak rekor dunia sebelum memenangkan medali emas di Olimpiade Musim Panas 1984 di Los Angeles.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Adrian Ellison (kanan) memenangkan emas dan (hampir) memegang pergelangan tangan Steve Redgrave (198cm).

Saya sama sekali tidak pernah mengalami perisakan di olahraga dayung karena tinggi badan saya — malah sebaliknya! Dalam kehidupan asmara, juga tidak ada masalah besar.

Mantan pacar saya yang tingginya 182cm merasakan "daya tarik tertentu" pada pria pendek (ia mungkin merasa lebih aman bila bersama mereka karena hubungannya kurang baik dengan ayahnya yang sangat tinggi) dan saya pikir ia terhibur dengan reaksi orang lain.

Butuh waktu lama bagi saya untuk membiasakan diri, tapi saya akhirnya menganggap semua lirikan dan bisik-bisik sebagai pujian, karena semua orang jelas-jelas berpikir pasti ada sesuatu yang spesial dengan saya!

Istri pertama saya tingginya hampir sama dengan saya. Pasangan jangka panjang saya yang kedua adalah si cewek tinggi, dan yang ketiga (istri kedua saya) adalah sesama pedayung dengan tinggi badan 176cm.

Saya sekarang kembali melajang dan berharap bisa menemukan pasangan baru — dan tinggi badannya tidak akan menjadi pertimbangan paling penting, selama tinggi badan saya juga bukan hal paling penting baginya.

Saya mengalami banyak, banyak penolakan dingin karena tinggi badan saya — khususnya dengan kencan internet modern. Tapi pandangan saya ialah jika tinggi badan saya menjadi masalah, itu masalah si perempuan, bukan saya!

Di masa sekolah, saya memang berharap jadi lebih tinggi. Saya selalu menjadi yang terpendek di angkatan saya (dan seringkali menjadi yang terakhir dipilih untuk tim olahraga) dan orang tua saya begitu khawatir tentang itu sehingga mereka berencana menyuntik saya dengan hormon pertumbuhan manusia.

Untungnya, saya berhasil menghindari skandal infeksi CJD ("penyakit sapi gila"), yang tak sengaja disebabkan oleh obat hormon pertumbuhan manusia.

Tapi semua itu masa lalu. Saya sekarang bahagia dengan tinggi badan saya. Ia telah membawa saya ke tempat saya berada sekarang dalam 40 tahun terakhir!

'Saya berteman dengan laki-laki yang lebih pendek, tapi seakan-akan bagi mereka saya adalah trofi'

Carol 175cm

Saya mendapati bahwa para pria yang lebih pendek berasumsi, entah karena apa, bahwa saya adalah ancaman dan berusaha merendahkan saya dengan menyebut-nyebut bahwa saya tidak begitu cerdas!

Padahal sebenarnya tidak begitu. Ini jelas membuat mereka merasa "besar". Ini generalisasi, tentu saja.

Di masa remaja, pria pendek menertawakan saya dan menyebut saya "lurch" (karakter berbadan tinggi dalam acara televisi The Addams Family), bertanya apakah udara di atas sana terlalu tipis, dsb.

Saya bahkan diberi tahu bahwa saya akan kesulitan menemukan pasangan.

Saya sangat langsing sehingga terlihat lebih tinggi. Saya melihat pria pendek sebagai arogan, selalu merasa harus membuktikan sesuatu.

Sekarang, ada lebih banyak perempuan berbadan tinggi. Saya semakin tidak percaya diri karena pada dasarnya saya memang pemalu.

Saya pernah berteman dengan pria yang lebih pendek tapi seakan-akan saya trofi mereka, dan sesuatu untuk ditaklukan... memangnya gunung! Saya pernah diminta memakai sepatu datar dan duduk alih-alih berdiri di bar.

Sahabat perempuan saya tingginya 125cm, jadi saya tidak punya masalah dengan orang pendek — ia menikah dengan pria yang tingginya 192cm.

Saya bahagia menikah dengan pria yang tingginya 182cm. Saya masih suka mengenakan sepatu hak tinggi dan bangga dengan tinggi badan saya sekarang, tapi selama bertahun-tahun pria pendek telah membuat saya merasa kurang sebagai wanita karena badan saya tinggi.

Sekarang saya tahu, semua itu hanya karena mereka merasa minder.

Berita terkait