Hewan-hewan yang punah: Dari dodo, burung yang tak bisa terbang sampai quagga, zebra unik

Fosil dinosaurus Hak atas foto Getty Images
Image caption Dinosaurus punah sekitar 66 juta tahun lalu.

Kepunahan spesies terjadi pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Menurut World Wide Fund for Nature (WWF), setiap tahun sekitar 10.000 spesies hilang selamanya dari muka bumi.

WWF menyatakan sulit untuk tahu berapa jumlah pastinya, karena kita juga tak tahu berapa sebenarnya jumlah spesies yang ada di muka bumi.

Berikut adalah daftar beberapa hewan yang pernah hidup di muka bumi dan tak akan pernah kita lihat lagi.

Monyet merah - Red Colobus Miss Waldron(Ghana dan Pantai Gading)

Hak atas foto Getty Images
Image caption Red Colobus Zanzibar ini merupakan yang paling mirip dengan Red Colobus Miss Waldron yang terakhir dilihat pada tahun 1978.

Monyet berukuran sedang ini baru saja dianggap punah sejak awal tahun 2000-an.

Hewan ini ditemukan hidup di perbatasan antara Ghana dan Pantai Gading dan merupakan spesies yang luar biasa karena mereka tak punya jempol.

Hewan yang lembut ini biasanya hidup dalam gerombolan besar di atas kanopi pepohonan yang tinggi, dan mereka harus mengubah cara bertahan karena penebangan hutan oleh manusia.

Karena kelebatan hutan berkurang, gerombolan mereka menjadi terlalu kecil.

Akibatnya monyet Red Colobus lebih lemah dalam menghadapi pemangsa, dan mengalami kelemahan genetik akibat perkawinan sedarah.

Lumba-lumba Sugai Yangtze (China)

Image caption Lumba-lumba air tawar di China, dikenal dengan nama baiji, dipercaya merupakan salah satu mamalia air tawar tertua.

Spesies ini diumumkan punah pada tahun 2006. Lumba-lumba Sungai Yangtze merupakan mamalia air berwarna pucat yang tak seanggun lumba-lumba laut.

Namun lumba-lumba ini punya kemampuan ekolokasi (mengeluarkan bunyi dan mengindra pantulan bunyi tersebut dari benda di sekitarnya) lebih hebat.

Begitu istimewanya sehingga lumba-lumba ini bisa melacak posisi ikan tertentu dengan kemampuan itu.

Sensitifitas ini menjadi kerugian ketika sungai dipenuhi oleh perahu nelayan, kapal kontainer, kapal pukat dan polusi yang dihasilkan manusia.

Dengan kepadatan lalu-lintas sungai seperti itu, lumba-lumba jenis ini tak mampu bertahan.

Anjing laut Karibia (Serranilla Bank, antara Jamaika dan Nikaragua)

Hak atas foto Getty Images
Image caption Di Karibia pernah ada anjing laut yang tak jauh berbeda dengan bayi anjing laut di Horsey, Norfolk, Inggris ini.

Anjing laut asli Karibia pernah ditemukan di Teluk Meksiko, pantai timur Amerika Tengah dan pantai utara Amerika Selatan.

Kepunahan anjing laut Karibia ini disebabkan perpaduan antara perburuan untuk mengambil minyaknya serta penangkapan ikan berlebihan yang membuat hewan ini kehilangan sumber makanan.

Terakhir kali, anjing laut Karibinia ini terlihat tahun 1952 di Serranilla Bank yang terletak antara Jamaika dan Nikaragua.

Kerang Pigtoe Alabama (Amerika Serikat)

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kerang sungai - seperti kerang dari Republik Ceko ini - terlihat mirip dengan kerang raksasa.

Kerang ini hidup di sungai Mobile di Alabama, AS, hingga sekitar tahun 2006. Dinamakan pigtoe (jempol babi) karena bentuknya mirip kaki babi.

Spesies ini hidup dengan menyaring sungai yang kotor, tetapi karena tingkat polusi yang demikian tinggi, kerang pigtoe tak mampu bertahan.

Punahnya hewan sederhana ini mengungkapkan kenyataan pahit tentang bahaya pencemaran air akibat bahan kimia dari pabrik yang juga membahayakan manusia yang tinggal di sekitarnya.

Dodo - burung yang tak bisa terbang (Mauritius)

Hak atas foto Getty Images
Image caption Dodo menjadi simbol kepunahan akibat perbuatan manusia.

Soal spesies yang punah, dodo adalah yang paling terkenal.

Burung yang tak bisa terbang ini pernah hidup di Pulau Mauritius, tanpa ada pemangsa alami mereka.

Ketika manusia tiba di Mauritius membawa hewan karnivora bersama mereka, dodo tak bisa bertahan.

Tercatat, dodo terakhir ada di muka bumi pada akhir abad ke-17.

Sapi laut Steller(Laut Bering antara Alaska dan Rusia)

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kapal yang ditumpangi peneliti alam George Steller karam di Pulau Bering tahun 1741, dan ia melihat hewan luar biasa ini sebelum mereka punah oleh perburuan.

Spesies ini mirip dengan manatee atau dugong, bedanya tubuh mereka jauh lebih besar. Sapi laut Steller bisa hidup hingga sembilan meter panjangnya.

Penampilannya yang istimewa dan lemak di dalam tubuh membuat hewan ini jadi sasaran pemburu.

Sapi laut ini diperkirakan punah akibat perpaduan antara perburuan dan perubahan pada lingkungan hidup mereka, tak lama sesudah kepunahan dodo.

Quagga (Afrika Selatan)

Image caption Quagga mati di kebun binatang Artis di Amsterdam tanggal 12 Agustus 1883.

Keindahan hewan ini menjadi salah satu alasan kepunahannya.

Bagian depan tubuh hewan ini belang seperti zebra dan memudar di bagian belakang yang polos berwarna coklat seperti kuda.

Mereka diburu hingga punah oleh pemburu yang menjual tampilan unik hewan ini. Quagga terakhir mati dalam kurungan di tahun 1880-an.

Rusa besar Irlandia (Irlandia)

Hak atas foto Getty Images
Image caption Rusa besar dalam ilustrasi kuno ini tampak serupa dengan rusa biasa, tapi ukurannya lebih besar.

Banyak hewan yang sudah punah mirip dengan spesies yang kita kenal sekarang, tapi lebih aneh.

Misalnya mamut yang mirip gajah, dan yang berbeda adalah bulu yang lebat.

Rusa besar Irlandia terlihat sangat mirip dengan rusa yang masih hidup sekarang.

Bedanya, tinggi rusa bisa mencapai dua meter dengan tanduk membentang hingga 3,65 meter.

Hewan jenis ini punah 7.700 tahun lalu, diduga akibat perpaduan antara perburuan dan perubahan iklim.

Elang ekor putih (Inggris Raya)

Hak atas foto Getty Images
Image caption Elang ekor putih tampak sedang terbang di Norwegia.

Elang ekor putih ini tak tampak lagi di Inggris Raya sejak permulaan abad ke-20.

Burung indah dengan rentang sayap lebih dari dua meter ini diburu dengan kejam di Inggris selama bertahun-tahun. Malahan perburuan terhadap mereka disarankan.

Ketika perburuan dilarang, sudah terlambat. Mereka sudah berada di jalur kepunahan.

Untungnya hewan ini hidup di tempat lain di Eropa dan sedang diupayakan untuk dibiakkan lagi di Inggris.

Namun memang tak semua spesies mendapat kesempatan kedua seperti ini.

Topik terkait

Berita terkait